Oh..Dokter Lucky

Oh..Dokter Lucky
Bab 49


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul setengah satu siang, tapi Lucky dan Ayu masih asyik di alam mimpi mereka masing-masing. Mama Tyas pun sudah satu jam yang lalu menggedor pintu kamar mereka, tapi usaha mama Tyas sia-sia, gedoran pintu tidak sanggup membangunkan mereka yang masih sangat lelah.


"Eugh..." lenguh Ayu. Ayu terbangun karena ingin buang air kecil.


Perlahan ia mengerjapkan matanya.


"Jam berapa nih?" Tanya Ayu pada dirinya sendiri sembari matanya mengarah pada jam dinding.


"Hah...setengah satu?!" Pekik Ayu sambil membulatkan matanya.


Ayu pun cepat-cepat menurunkan kedua kakinya hendak beranjak dari atas ranjang. Namun baru saja Ayu hendak berdiri, tangan besar Lucky langsung menahan tangannya.


"Mau kemana kamu?" Tanya Lucky dengan suara serak ciri khas orang bangun tidur.


"Mau ke kamar mandi mas, mau pipis." Jawab Ayu.


Lucky pun melepaskan tangannya dari tangan Ayu dan membiarkan Ayu untuk membuang air seni nya.


Tapi baru saja Ayu membuka pintu kamar mandi, Lucky sudah berteriak-teriak memanggil nama istrinya itu dan meminta istrinya untuk cepat kembali ke ranjang.


"Ayuuu..cepetan Yu.." teriak Lucky.


Ayu tak menjawab.


"Ish..baru juga masuk, udah di suruh cepetan!!" Dumel Ayu di dalam kamar mandi sambil mendudukkan dirinya di closet.


"Ayuuu. Kok lama banget sih Yu. Katanya cuma pipis?!" Teriak Lucky lagi.


Di dalam kamar mandi bukannya menjawab panggilan suaminya, Ayu malah menghela nafasnya sambil memutar bola matanya malas.


Karena tak ada jawaban juga dari dalam kamar mandi, Lucky pun turun dari atas ranjang dan berjalan menuju kamar mandi.


Lucky memutar handle pintu kamar mandi, tapi ternyata Ayu mengunci pintu kamar mandinya.


"Ayu...kok di kunci sih pintunya? Kamu ngapain sih Yu? Kamu pipis atau poop sih?" Teriak Lucky sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi.


Ceklek. Tiba-tiba saja Ayu membuka pintu kamar mandi.


Dan itu hampir saja membuat kepala Ayu kena jitak tangan Lucky karena bertepatan Lucky ingin menggedor pintu.


"Apaan sih mas? Kamu tuh ributnya ngalahin anak satu tahun yang di tinggal mama nya bo•ker tau gak!!" Omel Ayu begitu ia membuka pintu.

__ADS_1


"Habisnya kamu lama banget sih. Air seni yang kamu keluarin satu liter?" Balas Lucky.


"Tau ah. Awas, aku mau ambil handuk, mau mandi."


Mendengar itu Lucky tak terima, karena ia masih ingin berlama-lama di atas ranjang dengan istrinya. Lucky pun langsung menggendong Ayu yang sudah berlalu dari hadapannya.


"Aakh...mas Lucky!!" Pekik Ayu.


"Aku mau mandi mas." Teriak Ayu sambil meronta.


"Mandi nya nanti aja, aku masih mau tidur." Jawab Lucky sambil terus berjalan mendekati ranjang.


"Kalau mas Lucky masih mau tidur yah tidur aja, aku mau mandi dulu mas, badan aku lengket banget rasanya." Omel Ayu saat Lucky membaringkannya di atas ranjang.


"Kamu pilih mana, kamu mandi satu kali atau mandi dua kali?" Tanya Lucky sambil mendudukkan dirinya di tepi ranjang dekat Ayu berbaring.


"Maksudnya?"


"Kamu gak tau apa pura-pura gak tau, hah?" Tanya Lucky dengan tatapan mata lapar minta asupan kue Yucur dan tambahan daya listrik dari lubang BuAyu.


Ayu menelan slivanya susah payah melihat tatapan mata suaminya, ia sudah hapal betul arti tatapan matanya suaminya itu.


"Ssh..ah..mas." desau Ayu saat tangan Lucky mulai mengunyel-unyel si Yucur sambil sesekali memilin seiprit chocochips yang ada di puncak Yucur.


Suara desauan Ayu berhasil menyalakan tombol on pada rudal Lucky.


"Roh kamu udah balik ke tubuh kamu kan?" Tanya Lucky dengan suara berat menahan hasrat yang sudah berapi-api.


Ayu yang sudah kesurupan setan mesum pun menganggukkan kepalanya.


Tak ingin menunggu lama lagi, Lucky pun berdiri dari duduknya dan membuka sarung penutup rudal. Begitu pun dengan Ayu, ia juga membantu pekerjaan suaminya dengan membuka tank top yang pakai agar suaminya hanya membuka gorden penutup lubang kramat.


Lucky menyibakkan selimut dari atas ranjang kemudian membuka gorden penutup lubang kramat istrinya kemudian menindih tubuh istrinya. Lucky pun mulai memberi kecupan-kecupan menyengat mulai dari perut Ayu lalu naik ke atas ke tempat kue Yucur berada. Melahap kue yang tak akan pernah habis-habis itu.


"Ough...mas.." desau Ayu sambil melengkungkan tubuhnya. Permainan bibir dan lidah Lucky pada kue Yucurnya sanggup memantik gelora hasrat dalam diri Ayu.


Lucky berhenti melahap kue favoritenya itu dan mulai naik ke leher Ayu dan memberikan kecupan, sesapan di leher istrinya itu.


"Jangan begitu mas, nanti merah." Protes Ayu karena Lucky pernah melakukan itu dan berhasil membuat lehernya seperti terkena alergi. Untung saja mereka ada di London saat itu yang sedang masuk dalam musim dingin, jadi bisa tertutupi dengan syal.


Tapi kalau sekarang mereka sudah berada di negara asal mereka yang tidak ada musim dingin yang ada hanya musim hujan, musim kemarau dan musim kawin. Bisa ditertawakan kalau Ayu memakai syal untuk menutupi hasil lukisan bibir Lucky di lehernya, apalagi mereka sekarang ada di rumah orangtua Lucky.

__ADS_1


Lucky pun berhenti mengecup dan menyesap leher Ayu. Dan sekarang bibir Lucky naik ke bibir Ayu, bibir mereka pun mulai saling mengunyah, lidah mereka pun tidak mau kalah dan ikut saling membelit.


Sambil lidah mereka saling membelit, tangan Lucky pun ikut bekerja mengecek kondisi kelembapan lubang kramat istrinya, jangan sampai lubang masih kering, rudal menerobos masuk ke dalam lubang. Setelah kelembapannya sudah cukup dan sudah layak untuk di terobos rudal, Lucky pun menggiring rudalnya untuk masuk ke dalam lubang BuAyu.


"Aakh..." desau Ayu saat rudal bertegangan tinggi milik suaminya itu terbenam sempurna di dalam lubang kramatnya.


"Kebiasaan deh mas langsung terobos. Di ketuk dulu kek." Omel Ayu di sela-sela rasa sakit-sakit nikmatnya.


"Kan udah basah, jadi gak perlu lagi di ketuk-ketuk. Sakit yah?" Jawab Lucky tak berdosa.


"Gak terlalu sih, tapi kaget aja. Coba pelan-pelan gitu, kan desauan aku gak false mas." Balas Ayu.


"Biar aja, mau false kek mau merdu kek, tetap aja di telinga aku desauan kamu itu seksi Yu." Ucap Lucky.


Lucky pun mulai mengayun-ayun kan pinggulnya bergerak memaju mundurkan rudalnya di dalam lubang kramat istrinya. Yang awalnya perlahan, makin lama makin brutal dan bringas.


Tok tok tok. Tiba-tiba suara ketukan pintu mengagetkan Ayu dan Lucky.


"Ky...Yu..bangun nak, udah siang ini, makan siang dulu. Baru tidur lagi." Teriak mama Tyas.


"Mama mas." Lirih Ayu.


"Sst.." Lucky langsung menyuruh Ayu untuk diam dan tak usah menghiraukan panggilan mama Tyas.


Lucky pun kembali melanjutkan ayunan pinggulnya tanpa menghiraukan panggilan mama Tyas di depan pintu kamar mereka.


"Sssh...ah..mas i-tu m-ma-ma.." susah payah Ayu mengeluarkan suaranya untuk mengingatkan suaminya kalau mama Tyas sedang memanggil mereka.


Kesal karena konsentrasi istrinya terpecah, Lucky pun berteriak menjawab panggilan mama Tyas.


"Nanti mah. Lucky lagi main dokter-dokteran ini sama Ayu." Teriak Lucky menjawab panggilan mama Tyas.


Mata Ayu membulat mendengar jawaban suaminya.


"Maaaas!!!" Geram Ayu.


Sedangkan mama Tyas senyum-senyum sendiri mendengar jawaban anaknya dari dalam kamar. Ia tau maksud kata-kata anak bungsunya itu.


Tak ingin mengganggu acara main dokter-dokteran anak dan menantunya, mama Tyas pun pergi dari depan kamar anaknya itu.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2