
Hari ini adalah hari yang sangat dinantikan Ayu dan Lucky, karena hari ini adalah hari kepulangan mereka.
Kini mereka sedang ada di ruang tunggu bandara, menunggu jam keberangkatan mereka.
"Mas, aku ke toilet bentar yah." Ucap Ayu.
Lucky pun berdiri hendak mengikuti istrinya.
"Biar aku antar."
"Gak usah mas, mas tunggu aja disini."
Lucky menggeleng, ia kekeh tidak mau istrinya kemana-mana sendirian, apalagi di negara orang.
"Pokonya aku antar. Udah ayok." Lucky menarik tangan Ayu untuk segera pergi ke toilet.
"Ini sebenarnya siapa yang mau ke toilet sih? Kok jadi mas Lucky yang narik-narik tangan aku?" Gumam Ayu dalam hati, karena suaminya semangat sekali menarik tangannya.
Sebenarnya, selain Lucky cemburu Ayu di goda atau tergoda dengan laki-laki lain, Lucky juga takut Billy tiba-tiba muncul dan menyakiti Ayu. Karena tiga hari yang lalu, Billy terus menghubungi Lucky, namun Lucky tak menjawab panggilan Billy bahkan mereject panggilan itu, tak lama kemudian, Billy mengirimkan pesan pada Lucky yang mengatakan akan menghabisi Ayu jika Lucky tak mau kembali padanya. Tak ingin terus di bayang-bayangi Billy, Lucky pun memblokir nomor Billy. Tapi tetap saja, meski Lucky sudah memblokir nomor Billy, rasa was-was tidak bisa luput dalam hatinya.
Sesampainya di depan pintu toilet wanita, dengan setianya Lucky menunggui Ayu sampai keluar. Tak lama Ayu pun keluar dari dalam toilet dan mereka pun kembali ke ruang tunggu.
Perjalanan dari toilet ke ruang tunggu, Lucky merasa ada seseorang yang membuntuti mereka, tapi begitu Lucky berbalik, ia tak melihat sesuatu yang mencurigakan.
"Aneh." Gumam Lucky dalam hati.
"Mas Lucky kenapa?" Tanya Ayu saat melihat ketegangan di wajah suaminya.
"Gak pa-pa." Jawab Lucky. Ia kembali merubah raut wajahnya menjadi biasa agar Ayu tidak curiga.
Hampir satu jam mereka menunggu, akhirnya mereka ada di dalam pesawat yang akan membawa mereka ke negara asal mereka.
Lagi dan lagi, mata Lucky berkeliling untuk memastikan tak ada kehadiran Billy ataupun antek-anteknya di dalam pesawat itu yang akan membahayakan Ayu. Setelah di rasa aman dan tak menemukan aroma-aroma sang mantan yang sakit hati, baru lah Lucky bisa merebahkan tubuhnya di samping sang istri dengan tenang.
Setelah melewati perjalan kurang lebih enam belas jam, akhirnya Lucky dan Ayu tiba juga di negaranya. Berhubung mereka tiba pukul empat subuh, jadi hanya supir keluarga Lucky yang menjemput mereka di bandara, sedangkan orangtua Lucky menunggu kedatangan Ayu dan Lucky di rumah.
Kurang lebih satu jam perjalanan dari bandara ke rumah orangtua Lucky, akhirnya mobil yang di kendarai supir keluarga Lucky tiba juga di rumah orangtua Lucky.
Mama Tyas dan papa Lutfi yang sedari tadi sudah menunggu kedatangan Lucky dan Ayu di ruang tamu langsung keluar dari dalam rumah menyambut anak dan menantunya itu.
"Halo sayang." Mama Tyas langsung memeluk Ayu dengan sangat erat, merasa bersyukur karena mempunyai menantu seperti Ayu yang sabar dan berhasil membuat anak bungsunya kembali ke jalan yang benar.
"Kamu gemukan loh Yu." Ucap mama Tyas saat melihat pipi Ayu yang chuby.
__ADS_1
"Gimana gak gemuk mah, orang disana kerjanya makan, tidur, jalan-jalan, gitu-gitu aja terus. Gak masak, gak nyuci baju, gak beres2." Jawab Ayu.
"Namanya juga honeymoon, ya memang harus gitu." Balas mama Tyas.
"Kamu juga Ky, gemukan." Ucap mama Tyas pada anak bungsunya.
"Jelas dong mah, kan di urus istri." Jawab Lucky sambil merangkul Ayu.
Blush. Wajah Ayu merona seketika mendengar pujian yang di lontarkan Lucky di depan mertuanya.
Bukan hanya Ayu saja yang salah tingkah, mama Tyas juga ikut salah tingkah mendengar anak bungsunya memuji menantunya.
"Kamu pulang dari London udah pintar gombal yah." Ucap mama Tyas sambil memukul lengan Lucky pelan.
"Sudah...sudah..ayo kita masuk." Ucap papa Lutfi memotong percakapan istri, anak dan menantunya.
Mereka berempat pun masuk ke dalam rumah.
"Ayo mah kita tidur lagi. Biarin Lucky sama Ayu istirahat, pasti mereka masih jetlag."
Mama Tyas menganggukkan kepalanya.
"Kalian istirahat aja sampe puas yah. Mama sama papa juga mau tidur lagi, kasihan mama kalian udah dari jam dua subuh tadi nungguin kalian." Ucap papa Lutfi pada Lucky dan Ayu.
Mama Tyas dan papa Lutfi pun berjalan ke arah kamar mereka, sedangkan Ayu dan Lucky berjalan ke arah tangga.
Sesampainya di depan tangga, Lucky langsung menggendong Ayu ala bridal syle.
"Aakh.." pekik Ayu saat suaminya tiba-tiba menggendongnya.
"Mas Lucky apa-apaan sih, turunin mas!!" Ronta Ayu sambil memukul dada suaminya.
"Kamu kan capek Yu, makanya aku gendong aja."
"Tapi aku berat mas."
"Segini mah belum apa-apa Yu. Udah akh diem, kalau kamu ngeronta kayak gini, nanti kita berdua jatuh."
"Sedangkan Billy yang lebih berat dari ini saja, aku bisa gendong apalagi tubuh kamu yang mungil ini Yu." Gumam Lucky dalam hati. Cukup dalam hati, karena kalau Lucky mengingatkan lagi tentang Billy, tamat sudah kisah rudal dan lubang BuAyu yang baru terjalin sebulan.
Ayu pun diam dan tak lagi meronta, ia pasrah suaminya menggendong dirinya sampai ke kamar mereka.
Sesampainya di dalam kamar, Lucky langsung berjalan mendekati ranjang dan baru menurunkan Ayu di atas ranjang.
__ADS_1
Tanpa ba bi bu be bo, Lucky langsung menarik blouse yang Ayu kenakan.
"Mas Lucky mau apa? Mau nyicil bayar utang nafkah lagi?" Tanya Ayu curiga.
"Emang kamu gak capek? Kalau kamu gak capek, aku sih ayo aja." Goda Lucky. Padahal niatnya hanya ingin membuka pakaian yang Ayu kenakan agar Ayu bisa langsung membaringkan tubuhnya di ranjang.
"Gak...gak...gak aku capek!!! Roh aku aja masih di awang-awang." Protes Ayu.
"Hahaha..becanda Yu. Habisnya otak kamu udah mesum duluan. Memangnya roh kamu aja yang belum balik ke tubuh kamu, roh aku juga belum balik ke tubuh aku, Yu." Balas Lucky.
"Habis mas Lucky kan sekarang suka begitu." Gerutu Ayu sambil memanyunkan bibirnya.
"Bukannya itu yang kamu mau dari awal pernikahan kita?" Goda Lucky lagi.
Wajah Ayu memerah, matanya clingak-clinguk karena salting suaminya tau apa yang sangat ia inginkan dari awal pernikahan mereka.
"Tau ah..aku mau tidur." Jawab Ayu mengalihkan pembicaraan mereka.
"Eits...tunggu." Lucky menahan tangan Ayu.
"Kamu mau tidur pake celana jeans?" Tanya Lucky.
"Sini aku buka." Tanpa menunggu jawaban Ayu, Lucky pun langsung membuka kancing celana jeans Ayu.
"Gak usah biar aku buka sendiri aja. Mas Lucky ambilin celana pendek aku aja." Tolak Ayu.
"Gak usah pake celana. Tidurnya pake segitiga berenda aja sama tank top, b•ra nya juga lepas."
"Gak akh gak mau. Nanti mas macem-macem lagi."
"Astaga Yu, gak akan. Suwer." Balas Lucky sambil menaikkan dua jari berbentuk huruf V ke atas."
Melihat keseriusan wajah suaminya, Ayu pun percaya. Ia pun pasrah saat suaminya membuka celana jeans nya dan membuka b•ra nya sehingga Ayu tidur hanya menggunakan gorden penutup lubang BuAyu dan tank top.
Setelah Lucky selesai membuka celana jeans Ayu dan b•ra, Ayu pun naik ke atas ranjang dan mulai membaringkan tubuhnya. Sedangkan Lucky, ia berjalan ke arah pintu kamar untuk mengunci pintu kamarnya terlebih dahulu, manatau di tengah jalan perjalanan tidur mereka, tiba-tiba saja rudal minta asupan bahan bakar dari lubang BuAyu.
Setelah pintu terkunci, Lucky kembali berjalan menuju ranjang dan mulai membuka kain yang menempel di tubuhnya satu persatu dan hanya menyisakan sarung penutup rudal saja.
Ayu yang memperhatikan pergerakan suaminya mulai dari mengunci pintu sampai membuka pakaian yang ada ditubuhnya, jantungnya langsung dag dig dug, takut-takut suaminya ingin membayar cicilan hutang nafkah batin.
Tapi saat suaminya naik ke atas ranjang, baru lah Ayu menghela nafasnya lega, karena suaminya hanya mengecup keningnya lalu mengajaknya tidur.
Dan mereka pun melanjutkan istirahat dengan damai tanpa mengguncang ranjang terlebih dahulu.
__ADS_1
BERSAMBUNG...