
Ayu pun menganggukkan kepalanya dan mulai membaringkan tubuhnya. Lucky pun sama, setelah mematikan lampu kamar dan lampu tidur di atas nakas, Lucky pun menyusul Ayu yang sudah berbaring terlebih dahulu.
"Yu..." panggil Lucky.
"Iya mas."
"Boleh, aku tidur sambil meluk kamu?" Tanya Lucky.
Ayu menganggukkan kepalanya sambil menggigit bibir bawahnya.
Melihat Ayu mengangguk, Lucky pun mendekatkan tubuhnya kemudian menarik tubuh Ayu dan membawanya kedalam pelukannya.
Dan malam itu mereka tidur hanya berpelukan, belum ada ritual pengguncangan ranjang seperti yang readers teronghot mau karena rudalnya Lucky belum bisa di aktifkan dan masih gondal-gandul seperti gantungan kunci.
✨✨✨
Pagi ini Lucky dan Ayu sudah bersiap hendak ke rumah sakit menjenguk mama Tyas, tapi baru saja kaki mereka melangkah menuju mobil, tiga mobil masuk ke halaman rumah orangtua Lucky. Tiga mobil itu tak lain dan tak bukan adalah mobil papa Lutfi, mobil Lingga dan mobil Leo.
Ternyata mereka datang membawa mama Tyas pulang. Sebenarnya mama Tyas belum bisa pulang dari rumah sakit tapi mama Tyas memaksa untuk pulang karena bosan. Mama Tyas pun merengek pada papa Lutfi untuk berbicara pada dokter yang menanganinya agar bisa diijinkan pulang. Mau tidak mau papa Lutfi menuruti kemauan istrinya itu. Dokter yang menangani mama Tyas pun akhirnya memberi ijin mengingat papa Lutfi dan ketiga anaknya adalah seorang dokter.
Setelah mobil terparkir mulus di halaman rumah, papa Lutfi pun membantu mama Tyas turun dengan perlahan.
"Sini pah, biar mama Lucky gendong." Ucap Lucky menawarkan diri.
Papa Lutfi menganggukkan kepalanya dan membiarkan Lucky mengambil alih untuk menggendong istrinya.
"Disini aja Ky." Ucap mama Tyas menunjuk sofa ruang tamu.
Lucky pun mendudukkan mama Tyas di sofa ruang tamu.
Papa Lutfi, Ayu dan kedua abang Lucky pun masuk ke dalam rumah dan ikut duduk di sofa ruang tamu.
"Kok bisa mama udah pulang?" Tanya Lucky heran.
"Mama maksa, mama bosen di kamar rumah sakit. Mau mewah bagaimana pun kalau bukan kamar sendiri tetap aja bikin stres. Lagian mama udah baikkan kok." Jawab mama Tyas.
"Oh..iya Ky, ini abang ada sesuatu buat kamu." Ucap Leo sambil memberikan amplop kepada Lucky.
"Apaan nih?" Tanya Lucky penasaran sambil mengambil amplop itu.
"Buka aja dulu." Jawab Leo.
Lucky pun membuka amplop itu dan mengeluarkan isi dari amplop itu.
"I-ini..."
"Iya, itu tiket untuk bulan madu kalian ke London, sekalian untuk kamu therapy. Abang udah hubungi teman abang yang bekerja disana, dia bilang dia kenal dengan salah satu psikiater handal disana, jadi kamu bisa sekalian therapy disana."
"Ta-tapi bang, therapy kan gak bisa di lakukan cuma seminggu-dua minggu. Terus kerjaan Lucky disini gimana?"
"Abang udah urus semuanya, pokoknya kamu fokus saja sama kesembuhan mu, gak usah pikirin soal kerjaan atau kesehatan mama." Kini Lingga yang membuka suara.
__ADS_1
Masih dengan mulut menganga dan mata membelalak, Lucky menengok ke arah Ayu.
Ayu mengangguk sambil mengulas senyum tipis tanda ia setuju untuk pergi ke London. Jelas saja Ayu setuju karena ini baru pertama kalinya Ayu pergi ke sana.
"Baiklah bang, Lucky pergi." Jawab Lucky setelah melihat anggukkan istrinya.
"Kamu punya paspor kan Yu?" Tanya Lingga.
"Punya kok bang."
"Bagus, berarti nanti abang tinggal urus visa supaya kalian bisa tinggal disana sebulan. Kalau dalam satu bulan therapy Lucky belum ada perkembangan, nanti kita perpanjang lagi." Ucap Lingga.
Ayu dan Lucky sama-sama menganggukkan kepala.
"Ya udah kalau gitu abang pergi dulu, nanti kalau visa sudah selesai abang kabarin, paling besok atau lusa jadi, kalian kan berangkat minggu depan. Jadi sebelum berangkat kalian urus mama aja di rumah." Ucap Lingga lagi.
"Oh iya bang, kalau soal...mmm.." Lucky ragu ingin menanyakan soal Billy apalagi ada mama Tyas di tempat itu.
"Dia udah di deportasi, mungkin siang ini dia akan di berangkatkan." Ucap Leo yang paham apa yang ingin Lucky tanyakan.
Ayu dan Lucky menghela nafasnya lega. Bukan hanya Ayu dan Lucky, mama Tyas dan papa Lutfi juga ikut menghela nafasnya, karena tau apa yang sedang di bicarakan anak-anaknya.
"Ya udah, kami pergi dulu yah. Jaga mama." Ucap Lingga sambil berdiri dari tempat duduknya.
Lingga dan Leo pun keluar dari dalam rumah orangtua mereka menuju mobil, sedangkan Lucky langsung menggendong mama Tyas masuk ke dalam kamar diikuti Ayu dan papa Lutfi.
✨✨✨
Hari yang ditunggu pun tiba, kini Ayu dan Lucky sudah tiba di kota London. Sesampainya di bandara, sudah ada teman Leo yang menjemput pasangan itu.
(Ceritanya pake bahasa inggris yah, biar para readers teronghot kagak pusing baca sambil ambil kamus, jadi udah othor terjemahin.😂😂😂😂)
"Fred?" Tanya Lucky balik.
"Hai...senang bertemu dengan mu." Ucap Fred sambil menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan Lucky.
Lucky pun menyambut tangan Fred dan mereka pun berjabat.
"Ini istri ku, namanya Ayu." Lucky memperkenalkan Ayu pada Fred.
"Ayu." Kini gantian, Fred bersalaman dengan Ayu.
"Fred." Balas Fred.
"Mari kita ke apartemen kalian." Ajak Fred.
Fred pun berjalan terlebih dahulu menuju mobil.
Lucky dan Ayu pun mengikuti langkah kaki Fred menuju mobil yang akan mengantar mereka menuju apartemen yang sudah di sewa Leo untuk tempat tinggal Lucky dan Ayu selama di London. Karena tidak mungkin mereka terus-terusan tinggal di hotel.
Setelah hampir dua puluh menit, akhirnya mereka pun sampai di gedung apartemen.
__ADS_1
Mereka pun turun dari dalam mobil dan berjalan masuk ke dalam gedung. Dengan menggunakan lift mereka naik ke lantai dimana unit apartemen tempat tinggal sementara Lucky dan Ayu berada.
Ting. Pintu lift terbuka.
Mereka pun keluar dari dalam lift dan berjalan menuju unit apartemen Lucky.
"Ini kartunya." Fred memberikan kartu khusus pada Lucky untuk membuka pintu unit apartemen.
Lucky mengambil kartu itu dan membuka pintu unit apartemen. Setelah pintu terbuka mereka bertiga pun masuk ke dalam unit apartemen.
Meski bukan apartemen mewah, tapi di apartemen ini semua perabotan sudah lengkap, jadi Lucky dan Ayu tinggal menempati saja.
"Wooooaaah... bagus banget mas." Ucap Ayu terpukau. Ia pun berkeliling melihat-lihat isi apartemen.
"Besok jam sepuluh aku akan menjemput mu lagi, karena aku sudah membuat janji dengan psikiater mu jam sebelas siang. Jadi sekarang kalian beristirahat lah." Ucap Fred.
"Baik lah. Terimakasih sudah mengurus semuanya." Balas Lucky.
Fred pun berpamitan pada Ayu, setelah berpamitan pada Ayu, Lucky pun mengantar Fred sampai di depan pintu apartemen.
Setelah Fred keluar, Lucky pun menyusul Ayu yang sedang berdiri di balkon melihat pemandangan kota London.
"Indah yah." Tanya Lucky sambil berdiri di samping Ayu.
Ayu menganggukkan kepalanya.
"Aku gak sabar pengen jalan-jalan mas." Ucap Ayu bersemangat.
"Iya, besok setelah kita bertemu dengan psikiater, kita akan jalan-jalan sepuasnya." Ucap Lucky sambil mengelus rambut Ayu.
"Sekarang kamu mandi dulu, biar aku siapkan airnya." Ucap Lucky.
"Eh..kok mas Lucky yang nyiapin. Biar aku aja." Ucap Ayu menolak di layani suaminya.
"Gak pa-pa. Lebih baik simpan saja tenaga mu dari sekarang, karena kalau aku sudah sembuh nanti, aku pastikan kamu tidak akan pernah beristirahat untuk melayani ku." Ucap Lucky.
Ayu menggigit bibir bawahnya, jantungnya berdegup kencang mendengar ucapan suaminya itu. Meski belum pernah belah duren, tapi Ayu bukan lah gadis yang polos-polos amat yang tidak tau apa arti ucapan suaminya itu.
Melihat istrinya itu terdiam, Lucky menggelembungkan pipinya menahan tawa, kemudian berlalu dari hadapan istrinya yang masih ternganga menuju kamar mandi yang ada di kamar mereka untuk menyiapkan air hangat untuk Ayu mandi.
Selang beberapa menit Lucky pergi, baru lah Ayu tersadar dari otaknya yang sempat travelling. Ia pun menyusul suaminya ke dalam kamar.
Saat Ayu sampai di dalam kamar, Lucky juga keluar dari dalam kamar mandi.
"Udah sana mandi, airnya udah siap." Ucap Lucky pada Ayu yang baru sampai di dalam kamar.
"Mas duluan aja. Aku belakangan."
Lucky menggeleng.
"Kamu duluan aja. Udah sana cepetan." Perintah Lucky sekali lagi.
__ADS_1
Ayu pun mengalah dan berjalan menuju kamar mandi.
BERSAMBUNG...