
"Kita pindah ke kamar yuk Yu." Ajak Lucky.
Ayu menganggukkan kepalanya tanda menyetujui ajakan suaminya.
Lucky pun menggendong Ayu seperti anak koala. Dengan bibir yang terus saling mengunyah, Lucky berjalan menuju kamar mereka.
Sesampainya di dalam kamar, Lucky berjalan menuju ranjang dan merebahkan Ayu dengan sangat hati-hati.
Setelah tubuh Ayu mendarat mulus di atas ranjang, tangan Lucky langsung menyelinap masuk di balik rok dress Ayu, naik ke atas menuju pintu lubang BuAyu yang masih tertutup gorden yang kini berganti warna menjadi warna merah muda.
Perlahan Lucky menarik gorden merah muda penutup lubang BuaAyu, membuang gorden merah muda itu kesembarang arah.
Lucky membuka lebar kaki Ayu dan menekuknya, kini bukan tangan Lucky yang menjalar melainkan bibir Lucky yang menjalar naik ke atas menuju lubang BuAyu secara bergantian.
"Ah..mas.." desau Ayu saat lidah mahir suaminya berputar-putar di depan pintu lubang BuAyu. Sepertinya Ayu sudah mulai kecanduan dengan permainan lidah nakal suaminya pada lubang kramatnya. Jelas saja candu, karena pertama kali Ayu merasa terpuaskan karena permainan lidah suaminya, bukan karena ulah si Rudal. Ayu belum tau saja, kalau di puaskan oleh si Rudal kepuasannya berkali-kali lipat dari kepuasan yang di berikan si Lidah.
Tak ingin merem melek sendirian, Ayu pun menarik kepala suaminya dari depan pintu lubang kramatnya.
Kemudian mengubah posisi mereka, kini Lucky lah yang berbaring di atas ranjang sedangkan Ayu berbaring diatas tubuh suaminya. Gantian, kini Ayu yang memberi sengatan untuk suaminya, memancing rudal untuk berdiri tegak.
Tangan Ayu yang makin hari makin terlatih untuk memberi stimulasi di tubuh suaminya, langsung membuka pakaian yang menempel di tubuh suaminya, termasuk membuka kain penutup rudal.
Lucky sudah benar-benar polos di buat Ayu. Dan terpampang jelas dan nyata lah kalau rudal kini dalam mode on namun seperti kurang arus.
Melihat itu, Ayu tak tinggal diam. Ayu pun memasukkan rudal ke dalam goa bergiginya untuk memberi subsidi listrik ke rudal suaminya, agar rudal bisa benar-benar on dan mudah-mudahan bisa berfungsi dengan baik.
"Auw..Yu, pelan-pelan." Ringis Lucky saat rudalnya bergesekkan dengan gigi Ayu. Maklum saja, Ayu belum terlalu mahir soal itu, sedangkan lolipop saja keseringan ia gigit sangking gemasnya, apalagi rudal yang sudah sangat lama Ayu nantikan untuk berfungsi. Ingin rasanya Ayu memasukkan tiang penyangga di dalam rudal lunak itu agar berdiri tegak sehingga bisa masuk ke dalam lubang kramatnya dan membawanya terbang mengelilingi langit ke tujuh.
Ayu hanya menjawab dengan acungan jempolnya, sambil terus memberi subsidi listrik untuk rudal suaminya di dalam goa bergigi.
Hampir sepuluh menit Ayu menyalurkan sengatan listrik pada rudal, dan akhirnya rudal pun berhasil berdiri dengan tegak.
Merasa rudalnya sudah dalam mode on sejati, gantian Lucky kembali membaringkan Ayu di atas ranjang. Kemudian membuka sisa kain yang menempel di tubuh istrinya.
Kini mereka berdua pun sudah sama-sama polos. Lucky langsung menyantap kue Yucur yang Ayu suguhkan, sementara mulut Lucky melahap rakus kue Yucur, tangan Ayu juga menggenggam rudal dan mengelus-elus rudal suaminya itu agar tetap bertegangan tinggi.
"Ssh...ah..." desau keduanya.
"Ssh..aku coba yah Yu." Ijin Lucky. Ia ingin berusaha membawa si Rudal ke depan lubang kramat istrinya.
Ayu menganggukkan kepalanya tanda ia setuju.
Lucky pun menggiring rudalnya menuju pintu lubang BuAyu, sambil berdoa dalam hati agar rudalnya itu tidak mati mesin saat baru mencium pintu lubang.
Ayu menengok ke bawah memperhatikan suaminya yang sedang membantu rudal mengetuk pintu lubang kramatnya.
__ADS_1
"Gimana mas? Gak lemes lagi kan?" Tanya Ayu.
"Hemh.." jawab Lucky sambil menganggukkan kepalanya.
"Kamu beneran udah siap kan Yu?" Tanya Lucky menyakinkan Ayu.
Ayu menganggukkan kepalanya.
"Tahan yah.." Ucap Lucky.
"Emang gak loyo mas?"
"Gak. Mudah-mudahan sanggup nanjak."
"Cepetan kalau gitu mas."
Lucky menganggukkan kepalanya.
"Akh.." desau Ayu saat rudal suaminya sedang berusaha mendorong pintu lubang kramatnya.
"Tahan Yu.." ucap Lucky.
Kembali Lucky membantu mendorong rudalnya membuka lubang pintu.
"Akh..mas..." desau Ayu sekali lagi.
Ayu menganggukkan kepalanya.
"Tapi enak mas."
Lucky tersenyum mendengar jawaban Ayu.
"Tahan Yu, jangan di lawan, jangan bergerak. Mumpung masih on." Ucap Lucky
Sekali lagi Lucky mendorong rudal menerobos pintu. Lucky menahan pinggang Ayu agar Ayu tidak bergerak saat rudal menembus pintu.
Tanpa bermanis-manis lagi mumpung rudal masih on, dengan sekali sentakan rudal mendobrak pintu lubang BuAyu.
"Aaargh mas..." teriak Ayu sambil melengkungkan tubuhnya saat rudal berhasil mendobrak pintu lubang kramatnya.
"Aargh Yu.." erang Lucky saat rudalnya berhasil tertanam dalam di dalam lubang kramat istrinya.
Lucky diam sejenak mengatur nafasnya, begitupun dengan Ayu.
"Sakit?" Tanya Lucky pada istrinya dengan tatapan tidak biasa.
__ADS_1
Ayu menganggukkan kepalanya.
"Tapi enakkan?" Tanya Lucky lagi.
Ayu kembali menganggukkan kepalanya.
"Ikh mas..jangan gitu dong ngeliatnya, aku malu." Ucap Ayu karena tatapan mata suaminya yang tidak biasa. Sangking malunya Ayu sampai menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Jangan di tutup dong mukanya, biar aku bisa lihat ekspresi muka kamu." Ucap Lucky sambil menarik tangan Ayu agar membuka wajahnya.
"Kamu cantik banget Yu." Ucap Lucky lagi saat berhasil membuka tangan Ayu.
"Kamu juga ganteng banget mas." Balas Lucky.
Perlahan Lucky mendekatkan bibirnya ke bibir Ayu dan kembali mengunyah bibir istrinya tipis-tipis.
Sambil bibir mereka saling mengunyah, Lucky juga menggoyangkan pinggulnya pelan.
"Aargh mas..." racau Ayu saat rudal Lucky mengobok-obok lubang BuAyu.
"Sssh...ah..Yu.." racau Lucky saat merasakan sesuatu yang luar biasa yang belum pernah ia rasakan.
"Gila..ini benar-benar gila. Kenapa rasanya seenak ini..akh.." racau Lucky sambil terus memompa rudalnya keluar masuk dalam lubang BuAyu.
Pompaan yang tadinya pelan makin lama semakin cepat dan kasar, sampai membuat ranjang berguncang dengan hebatnya.
"Akh...mas...pelan-pelan." Racau Ayu.
"Tahan Yu, lagi enak-enaknya ini." Jawab Lucky yang tidak mau kesenangannya di ganggu.
"Akh..mas pelanin dikit.."
Lucky tak memperdulikan racauan Ayu, ia terus memompa dengan kecepatan penuh.
"Akh...mas..aku.." racau Ayu saat merasakan ada ribuan kupu-kupu menggelitik perutnya.
"Kamu mau keluar?" Tanya Lucky memastikan racauan Ayu.
"Sepertinya."
"Sama-sama kalau gitu." Ucap Lucky.
Lucky pun menambah kecepatan pompanya agar bisa sama-sama sampai dengan istrinya di puncak klimakstation.
"Aaarrrghh..." erang keduanya bersamaan saat sudah sama-sama terdampar di pulau kepuasan.
__ADS_1
Lucky pun mengambrukkan tubuhnya di atas tubuh Ayu tanpa mengeluarkan rudalnya, memberi waktu untuk rudalnya membuang oli-oli ke dalam lubang kramat istrinya.
BERSAMBUNG...