Oh..Dokter Lucky

Oh..Dokter Lucky
Bab 33


__ADS_3

"Ja-jadi papa selama ini tau kalau mas Lucky itu..." tanya Ayu dengan raut wajah tak percaya.


Gantian papa Lutfi yang diam seribu bahasa.


"Bang Lingga dan bang Leo juga tau?" Kini mata Ayu mengarah pada kedua abang iparnya dan memberi tatapan mengintimidasi.


"Tau apa Yu? Kita aja gak ngerti apa yang kalian sedang bicarakan. Memangnya Lucky kenapa?" Lingga malah balik bertanya pada Ayu. Karena memang dia tidak tau apa-apa.


Ayu memalingkan pandangannya dari kedua abang iparnya dan kembali menoleh ke arah papa mertuanya.


"Jawab Ayu pah, jadi papa selama ini tau kalau mas Lucky mengalami penyimpangan tapi papa gak ngasih tau Ayu dan ikut merahasiakan ini? Jawab pah?!!!!!" Teriak Ayu dengan segenap emosi di jiwa, karena merasa sudah di bohongi, ah...bukan di bohongi lagi melainkan sudah di tipu mentah-mentah oleh suami dan papa mertuanya.


Mendengar kata-kata Ayu, sontak saja Lingga dan Leo ternganga tidak percaya kalau adik bungsunya mengalami penyimpangan.


"Ma-maksud kamu Yu? Lucky mengalami penyimpangan apa?" Tanya Lingga memastikan apa yang di pikirannya sama dengan maksud perkataan Ayu.


"Mas Lucky itu ho•mo bang....." jawab Ayu dengan nada meninggi.


Lingga dan Leo kompak menyandarkan punggung mereka ke sandaran sofa karena sangat syok.


"Benar yang di bilang Ayu, Ky?" Tanya Leo.


Lucky masih diam dan menundukkan wajahnya, ia tak sanggup menatap wajah kedua abangnya.


"Jawab mas!!! Jangan diam gitu!!!" Teriak Ayu kesal karena suaminya tidak mau membuka suaranya.


Lucky menjawab hanya dengan menganggukkan kepalanya.


"Astaga Lucky!!!!" Teriak Leo tak percaya.


Sedangkan Lingga mengusap wajahnya kasar melihat anggukan dari adiknya.

__ADS_1


"Dan papa tau kalau Lucky punya masalah penyimpangan tapi papa masih nekat menikahkan Lucky dengan Ayu?" Kini Leo bertanya dengan nada mengintimidasi papa Lutfi.


"Papa pikir dengan papa menikahi Lucky dengan Ayu, Lucky bisa keluar dari penyimpangannya." Jawab papa Lucky memberi alasan. Padahal alasan sebenarnya karena mama Tyas lah yang memaksa papa Lutfi untuk menikahkan Lucky dengan Ayu selain karena mama Tyas tidak mau ada yang tau tentang penyimpangan anaknya, mama Tyas juga berharap dengan menikahi Ayu, Lucky jadi termotivasi untuk sembuh.


"Astaga papa..." geram Leo.


"Papa kan tau kalau penyimpangan itu bisa sembuh kalau ada kemauan dari orangnya sendiri. Sekalipun papa menikahkan Lucky dengan selusin wanita sekalipun, itu gak akan berhasil pah. Harusnya papa bawa dulu Lucky ke self healing theraphy, cari tau dulu apa yang menyebabkan Lucky mengalami penyimpangan, dan baru di obati dengan theraphy. Bukan malah menikahkan Lucky dengan harapan Lucky bisa sembuh dengan pernikahannya, apalagi Ayu gak tau kalau Lucky mengalami penyimpangan, gimana Lucky mau sembuh kalau orang yang papa harapkan bisa membawa Lucky ke jalan yang lurus gak tau tentang penyimpangan suaminya." Protes Leo panjang lebar.


"Bukan salah papa mu Le... mama yang salah, mama yang memaksa papa mu untuk mau menikahkan Lucky dengan Ayu." Tiba-tiba saja suara mama Tyas memenuhi seisi ruang tamu.


Dengan berjalan tertatih, mama Tyas menghampiri suami, anak dan menantunya yang sedang debat di ruang tamu.


Sontak semua orang yang ada di ruang tamu menoleh ke arah mama Tyas.


"Maksud mama? Jadi mama juga sudah tau kalau mas Lucky sakit?" Tanya Ayu pada mama Tyas dengan raut wajah kecewa.


"Maafin mama Yu, saat itu mama sangat syok ketika Lucky mengatakan kalau dirinya tidak tertarik dengan wanita dan malah tertarik dengan sesama jenis, di tambah lagi saat Lucky meminta ijin untuk menikahi laki-laki yang sedang menjalin hubungan dengannya. Mama gak mau sampe ada keluarga atau kolega yang tau tentang penyimpangan Lucky, makanya saat mama lihat kamu dan Lucky di kamar mandi, mama jadi punya ide untuk menikahkan kalian dan adegan kalian di kamar mandi yang mama tau hanya lah ketidak sengajaan, mama jadikan alasan untuk menikahkan kalian. Maafkan mama Yu, mama pikir dengan menikahkan Lucky dengan mu, Lucky akan sembuh."


"Mama gak cerita sama kamu, karena mama takut kalau mama cerita tentang kondisi Lucky yang sebenarnya, kamu gak mau menikah dengan Lucky."


"Terus mama pikir kalau Ayu tau dengan cara begini, Ayu masih mau bertahan dengan anak mama itu?"


Mama Tyas terdiam.


Sedangkan Lucky yang sejak tadi menunduk langsung mendongakkan wajahnya menghadap Ayu.


Kini netra Ayu menatap wajah suaminya itu.


"Mas, aku gak bisa melanjutkan pernikahan ini, aku minta cerai." Ucap Ayu sambil menatap wajah suaminya.


Lucky menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Gak Yu, aku gak mau." Jawab Lucky.


Jujur, ini lah yang sangat Lucky takutkan sejak semalam. Sampai-sampai di rumah sakit pun hanya Ayu yang Lucky pikirkan. Hatinya tak sanggup kehilangan Ayu. Dalam lubuk hati Lucky yang paling dalam, jika saja Ayu memberikan kesempatan kedua untuknya, Lucky berjanji akan memutuskan hubungannya dengan Billy dan berusaha untuk sembuh dan mempertahankan pernikahannya dengan Ayu.


Meski Lucky sudah merasa takut kehilangan Ayu, tapi Lucky masih belum sadar kalau sebenarnya ia sudah jatuh cinta dengan sosok Ayu.


"Jangan Yu, mama mohon, jangan bercerai dari Lucky." Mohon mama Tyas dengan isak tangis.


"Maaf mah, Ayu gak bisa, Ayu gak sanggup jadi tameng keluarga ini." Ucap Ayu sambil beranjak dari tempat duduknya dan hendak berjalan keluar dari ruang tamu.


Namun saat langkah kakinya melewati Lucky, Lucky langsung berdiri dan menarik tangan Ayu.


"Yu, aku mohon kasih aku kesempatan ke dua Yu. Aku janji akan meninggalkan Billy, dan akan berusaha untuk sembuh." Mohon Lucky.


"Apa mas bilang? Mau meninggalkan laki-laki itu? Mau sembuh? Bagaimana aku bisa percaya dengan janji mas itu, sedangkan semalam saja mas lebih memilih untuk bersenang-senang dengan laki-laki itu di hotel dibanding menyusul ku kamar untuk meyakinkan ku!!!" Bentak Ayu.


Lucky mengernyitkan keningnya.


"Hotel? Kapan aku kehotel dan bersenang-senang Yu?" Tanya Lucky bingung.


"Sudah lah mas, gak usah di tutup-tutupin lagi. Kamu aja bisa menutupi kalau selama lima bulan ini kamu tidur di apartemen laki-laki itu, apalagi hanya menutupi kamu dan dia yang menginap di hotel hanya satu malam. Kenapa kamu takut kalau aku tiba-tiba datang dan mengganggu kesenangan kalian, makanya kalian pindah ke hotel?!" Jawab Ayu dengan nada mengintimidasi.


"Apa?!!!! Jadi selama lima bulan kalian tidak tidur serumah?" Tanya mama Tyas terkejut, karena Ayu memang tidak pernah menceritakan hal ini padanya.


Lucky terdiam dan kembali menunduk.


"Aku pamit, tidak ada lagi yang perlu dibicarakan di antara kita. Aku tunggu surat cerai dari mu." Ucap Ayu, ia pun kembali melangkahkan kakinya hendak keluar.


Namun baru dua langkah, tiba-tiba saja mama Tyas langsung ambruk lagi.


"Mamaaaaa...." teriak Lingga, Leo dan Lucky saat melihat mama mereka jatuh pingsan lagi.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2