Oh..Dokter Lucky

Oh..Dokter Lucky
Bab 62


__ADS_3

Keesokan paginya


Ayu mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam pupil matanya. Di lihatnya jam dinding sudah menunjukkan pukul delapan pagi.


"Mas..bangun mas.." Ayu membangunkan suaminya.


"Eugh.." Lucky melenguh. Lalu menguletkan tubuhnya. Matanya pun mengerjap.


"Selamat pagi istri ku sayang." Ucap Lucky.


Cup. Kecupan manis pun mendarat di pipi Ayu.


"Jenggot sama kumis mu udah mulai tumbuh mas, aku cukurin yah?" Ucap Ayu menawarkan jasa cukur kumis dan brewok.


"Gak usah Yu, aku sendiri aja." Tolak Lucky halus.


"Tapi aku pengen mas.." rengek Ayu.


"Apa cukur kumis dan jenggot juga termasuk ngidamnya?" Gumam Lucky dalam hati saat melihat istrinya merengek.


"Mas...ayo.." rengek Ayu lagi seperti anak kecil yang minta di belikan mainan pop it.


Lucky menghela nafasnya.


"Baik lah. Ayo." Lucky pun menyibakkan selimutnya kemudian menurunkan kakinya ke lantai.


Melihat suaminya sudah turun dari atas ranjang, Ayu pun juga ikut menurunkan kaki nya ke lantai.


"Eits..stop, jangan bergerak, biar aku gendong." Lucky memberi peringatan pada Ayu.


Lucky pun memutari ranjang untuk menghampiri istrinya, lalu menggendong istrinya ala bridal style kemudian berjalan menuju kamar mandi.


Sesampainya di kamar mandi, Lucky langsung mendudukkan Ayu di wastafel.


"Tunggu biar aku ambil wax dan pisau cukurnya dulu." Ucap Lucky.


Lucky pun berjalan menuju kotak tempat penyimpanan wax dan pisau cukur yang menempel di dinding, lalu mengambil wax dan pisau cukur. Setelah wax dan pisau cukur ada di tangannya, Lucky pun berjalan kembali menghampiri istrinya.


"Nih." Lucky menyerahkan wax dan pisau cukur pada Ayu.


Ayu pun mengambil dan mulai mengaplikasikan wax ke kumis dan brewok Lucky. Lalu mengambil pisau cukur, dan mulai mencukur kumis suaminya terlebih dahulu.


Dengan telaten Ayu mencukur habis kumis, jenggot dan brewok suaminya yang belum terlalu panjang tapi sudah lumayan menusuk-nusuk kulit Ayu jika mereka sedang berciuman.


"Beres." Ucap Ayu setelah selesai mencukur bulu-bulu kasar yang mulai tumbuh di wajah suaminya.


"Kalau kayak gini kan mas Lucky jadi makin ganteng." Lanjut Ayu.

__ADS_1


"Oh..jadi kalau ada kumis sama jenggot aku jelek gitu?"


"Ganteng juga sih, tapi kan bikin geli-geli sakit kalau ada kumis sama jenggot pas mas Lucky mengeksplor tubuh aku." Jawab Ayu sambil menatap bibir seksi suaminya dengan tatapan lapar.


Lucky tersenyum tipis mendengar jawaban Ayu.


"Mas..." lirih Ayu sambil terus menatap bibir suaminya, dan menelan salivanya susah payah.


"Hemh.."


Ayu tak menjawab, namun kedua tangannya merangkum wajah suaminya. Dan tanpa Lucky sangka-sangka, Ayu langsung menyambar bibirnya dan melahapnya rakus.


Lucky pun membalas kunyahan bibir istrinya tak kalah rakus, lidah mereka pun sudah saling membelit. Perang bibir yang mahadahsyat pun tak bisa di elakkan. Saat perang semakin panas, tiba-tiba saja peringatan dokter kandungan terngiang-ngiang di telinga Lucky.


Lucky pun tersadar dari hasratnya yang menggebu-gebu. Ia harus mengakhiri perang bibir mahadahsyat ini. Perlahan Lucky melepaskan belitan lidahnya dari lidah Ayu kemudian menjauhkan bibirnya dari bibir istrinya.


Dan tindakan Lucky itu membuat Ayu kesal. Mengapa suaminya berhenti berperang saat sedang panas-panasnya? Begitulah pikir Ayu. Ayu lupa kalau suaminya sudah di beri peringatan keras oleh dokter kandungan untuk tidak melakukan endoskopi pada Ayu.


"Kenapa mas?" Tanya Ayu dengan nafas yang berat.


"Gak bisa Yu, kamu lupa kalau aku disuruh puasa seminggu?" Jawab Lucky mengingatkan.


Ayu memanyunkan bibirnya, padahal hasratnya sudah di ubun-ubun.


Tapi Ayu tak kehilangan akal untuk mencapai puncak kenikmatan. Enak saja sudah setengah jalan masa harus putar balik, ya cari jalan ninja lah. Begitu pikir othor, eh..pikir Ayu maksudnya.


Dan tatapan Ayu berhasil membuat jantung Lucky berdebar kencang, ia bukan lah lelaki polos yang tak tau apa maksud perkataan istrinya. Lucky menelan salivanya susah payah.


"Baik lah kalau itu yang kamu mau." Jawab Lucky.


Dan perang bibir mahadahsyat yang sempat terjeda karena suara dokter kandungan yang terngiang-ngiang di telinga Lucky pun kembali di lanjutkan.


"Aku akan memuaskan mu lebih dulu sayang." Bisik Lucky di telinga istrinya.


Bibir Lucky pun mulai mengeksplor seluruh tubuh Ayu. Mulai dari leher, kue Yucur, perut, paha dan sekarang bibir itu sedang mengeksplor pintu lubang BuAyu. Lidah Lucky yang tak sepanjang, sebesar dan sekekar rudal miliknya pun masuk ke dalam lubang keramat istrinya. Meliak-liuk di dalam sana untuk memberi sensasi lilimat alias geli-geli nikmat.


Meski lidah sang suami tak sepanjang, sebesar dan sekekar rudal milik suaminya, tapi cara lidah Lucky berliak-liuk sanggup membawa Ayu ke puncak kenikmatan.


"Ah.. mas, a-aku.." racau Ayu saat merasakan lubang kramatnya ingin menyemburkan mata airnya.


Lucky pun makin memperdalam lidahnya dan meliak-liukkan lidahnya dengan tak beraturan agar istrinya bisa landing di puncak klimakstation dengan sempurna.


Dan..


"Aargh..." erang Ayu sambil melengkungkan tubuhnya dan menekan kepala suaminya di bawah sana. Ia sudah sampai di puncak kenikmatan dengan sempurna.


"Puas?" Tanya Lucky setelah istrinya selesai dengan pelepasannya.

__ADS_1


Ayu mengangguk sambil tersenyum sumringah.


"Sekarang giliran kamu mas." Ucap Ayu.


Perlahan Ayu pun turun dari wastafel lalu menarik suaminya untuk duduk di closet. Kemudian naik ke atas pangkuan suaminya agar mudah mengeksplor wajah dan tubuh suaminya.


Ayu pun mulai beraksi memberi sengatan-sengatan kenikmatan di tubuh suaminya agar rudal sang suami berdiri kokoh dan gagah di bawah sana.


Setelah merasakan rudal berdiri kokoh dan gagah, Ayu pun berdiri dari pangkuan suaminya kemudian berlutut sehingga wajah Ayu berada tepat di depan sang Rudal.


Sebelum memasukkan rudal ke dalam goa basah dan bergigi, Ayu terlebih dulu memijat sang rudal dengan jari-jari lentiknya.


"Ssh...ah.." desau Lucky sambil memejamkan matanya merasakan kenikmatan karena ulah lima jari lentik istrinya.


Mendengar desauan suaminya, Ayu pun mempercepat pijatan lima jarinya.


"Ssh..ah.. masukin sayang, udah gak tahan lagi." Racau Lucky, rudalnya sudah sangat tidak sabar merasakan goa basah dan bergigi.


Ayu pun menuruti permintaan suaminya.


Ia pun mulai memasukkan sang Rudal ke dalam goa basah dan bergigi miliknya. Memainkan lidah ketika sang Rudal sudah berada di dalam goa bergigi dan basah, memaju mundurkan wajahnya untuk menghadirkan sensasi nikmat pada suaminya.


"Ough sayang.." racau Lucky saat Ayu melakukan hal itu padanya.


"Faster sayang.." racau Lucky. Tangannya pun ikut memaju mundurkan kepala Ayu dengan cepat saat merasakan oli dalam rudal hampir menyembur.


Ayu yang tau oli dalam rudal suaminya sudah mau menyembur pun hendak mengeluarkan sang rudal dari dalam goa, dan rencananya akan melanjutkan dengan tangannya. Tapi sayangnya, Lucky menahan kepala Ayu dan sekarang pergerakan kepala Ayu di kendalikan penuh oleh kedua tangan suaminya.


"Hemph...hemph..hemph.." berkali-kali Ayu memukul lengan suaminya agar berhenti mengendalikan kepalanya, ia tak mau rudal menyemburkan oli di dalam mulutnya.


Tapi sayangnya Lucky tak menghiraukan peringatan yang di berikan Ayu, ia tetap saja mengendalikan kepala Ayu dan memaju mundurkan kepala istrinya dengan sangat cepat.


"Aaargh..." erangan panjang keluar dari mulut Lucky seiring dengan semburan oli di dalam mulut istrinya.


Lucky pun melepaskan tangannya dari kepala Ayu setelah semua oli tersembur.


Setelah Lucky melepaskan tangannya dari kepala Ayu, Ayu pun langsung memuntahkan oli yang tersembur di dalam mulutnya.


"Kok kamu buang di dalam sih mas?!" Omel Ayu.


"Udah lama gak buang di dalam Yu, gak pa-pa lah kali ini buang di dalam." Jawab Lucky dengan enteng dengan nafas yang terengah-engah.


"Tapi aku kan jijik mas!!" Omel Ayu lagi.


"Iya sayang, maaf. Lain kali gak deh. Udah gak usah ngomel lagi, mending kita mandi sekarang." Lucky pun berdiri dari duduknya di closet dan membantu istrinya untuk berdiri, lalu menggiring istrinya berjalan menuju shower.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2