Oh..Dokter Lucky

Oh..Dokter Lucky
Bab 41


__ADS_3

Dan aksi Lucky benar-benar membuat seluruh tubuh Ayu menegang, menggeliat, menggelepar karena nikmat. Tapi sayangnya, saat Ayu sudah di awan-awan dan siap di bawa terbang oleh rudal suaminya, suaminya belum merasakan apa-apa, rudal pun masih dalam mode off.


Dan itu membuat Lucky frustasi, disaat ia frustasi tiba-tiba saja bayangan Billy muncul lagi di kepalanya. Sontak mulut dan jemari Lucky menghentikan aksinya. Ia langsung mengambrukkan tubuhnya disamping Ayu.


"Aaaarrrgh...!!!!" Geram Lucky karena belum bisa menghapus bayangan Billy.


Ayu mencoba manahan rasa kesalnya karena lagi dan lagi suaminya menghempaskan dirinya dari atas awan. Ia memejamkan matanya sambil mengatur nafasnya. Sambil perlahan menurunkan kembali lingerie yang sempat suaminya naikkan sampai leher.


Setelah emosi dan hasratnya sudah terkontrol, Ayu membuka matanya dan menoleh ke arah sang suami.


"Mas..." lirih Ayu.


"Maaf Yu.." jawab Lucky sambil menatap langit-langit kamar, ia tak berani melihat wajah istrinya.


Ayu tau saat ini pasti suaminya sedang merasa frustasi sekaligus malu. Ayu pun berbesar hati mendekati suaminya dan langsung memberi pelukan hangat untuk sang suami, walau sebenarnya Ayu ingin sekali menjitak kepala Lucky dan menjitak mesin rudal agar bisa on, agar bisa memberi tembakan kenikmatan di dalam Lubang BuAyu hingga membuatnya terlempar ke langit ke tujuh.


"Gak pa-pa mas, namanya juga usaha. Kita coba besok lagi yah. Manatau karena mas Lucky dalam keadaan capek juga makanya rudalnya belum bisa on." Ucap Ayu menenangkan sekaligus memberi semangat untuk suaminya.


"Tapi Yu, aku kasihan sama kamu, pasti kamu nanggung banget kan."


"Gak pa-pa mas. Udah yah, gak usah di pikirin lagi. Kita tidur yuk."


Lucky menggeleng, ia menolak untuk tidur sebelum bisa mengantar istrinya itu ke puncak klimakstation.


"Gimana kalau aku puasin pake jari?" Tanya Lucky.


"Ish..aku masih perawan mas!!! Masa iya keperawanan aku di ambil sama jari mas, bukannya puas nanti malah geli-geli di dalam. Gak mau pokoknya aku mau nunggu rudalnya mas aja." Tolak Ayu.


"Ta.."

__ADS_1


"Kalau aku bilang gak pa-pa, yah gak pa-pa loh mas, udah ayo tidur, besok kan udah mulai terapi, jadi mas gak boleh kurang tidur dan stress."


Lucky pun mengalah, tak ada lagi percobaan season dua, mereka pun memutuskan untuk tidur.


✨✨✨


Sebulan sudah Lucky dan Ayu berada di London, visa mereka pun juga sudah di perpanjang sebulan lagi. Dan sudah sebulan juga Lucku melakukan terapi, meski secara psikologis Lucky sudah mulai ada perubahan namun tetap saja si Rudal belum bisa sadar dari siuman. Pernah suatu saat sadar sebentar, namun begitu di hadapkan dengan lubang BuAyu langsung terkapar lagi.


Meski begitu, Ayu dan Lucky tidak putus asa untuk terus memberi stimulasi pada si Rudal. Ibarat kata, si Rudal itu adalah anak kecil yang autis yang harus mendapat stimulasi khusus baik dari luar maupun dari dalam. Di elus, di pijat, di unyel-unyel sampai rudal di bikin lolipop pun juga sudah mereka usahakan sesuai dengan petunjuk dokter.


Waktu sudah menunjukkan pukul empat sore waktu London, Lucky dan Ayu juga baru pulang terapi satu jam yang lalu. Dan sekarang mereka sedang berada dalam kamar tidur mereka, sedang melakukan stimulasi pada rudal Lucky.


"Aaakh...mas...udah mas..udah.." racau Ayu saat Lucky yang berusaha keras memasukkan rudalnya yang masih menciut ke dalam lubang Buayu.


"Sabar Yu, manatau bisa.." jawab Lucky yang tak mengenal putus asa.


Lucky pun kembali mengunyah bibir Ayu sambil tangannya mengunyel-unyel kue Yucur untuk memberi stimulasi pada si Rudal dan di bawah sana ia juga menggesekkan rudalnya di depan pintu lubang Buayu.


"Auw..mas...udah mas, kalau gak bisa gak usah dipaksa." Ringis Ayu.


Lucky tak menghiraukan ringisan Ayu, ia merasa sudah sangat frustasi dengan keadaan rudalnya yang hanya sanggup tak kurang dari lima menit, dan begitu di hadapkan dengan lubang tempat seharusnya sang rudal bernaung, eh...malah menciut.


"Aaaarrrrrgggh!!!" Teriak Lucky sambil mengambrukkan tubuhnya kasar di sebelah Ayu. Ia menyerah.


Setalah suaminya ambruk di sebelahnya, Ayu menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, ia pun mulai mengatur nafasnya. Kemudian ia menoleh ke sebelahnya di mana sang suami juga sedang mengatur nafasnya sambil memejamkan matanya.


Tak lama Lucky bangkit dari atas tempat tidur. Ayu pikir suaminya ingin ke kamar mandi tapi..


Bugh...bugh..bugh..Prang.

__ADS_1


Sofa, lemari, ranjang, Lucky tendang, bahkan sampai lampu tidur pun Lucky banting.


"Astaga mas Lucky." Pekik Ayu. Cepat-cepat Ayu menggulung selimut di tubuhnya dan berjalan menghampiri Lucky yang sedang memukul tembok.


"Mas...udah mas, jangan kayak gini, jangan siksa diri kamu kayak gini mas. Berhenti mas!!!" Teriak Ayu agar suaminya itu berhenti memukuli tembok.


Lucky pun berhenti memukul tembok.


Ayu menghela nafasnya lega kemudian berjalan mendekati sang suami yang terlihat masih mengepalkan tangan dan menggertakkan gigi. Meski sebenarnya Ayu sangat takut mendekati suaminya yang dalam keadaan seperti ini karena ini kedua kalinya ia melihat sang suami mengamuk seperti ini, tapi Ayu tetap memberanikan diri untuk mendekati suaminya.


"Mas..." Lirih Ayu sambil berusaha membuka kepalan tangan suaminya, kemudian menggenggam tangan itu.


"Sabar yah mas, semua kan butuh proses." Ucap Ayu menenangkan.


"Yu..." Lucky langsung memeluk tubuh istrinya sangat erat dan menumpahkan airmatanya di pelukan sang istri.


"Kayaknya aku gak akan bisa sembuh deh Yu. Aku gak akan bisa jadi suami yang kamu idam-idamkan, maafin aku Yu..maafin.."


"Kok mas Lucky ngomong gitu sih? Inget gak dokter bilang apa? Dokter bilang kan mas Lucky harus berpikir positif, biar energi negatif dalam diri mas Lucky akan hilang dengan sendirinya. Mas Lucky pasti bisa sembuh kok, Ayu yakin mas Lucky akan jadi suami yang sangat perkasa. Tapi mas Lucky harus sabar, tenang, dan selalu berpikir positif biar semua usaha kita, usaha bang Lingga dan bang Leo juga gak sia-sia." Ucap Ayu sambil mengelus punggung suaminya.


Perlahan Ayu melepaskan pelukan suaminya.


"Aku siapin air buat mas berendam yah. Mas tenangin pikiran mas aja dulu dengan berendam dan menghirup aroma terapi." Ucap Ayu lagi.


Lucky diam, tak menjawab juga tak mengangguk.


Ayu pun mulai melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


Namun saat langkah kakinya baru membuka pintu kamar mandi, tiba-tiba saja Lucky mengangkat tubuh Ayu dari belakang dan masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2