Oh..Dokter Lucky

Oh..Dokter Lucky
Bab 67


__ADS_3

Enam bulan berlalu.


Billy pun sudah mendekam di penjara dengan berbagai pasal berlapis yang di jatuhkan padanya, Billy mendapat vonis hukuman seumur hidup. Apalagi ternyata setelah di periksa, Billy juga seorang pecandu narkoba.


Sangat di sayangkan memang seorang dokter namun memiliki penyimpangan sekaligus pecandu narkoboy.


Setelah mendapatkan pukulan membabi buta dari Lucky, terong Billy pun mengalami koma, dan banyak tulang-tulang Billy yang mengalami retak yang membuat Billy mengalami kelumpuhan. Itulah ganjaran yang harus Billy dapatkan karena membuat singa jantan mengamuk, singa jantan yang sudah mengasah taring dengan memakan daging.


Rahasia tentang Lucky yang pernah mengalami penyimpangan pun sudah di ketahui keluarga Ayu. Dan untungnya keluarga Ayu bisa menerima kondisi Lucky dulu, karena melihat hubungan Lucky dan Ayu yang sudah membaik dan Lucky pun juga sudah sembuh dari penyimpangannya. Apalagi Lucky sudah bucin akut sekarang pada Ayu.


Meninggalkan Billy yang sedang sekarat karena lumpuh dan sakau karena tidak mendapatkan asupan narkoboy dan keluarga Ayu yang sudah menerima Lucky dengan segala kekurangan dan kekhilafannya di masa lalu, ada Ayu yang sedang tegang karena menunggu hari untuk melahirkan. Dan hari ini sudah tiga hari lewat dari hari perkiraan lahir.


Lucky pun sudah mengungsikan Ayu di rumah orangtuanya, orangtua Ayu pun sudah datang dari seminggu yang lalu dan ikut tinggal di rumah orangtua Lucky.


Mengikuti saran dan anjuran dokter kandungan, yang menyarankan agar Lucky sering-sering memberikan vaksin pada Ayu, dan membuang oli rudal di dalam lubang BuAyu, begitulah yang Lucky lakukan pagi ini.


Jam dinding masih menunjukkan pukul enam subuh, Lucky sudah memberikan vaksin pada istri semata wayangnya.


"Ough..mmmh..ah.." desauan seksi keluar dari mulut keduanya saat Lucky memompa Ayu dengan lembut dengan gaya gerobak sodornya.


"Aku cinta kamu Yu.." racau Lucky sambil memompa istrinya, dan tangannya ikut bermain dengan kue Yucur istrinya.


"Aku juga mas." Balas Ayu.


"Katakan kamu mencintai ku, ayo katakan." Lucky menaikkan gerakan pompaannya.


"Aah..a-aku ssh..cin-ta ah..kamu m-mas ssh." Ucap Ayu terbata-bata karena hujaman rasa nikmat.


Merasakan oli dalam rudal ingin keluar, Lucky pun mempercepat gerakan pinggulnya.


"Ah...mas aku.." racau Ayu saat dirinya sudah hampir tiba di puncak klimakstation.


"Sebut nama ku Yu saat pelepasan." Ucap Lucky yang tau istrinya sudah hampir tiba di puncak kenikmatan.


"Arrghh..mas Lucky.." Akhirnya, Ayu pun tiba lebih dulu dari suaminya.


Tak sampai tiga menit, Lucky pun menyusul Ayu di puncak klimakstation.

__ADS_1


"Aargh...Ayu.." erangan panjang keluar dari mulut Lucky sambil menahan pinggul istrinya untuk memperdalam benaman rudal yang ada di dalam lubang kramat. Dan pagi ini dedek bayi sudah lebih dulu di keramas oleh papa Lucky.


Setelah semua oli keluar dari dalam rudal dan rudal pun kembali menciut seperti lemper, barulah Lucky mengeluarkan rudalnya dari dalam lubang kramat istrinya.


Ayu pun terbaring lemas di atas ranjang begitu Lucky mengeluarkan rudalnya. Sama dengan Ayu, Lucky pun ikut membaringkan tubuhnya di sebelah Ayu. Bagaimana tidak lemas kalau sebelum ronde pertama di pagi ini, Lucky sudah empat kali memberikan vaksin pada Ayu di malam harinya. Kue Yucur yang mengembang, bokong yang semakin padat dan lubang kramat yang semakin tembem membuat Lucky semakin gemas dan ingin terus memberikan vaksin pada istrinya.


Lucky mendekati tubuh Ayu yang membelakanginya, memeluk tubuh istrinya dari belakang, semenjak perut Ayu menggembung, agak susah untuk Lucky memeluk istrinya dari depan karena terganjal dengan perut, tapi itu tak masalah, jadi belakang pun jadi lah. Jadi kalau rudalnya tiba-tiba on lagi, Lucky tidak perlu susah payah, ia tinggal langsung menancapkan rudal ke dalam lubang kramat dari arah belakang.


Cup. Cup. Cup. Kecupan bertubi-tubi Lucky berikan di leher kemudian punggung istrinya.


"Ikh..mas Lucky geli akh." Ucap Ayu sambil menggeliat.


Tapi Lucky tak menghiraukan rasa geli Ayu dan terus menciumi tubuh belakang istrinya.


"Mas..udah akh, nanti on lagi rudalnya. Aku capek mas." Omel Ayu.


"Terlambat Yu, udah on lagi ini." Bisik Lucky di telinga istrinya.


Dari belakang, Lucky kembali mengarahkan rudalnya menuju lubang kramat istrinya.


Lucky mengernyitkan keningnya, rudal belum masuk kenapa istrinya sudah meringis.


"Kenapa sayang?" Tanya Lucky sambil mendudukkan tubuhnya untuk melihat wajah istrinya.


"Perut aku keram." Ringis Ayu lagi.


Lucky pun memegang perut Ayu. Niatnya ingin mengusap perut sang istri, tapi saat Lucky memegang perut Ayu, Lucky menjadi panik karena perut istrinya sudah mengeras.


Sepertinya bayi di dalam perut Ayu sedang berusaha mendorong keluar.


"Udah dari kapan kamu ngerasain sakit ini?" Tanya Lucky, takut-takut yang di alami istrinya hanya kontraksi palsu.


Udah dari semalem mas. Tapi ini sakit nya kok makin sering yah.


"Kok kamu gak bilang? Jadi pas tadi kita main gerobak sodor tadi kamu juga ngerasain sakit?"


Ayu menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Kenapa kamu gak bilang sih Yu." Geram Lucky.


"Habisnya sakitnya bercampur enak mas." Jawab Ayu.


Lucky menggelengkan kepalanya tak percaya dengan jawaban yang di berikan istrinya.


"Buka kaki mu. Biar aku periksa udah pembukaan berapa." Perintah Lucky mencoba untuk tenang dan menganggap yang ada di hadapannya ini adalah pasiennya bukan istrinya.


"Emang mas Lucky tau cara lihat pembukaan?"


"Dulu sebelum ambil spesialis bedah, semua spesialis udah aku coba, jadi aku tau cara-caranya. Udah cepet jangan banyak tanya."


Ayu pun membuka kakinya lebar.


Lucky pun turun dari tempat tidur dalam keadaan polos untuk mengambil handscoon yang ia simpan di dalam laci nakas. Handscoon yang selalu ia gunakan untuk menyuntikkan obat penguat kandungan waktu kejadian enam bulan yang lalu.


Lucky pun memakai handscoon itu di tangannya dan kembali berjalan mendekati Ayu.


"Tarik nafas." Perintah Lucky pada Ayu.


Ayu pun menarik nafasnya. Dan secara bersamaan, Lucky memasukkan dua jarinya kedalam lubang kramat istrinya.


"Pembukaan tiga." Lirih Lucky.


Setelah selesai melakukan cek VT atau Vagi•na Touch, Lucky pun mengeluarkan dua jarinya, kemudian membuka handscoonnya dan membuangnya ke tempat sampah.


"Kita harus ke rumah sakit sekarang. Udah pembukaan tiga." Ucap Lucky.


"Yang bener mas?" Tanya Ayu sepertinya meragukan sang suami.


"Kamu gak percaya sama aku?" Tanya Lucky sambil berjalan mendekati Ayu yang masih berbaring di atas ranjang.


"Percaya kok." Lirih Ayu.


Tanpa banyak bicara lagi, Lucky langsung menggendong Ayu dari atas ranjang menuju kamar mandi.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2