
Namun sepertinya, tubuhnya menolak menghubungi Billy, Lucky malah memencet nomor Ayu.
Tuuut...tuuut...tuuut.
"Halo mas." Jawab Ayu dari seberang telpon.
Lucky menjauhkan ponsel dari telinganya kaget karena mendengar suara Ayu dari seberang telpon. Lucky membaca jelas-jelas nama yang tertera di layar ponsel.
"Ayu. Kok aku malah hubungin Ayu sih?!" Gumam Lucky saat melihat nama Ayu lah yang ternyata ia hubungi.
"Halo mas. Mas Lucky." Panggil Ayu karena Lucky malah diam saja.
Mendengar Ayu memanggil-manggil namanya, Lucky kembali mendekatkan ponselnya ke telinga.
"Iya Yu."
"Mas Lucky kok diem aja? Mas Lucky baik-baik aja kan?" Tanya Ayu khawatir.
"Oh..tadi ada room service yang masuk, nanyain apa ada yang aku butuhin." Jawab Lucky berbohong.
"Oh..mas Lucky udah nyampe hotel?"
"Udah Yu. Kamu lagi apa?" Tanya Lucky.
Mendengar pertanyaan yang ia lontarkan pada Ayu, membuat Lucky terbengong-bengong.
"Astaga nih mulut, kenapa tiba-tiba nanya gitu!!! Harusnya kan kamu bilang kalau kamu salah pencet nomor!!!" Umpat Lucky pada mulutnya sambil memukul-mukul mulutnya itu.
Sedangkan yang ditanya langsung berbunga-bunga karena suaminya tidak pernah menanyakan hal kecil seperti itu padanya. Apalagi nada suara Lucky saat menanyakan hal itu terdengar sangat romantis di telinga Ayu.
"Lagi mikirin mas Lucky." Goda Ayu.
"Ah..." Hanya itu yang bisa keluar dari mulut Lucky, ia tak bisa lagi berkata-kata.
"Mas, video call aja yuk." Ajak Ayu.
"Em...nanti aja yah Yu, aku mau ketemuan dulu sama panitia. Mereka udah nungguin di bawah." Tolak Lucky halus.
"Oh.." jawab Ayu kecewa.
"Nanti kalau urusan aku udah selesai sama panitia, aku pasti video call kamu." Ucap Lucky yang merasa tidak enak mendengar nada kecewa Ayu.
"Bener yah mas."
"Iya Yu. Ya udah, aku matiin yah telponnya."
"Iya mas. Dah mas Lucky. Inget aku selalu yah mas." Ucap Ayu sebelum Lucky mengakhiri panggilan telponnya.
Dan sepertinya kalimat Ayu yang terakhir itu lah yang Ayu gunakan sebagai mantra agar Lucky selalu mengingat dirinya, karena kalimat itu juga Ayu ucapkan saat melepas Lucky di bandara.
Panggilan dengan Ayu pun berakhir, kini Lucky mencari nomor Billy dan melakukan panggilan video.
"Hai sayang." Sapa Billy sambil melambaikan tangannya.
"Aku sudah sampai di kota B. Dan aku menginap di hotel xxx. Jadi kapan kamu akan menyusul kesini?!"
__ADS_1
"Kapan kamu selesai seminar? Aku akan datang setelah kamu selesai seminar, karena aku malas kalau harus kamu tinggal-tinggal."
"Seminar nya hanya dua hari. Jadi kamu bisa datang lusa."
"Baik lah. Aku akan datang lusa."
"Oke, aku tunggu kedatangan mu."
"Aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan mu sayang."
"Aku juga sayang."
Cukup lama mereka berbincang, setelah puas melepas rindu lewat panggilan video, Lucky pun mengakhiri panggilan videonya dengan Billy.
Lucky pun beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju pintu hendak keluar dari dalam kamar. Ia berencana ingin mengisi perutnya yang sudah keroncongan karena memang jam makan siang sudah ia lewatkan.
✨✨✨
Dua hari pun berlalu, seminar juga telah berakhir. Tapi Lucky enggan keluar dari hotel, ia memilih untuk memperpanjang waktunya menginap dan membayar dengan uang pribadinya.
Semua itu ia lakukan, karena ia sedang menunggu kedatangan sang kekasih. Billy.
Saat sedang asyik menunggu Billy di lobi hotel, karena Billy mengatakan sudah dalam perjalanan menuju hotel, tiba-tiba saja ponsel Lucky berdering. Panggilan video dari Ayu.
Lucky menghela nafasnya, ingin di tolak takut membuat Ayu sedih. Tapi jika di terima, Lucky takut tiba-tiba Billy datang dan melihat sosok Ayu yang sedang bervideo call dengannya.
Lucky pun memilih untuk menggeser tombol hijau di layar ponselnya.
"Hai Yu." Sapa Lucky.
"Lagi duduk-duduk di lobi nunggu temen dari Singapore dateng. Besok dia yang akan jadi pembicara di seminar." Bohong Lucky.
"Oh..."
"Kamu sendiri lagi apa?"
"Gak lagi bikin apa-apa mas, Ayu bosen di apartemen mulu."
"Ya kalau bosen, kamu kan bisa ke rumah mama, atau sekalian aja pulang kampung, nanti kalau aku pulang baru kamu balik lagi."
Ayu menggeleng.
"Gak akh mas, aku mau nungguin mas Lucky aja sampe pulang." Jawab Ayu manja.
"Oh..iya mas, kunci kamar tamu dimana yah? Aku pengen bersihin kamar tamu mas, udah dua minggu semenjak aku tinggal di apartemen, aku gak pernah bersihin kamar itu, pasti debu nya udah tebel banget itu mas."
"Kamu gak usah bersihin Yu, biar aku aja yang bersihin."
"Loh kenapa mas?"
"Di kamar itu banyak barang-barang penting untuk penelitian aku Yu. Takutnya nanti kamu rubah-rubah letaknya, nanti aku juga yang kebingungan."
"Ayu gak bakal pindah-pindahin kok mas, Ayu cuma mau bersihin debu-debunya aja."
"Aku bilang gak usah yah gak usah lah Yu. Gak usah ngotot gitu deh." Ucap Lucky mukai emosi karena Ayu ngotot ingin membersihkan kamar tamu.
__ADS_1
"I-ya mas, maaf." Jawab Ayu ketir.
Lucky menarik nafasnya dalam-dalam dan membuangnya perlahan untuk meredakan emosinya yang sempat meninggi.
"Luck..." panggil seseorang dari arah pintu lobi.
Lucky pun menoleh ke arah sumber suara.
"Billy." Gumam Lucky dalam hati.
"Yu, aku matiin yah. Temen aku udah dateng." Ucap Lucky. Dan tanpa menunggu jawaban dari Ayu, Lucky langsung mengakhiri panggilan videonya dengan Ayu.
Cepat-cepat Lucky berdiri dan memasukkan ponselnya ke dalam saku celana kemudian berjalan menghampiri Billy.
Begitu jarak mereka sudah dekat, Billy yang sangat merindukan Lucky berniat ingin memeluk dan mencium kekasihnya itu, tapi cepat-cepat Lucky menahan aksi Billy itu.
"Tahan Bill, ini tempat umum." Ucap Lucky pelan.
Billy pun sadar, ia pun mengurungkan niatnya dan hanya memberikan pelukan bergaya laki-laki pada Lucky.
"Ayo kita ke kamar. Aku sangat menginginkan mu." Bisik Billy saat mereka berpelukan.
Lucky tak menjawab dengan kata-kata, ia hanya menganggukkan kepalanya.
Mereka berdua pun berjalan menuju lift yang akan membawa mereka ke lantai dimana unit kamar Lucky berada.
Ting. Pintu lift terbuka.
Lucky keluar terlebih dahulu dari dalam lift baru di susul Billy dari belakang. Mereka pun berjalan beriringan menuju unit kamar Lucky.
Ceklek. Lucky membuka pintu kamar hotelnya dan mempersilahkan Billy untuk masuk terlebih dahulu.
Setelah Billy masuk, Lucky pun ikut masuk ke dalam dan menutup pintu.
Dan tanpa Lucky duga Billy langsung menyerangnya dengan ciuman panas.
Billy melepas ciuman panas mereka sesaat.
"Aku sangat merindukan mu sayang." Ucap Billy dengan nafas yang terengah-engah.
"Aku juga." Jawab Lucky.
Mereka pun kembali melanjutkan aksi mengunyah bibir dengan sangat rakus sambil berjalan perlahan menuju ranjang.
Begitu sampai di ranjang, Billy langsung mendorong tubuh Lucky dan menindih tubuh kekasihnya itu. Dengan sangat agresif Billy membuka semua kain yang menempel di tubuh Lucky. Setelah tidak ada lagi kain yang menempel di tubuh Lucky, gantian kini Lucky yang membuka semua kain yang menempel di tubuh Billy.
BERSAMBUNG...
LIKE
KOMEN
VOTE
HADIAH
__ADS_1
🙏🙏🙏