Oh..Dokter Lucky

Oh..Dokter Lucky
Bab 24


__ADS_3

Lucky mendorong tubuh Billy saat merasakan peraduan bibir mereka yang semakin memanas. Takut kalau ia juga tak bisa mengendalikan dirinya dan terbawa arus, jadi lebih baik Lucky mengakhiri pergulatan dua bibir itu.


"Cukup Bill." Ucap Lucky setelah berhasil melepaskan bibirnya dari pitingan bibir Billy.


"Sekarang katakan, kenapa kamu tiba-tiba kesini? Bukannya tadi kamu bilang ingin langsung pulang ke Singapore?!"


"Entah lah, tiba-tiba saja aku ingin kesini. Mungkin karena aku masih sangat merindukan mu." Jawab Billy memberikan alasan.


Aneh. Begitulah yang ada di benak Lucky. Karena tidak biasanya Billy bersikap seperti ini, bahkan mereka pernah bertemu hanya beberapa jam saja setelah hampir tiga bulan mereka tak bertemu, tapi Billy tidak pernah nekat seperti ini.


"Oh..iya darimana saja kamu Luck? Bukannya seharusnya kamu sudah tiba siang tadi?!"


"Aku dari rumah mama Bill."


"Lalu mana istri mu?"


"Ada di rumah mama."


"Wooooaaaah. Sepertinya kamu sengaja menyembunyikan istri mu dari ku yah sayang. Kenapa? Apa kamu takut aku berbuat buruk pada istri mu?" Tanya Billy dengan nada mengintimidasi.


Lucky menghela nafasnya.


"Apa kedatangan mu kesini karena Ayu?" Lucky malah balik bertanya mencurigai Billy.


"Kalau iya kenapa?"


"Bill..."


Tau kalau Lucky ingin memarahinya, cepat-cepat Billy memeluk Lucky.


"Luck, bukan kah kamu bilang ingin memberitahu istri mu tentang hubungan kita? Jadi alangkah baiknya kalau aku juga ada di samping mu, biar istri percaya."


Lucky menghela nafasnya, walau banyak yang ingin ia katakan pada Billy, tapi menurutnya percuma saja, karena sekarang Billy sedang dalam mode cemburu. Rasanya kepala Lucky mau pecah menghadapi kecemburuan Billy saat ini, maju kena mundur juga kena.


"Oh..Luck, aku tidak menemukan foto-foto kita di ruang televisi, kamu pindahkan kemana foto-foto kita?" Tanya Billy sambil menjauhkan tubuhnya dari pelukan Lucky.


"Aku masukkan ke dalam lemari di kamar tamu."


"Cih..." Billy berdecih tidak suka.


"Jangan memperpanjang masalah foto Bill, itu semua aku.."


"Iya..iya aku tau. Karena kamu tidak mau istri mu tau hubungan kita kan?" Jawab Billy menebak.


Lucky menghela nafasnya.


"Kamu sudah makan? Ayo kita keluar makan. Setelah itu aku antar kamu ke hotel."

__ADS_1


Billy menggeleng.


"Aku tidak mau tidur di hotel sendirian."


Lagi dan lagi Lucky menghela nafasnya.


"Baik lah aku akan menemani mu tidur di hotel."


Setelah Lucky mengatakan itu barulah Billy tersenyum bahagia.


Mereka pun keluar dari unit apartemen Lucky dan pergi menuju restoran untuk makan malam, setelah itu baru lah mereka check in hotel yang jaraknya jauh dari apartemen tempat tinggal Lucky.


✨✨✨


Keesokan pagi nya Lucky terlebih dulu bangun dari Billy, lagi dan lagi tadi malam terjadi perang terong di atas ranjang kamar hotel tempat Billy menginap.


"Bill...bangun." Ucap Lucky sambil mengelus pipi kekasihnya.


Mata Billy pun mengerjap mendapat sentuhan di pipinya dari tangan Lucky.


"Good morning sayang." Ucap Billy saat ia berhasil membuka seluruh matanya.


"Morning too sayang." Balas Lucky.


"Aku pulang dulu, mau ganti baju terus kerja. Nanti setelah pulang bekerja, aku datang lagi kesini. Kamu gak pa-pa kan sendirian disini?"


"Aku seperti simpanan mu saja kamu sembunyikan disini." Protes Billy tak terima.


"Aku ingin ke apartemen mu dan ingin berkenalan dengan istri mu." Lanjut Billy.


"Baik lah, nanti aku pulang kerja, aku jemput kamu dan akan ku perkenalkan dengan Ayu." Jawab Lucky mengalah.


"Ya sudah, kalau gitu aku pergi dulu yah." Pamit Lucky.


Billy menarik tangan Lucky yang hendak berdiri.


"Apa kamu tidak melupakan sesuatu Luck?


Lucky mengernyitkan keningnya.


"Apa?" Tanya Lucky tidak peka dengan apa yang Billy inginkan.


"Kamu belum memberikan ku morning kiss Luck." Jawab Billy, kemudian ia memanyunkan bibirnya, siap untuk menerima sosoran dari Lucky.


Lucky menghela nafasnya dan memberikan ciuman mesra pada kekasihnya itu sebelum ia keluar dari dalam kamar hotel.


Kini Lucky sudah berada dalam mobilnya, ia merogoh kantong celananya dan mengambil ponselnya. Lucky pun mengaktifkan ponselnya yang sejak tadi malam ia sengaja non aktifkan, karena ia tidak mau Billy mengutak-atik ponselnya dan menemukan nomor Ayu disana.

__ADS_1


Begitu Lucky mengaktifkan ponselnya, banyak sekali chat masuk dari Ayu.


Tak ingin membuat Ayu khawatir, Lucky pun menghubungi Ayu.


Tuut...tuut...tuut.


Tak butuh waktu lama, nada sambung pun berganti dengan suara Ayu yang menjawab panggilan telponnya.


"Halo mas." Jawab Ayu.


"Kamu masih di rumah mama kan?" Tanya Lucky basa-basi.


"Ya iyalah mas, kan mas Lucky bilang mau jemput, jadi aku nunggu mas Lucky jemput lah baru pulang ke apartemen." Jawab Ayu.


"Kok ponsel mas Lucky semalaman gak aktif, aku tuh khawatir tau gak."


"Maaf Yu, ponsel ku lobet tadi malam, ini aja baru sedikit ku isi cuma mau ngasih kabar ke kamu." Jawab Lucky.


"Mas Lucky masih di rumah sakit tempat mas Lucky operasi?"


"Gak. Ini aku udah mau pulang ke apartemen. Mau mandi, terus berangkat ke rumah sakit."


"Oh.."


"Ya udah, kamu di rumah mama dulu yah. Nanti selesai aku kerja, aku jemput kamu. Salam sama mama."


"Iya mas. Ya udah selamat bekerja mas, inget aku terus yah mas." Kata-kata mantra keluar dari mulut Ayu.


Lucky pun mengakhiri panggilan telponnya dengan Ayu dan menyalakan mesin mobilnya. Ia pun mengendarai mobilnya dari kawasan gedung hotel menuju apartemennya.


Tidak sampai setengah jam, Lucky pun tiba di unit apartemennya.


"Huh..." Lucky menghela nafas panjang saat ia berada di dalam kamar tamu.


Lucky ingin membersihkan kamar tamu untuk di pakai Billy nanti malam.


Setelah selesai membersihkan kamar tamu, Lucky pun masuk ke dalam kamarnya kemudian masuk ke dalam kamar mandi.


Lucky membuka baju yang ia pakai dan melihat penampakan dirinya dari pantulan cermin. Banyak sekali jejak kepemilikan yang Billy tinggalkan disana, tapi untungnya Billy tidak meninggalkan jejak kepemilikan di lehernya.


Kalau teman sesama dokter melihat totol merah di tubuh Lucky, mungkin mereka berpikir Ayu sangat ganas, tapi bagaimana kalau sampai Ayu yang melihat? Sudah beda lagi ceritanya, pasti Ayu curiga kalau Lucky bermain ja•lang.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Apa aku harus memberitahu Ayu sekarang? Lalu bagaimana kalau Ayu minta cerai dan mama tau kalau alasan Ayu minta cerai karena aku belum bisa keluar dari penyimpangan ku?" Lucky bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


"Aaaarrrgh..." Lucky berteriak frustasi sambil menjambak rambutnya.


Dilema. Itu lah yang ia rasakan sekarang. Dari hati yang terdalam, dirinya juga tidak mau merahasiakan kondisi penyimpangannya dari Ayu, tapi disisi lain ia memikirkan kondisi mama nya. Seandainya saat ini Billy tidak menuntut, mungkin dirinya tidak sepusing ini, ia masih bisa menunggu waktu yang tepat untuk mengatakan pada Ayu.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2