
Adam menarik tubuh Karen membuat kepala Karen berbaring di atas dada nya.
"Kak.." panggil Karen sambil memainkan bulu halus yang tumbuh di dada Adam.
"Ya sayang."
"Kakak udah pernah ngelakuin ini belum sebelumnya?" Tanya Karen penasaran, karena mengingat permainan Adam yang sangat mahir. Mulai dari cara menyengat, membelai, mengaduk, memompa, semua seperti seorang yang sangat profesional.
"Kenapa, kok tiba-tiba kamu nanya gitu?"
"Penasaran aja kak."
Adam menarik nafasnya dalam-dalam lalu membuangnya perlahan, kemudian memindahkan kepala Karen dari atas dada nya dan menyenderkan tubuhnya di kepala ranjang.
Melihat Adam mendudukkan dirinya, Karen pun ikut mendudukkan dirinya dan bersandar ke kepala ranjang dengan tangan yang menahan selimut di dadanya.
"Masa lalu aku terlalu buruk Ren, malahan aku udah gak mau mengingat tentang masa-masa itu."
"Tapi aku penasaran kak, cerita dong. Kan sebelum nikah kakak belum cerita tentang kakak." Paksa Karen. Namanya juga bocah, kalau penasaran dengan sesuatu, mereka belum menyerah sampai mendapat jawabannya. Kalau perlu pakai jurus ngambek sekalian supaya pasangannya mau menceritakan sesuatu yang pasangan mereka sembunyikan.
"Yakin mau denger? Nanti habis aku cerita kamu ninggalin aku lagi."
"Itu kan masa lalu kak, setiap orang kan punya masa lalu. Justru aku marah kalau kakak nyembunyiin masa lalu kakak dan aku tau masa lalu kakak itu dari orang lain."
Sekali lagi, Adam menghela nafasnya kasar.
Dia pun mulai bercerita pada Karen tentang masa lalunya yang tukang membuat onar dan selalu bikin pusing keluarganya. Bahkan cerita tentang dirinya yang pernah di penjara karena memakai jasa kupu-kupu malam tapi ngutang.
Cerita itu sengaja Adam ceritakan di akhir cerita dan Adam menceritakannya juga sangat perlahan, takut Karen tak terima dengan masa lalunya di bagian itu, dimana bukan mesin pencuci botol milik Karen yang botol jin nya masuki.
Tapi siapa sangka mendengar cerita itu, Karen bukannya marah, ia malah tertawa geli. Dan tawa Karen itu membuat Adam mengernyitkan keningnya.
"Kok kamu ketawa? Emangnya lucu?"
"Lucu lah kak. Masa iya kamu main sama kupu-kupu malam ngutang?! Dan yang lebih lucu nya waktu kupu-kupu malam itu ngelaporin kamu, dia ngelaporinnya gimana? Masa iya kupu-kupu malamnya ngaku kalau kamu make jasanya tapi gak di bayar?" Tanya Karen sambil tertawa geli.
"Dia ngelaporin aku atas tuduhan perbuatan tidak menyenangkan, percobaan pemerkosaan. Dia ngaku-ngakunya pacar aku, dan aku di bilang mau merkosa dia." Jawab Adam.
__ADS_1
"Hah?! Jadi si kupu-kupu malam itu sok-sok masih perawan gitu?"
"Ya gitu deh."
"Lagian kok bisa sih kakak make jasa kupu-kupu malam ngutang? Emang kakak baru pertama kali apa make jasa kupu-kupu malam?" Tanya Karen, karena dari tadi Adam tidak ada menyebutkan sudah berapa kali botol jin nya itu di cuci di sembarang tempat.
"Kejadian yang kemaren itu adalah yang ke enam kali nya aku make jasa kupu-kupu malam." Jawab Adam jujur.
"Waktu yang pertama kali, aku bukan make jasa kupu-kupu malam, tapi aku ketemu sama perempuan di club dan kita sama-sama mabuk. Terus aku dia ajak ke kosannya dan kita... ya begitu lah. Kedua kalinya juga sama ketemu perempuan di club malam, mabuk, di ke kosan dan kita one night stand tapi dengan perempuan yang berbeda. Yang ketiga kalinya baru aku coba-coba make jasa kupu-kupu malam yang ada di pinggir jalan, karena waktu itu aku lagi san•gek-san•geknya, jadi mau gak mau aku cari kupu-kupu malam di pinggir jalan. Tarifnya itu cuma 200rb-300rb, kalau tarif segitu aku masih sanggup bayar. Keempat dan kelima pun aku masih cari yang di pinggir jalan. Tapi yang keenam, aku nyoba-nyoba nyari dari situs prostitusi online, yang link nya aku dapet dari temen aku yang pernah make jasa kupu-kupu malam dari situs itu. Begitu dapet, kita ketemuan di hotel dan kita sama sekali gak bicarain tarif dan disitus itu juga gak di kasih tau tarifnya berapa, jangan kan tarif, perempuan yang model bagaimana aja aku gak di kasih tau, jadi pihak penyedia jasanya yang ngasih secara acak. Pas ketemu dia langsung aja gitu nyervis aku tanpa ba bi bu be bo, m eh.. pas selesai kita main dua ronde, baru deh dia bilang tarifnya. Kaget lah aku karena tarifnya tiga juta, padahal uang yang aku bawa cuma lima ratus ribu. Aku bilang tiga hari lagi aku bayar sisanya dia gak mau dan malah ngelaporin aku." Ucap Adam panjang lebar menjelaskan duduk perkara.
"Kok kakak suka banget sih make jasa kupu-kupu malam? Emang gak takut penyakit?"
"Kan pake pengaman sayang, jadi aman lah. Bukannya suka, ya.. habis gimana, bagi laki-laki sek•s itu udah kayak narkoba, sekali nyoba bikin ketagihan."
"Terus sekarang kakak masih mau make jasa kupu-kupu malam lagi?"
"Ngaco kamu!! Ya gak lah!! Kan aku udah punya kamu, ngapain aku make jasa kupu-kupu malam yang lubangnya udah losdol, kalau lubang kamu lebih nikmat." Jawab Adam.
"Lagian aku udah lama gak make jasa kupu-kupu malam. Aku udah tobat. Sekarang aku hanya mau fokus bahagian orangtua aku dan kamu aja." Lanjut Adam.
"Iya sayang. Percaya sama aku, aku gak akan ngulangin masa lalu aku yang kelam lagi."
Senang mendengar kata-kata Adam, Karen pun memeluk tubuh Adam dengan sangat erat.
"Sayang.."
"Hemh.."
"Sekali lagi yuk." Ajak Adam. Mengajak apalagi kalau bukan mengajak Karen melakukan ritual cuci botol jin.
Karen menganggukkan kepalanya malu-malu tanda ia menyanggupi ajakan Adam.
Dan malam ini mereka melakukan ritual cuci botol bukan hanya dua kali, melainkan berkali-kali. Adam hanya membiarkan Karen istirahat hanya satu jam, setelah itu Adam mengajaknya Karen melakukan ritual cuci botol dan begitu lah sampai suara ayam berkokok.
✨✨✨
Setelah seminggu berada di kota B untuk berbulan madu, akhirnya Adam dan Karen pun pulang ke ibukota menyusul pak Zidane yang sudah ada di ibukota terlebih dahulu. Sengaja pak Zidane pulang lebih dulu, selain karena harus mengurus perusahaannya yang ada di ibukota, pak Zidane juga ingin membiarkan anak dan menantunya berbulan madu dengan nyaman.
__ADS_1
Begitu sampai di bandara, Adam dan Karen pun langsung masuk ke dalam mobil yang di suruh pak Zidane untuk menjemput mereka di bandara.
Kini mobil yang membawa Adam dan Karen sudah sampai di halaman rumah mewah pak Zidane. Adam dan Karen pun turun dari dalam mobil, ketika mobil itu terparkir sempurna di halaman rumah.
Mata Adam membelalak terpukau melihat kemegahan rumah pak Zidane yang ukuran dari luar saja tiga kali lipat dari rumah pak Zidane yang ada di kota P.
"Ini gimana bersihinnya? Kalau main minta umpet disini mah, tiga hari tiga malam gak bakal ketemu." Begitu lah gumaman Adam dalam hati.
Melihat Nona Muda dan Tuan Muda nya sudah sampai, Bik Narti pun cepat-cepat menghampiri Adam dan Karen.
Selama seminggu Adam dan Karen bulan madu, Bik Narti di minta ikut pulang oleh pak Zidane dan tidak perlu mengurusi makanan Karen, karena pak Zidane sudah memberitahu makanan apa saja yang boleh Karen makan dan tidak boleh pada Adam dan mengingatkan Adam akan obatnya Karen yang harus di minum setiap hari.
Sengaja pak Zidane melakukan itu agar Adam terbiasa mengurus Karen sekaligus untuk melatih Adam menjadi suami siaga untuk putri nya.
"Selamat datang Nona Karen, Tuan Adam." Sapa Bik Narti.
"Bik Narti... Karen kangen." Karen langsung memeluk Bik Narti dengan sangat erat karena sangat merindukan babysitternya itu.
"Bibik juga kangen Non. Ayo masuk Non." Bik Narti pun menggiring Karen untuk masuk ke dalam rumah. Sedangkan Adam mengikuti Karen dan Bik Narti dari belakang.
Sambil mengikuti Bik Narti dan Karen dari belakang, mata Adam sambil clingak-clinguk melihat interior dan barang-barang antik yang ada dirumah papa mertuanya itu.
"Mau langsung ke kamar atau mau duduk-duduk di ruang keluarga dulu Non?" Tanya Bik Narti.
"Kak, mau langsung ke kamar atau duduk di ruang keluarga dulu." Karen malah bertanya balik pada Adam.
"Di ruang keluarga dulu aja deh sayang, kalau langsung ke kamar, hawa nya pengen ritual mulu." Jawab Adam ceplos. Ia tak sadar kalau saat ini ada Bik Narti di tengah-tengah mereka.
"Ikh.. kak Adam, ada Bik Narti!!" Omel Karen sambil menepuk lengan suaminya pelan.
Sedangkan Bik Narti hanya tersenyum tipis mendengar kata-kata Adam.
"Ya udah Nona Karen sama Tuan Adam silahkan ke ruang keluarga, Bibik ke dapur dulu, buatin teh untuk Nona Karen sama Tuan Adam." Ucap Bik Narti.
Bik Narti pun berlalu dari hadapan Karen dan Adam. Setelah Bik Narti pergi dari hadapan mereka, baru lah Karen mengajak Adam masuk ke ruang keluarga.
BERSAMBUNG...
__ADS_1