Oh..Dokter Lucky

Oh..Dokter Lucky
Bab 60


__ADS_3

Waktu pun berlalu, jam dinding sudah menunjukkan pukul sebelas malam, Lucky belum juga pulang. Berkali-kali Ayu menghubungi ponsel suaminya tapi tidak pernah Lucky menjawab panggilannya.


Dan itu membuat kegelisahan yang sedari tadi Ayu coba redam menjadi membuncah.


Ayu pun turun dari atas ranjang dan berjalan ke ruang ganti untuk mengganti sleepwearnya dengan kaos dan celana kulot serta outer panjang. Ia ingin menyusul suaminya kerumah sakit. Dari pada ia mati penasaran di dalam rumah, lebih baik ia memastikan sendiri keberadaan suaminya di rumah sakit, apa benar suaminya bekerja atau suaminya kembali mengkambing hitamkan pekerjaan agar bisa bermain anggar.


"Mau kemana bu?" Tanya Sonia yang baru masuk di kamar Ayu sehabis mengambil minum di lantai bawah.


"Mau kerumah sakit."


"Nyusul pak Lucky?"


Ayu menganggukkan kepalanya.


"Ta-.."


"Udah cepet anter saya." Tak ingin mendengar ceramah Sonia, Ayu langsung menarik tangan Sonia.


Dan mau tak mau Sonia pun mengikuti apa maunya Ayu.


Mereka pun pergi kerumah sakit tempat Lucky bekerja dengan menggunakan mobil yang Lucky belikan untuk Ayu, walaupun Ayu tidak bisa mengendarai mobil.


Lima belas menit kemudian mereka pun sampai di rumah sakit.


Cepat-cepat Ayu turun dari mobil dan berlari.


Melihat istri bos nya itu berlari, Sonia pun cepat-cepat turun dari mobil, sangking paniknya ia sampai lupa mengunci mobil Ayu.


"Bu...jangan lari." Teriak Sonia saat melihat istri bos nya itu berlari. Ayu yang lari, jantung Sonia yang copot.


Ayu tak memperdulikan peringatan Sonia dan terus berlari masuk ke dalam gedung rumah sakit.


"Suami saya ada?" Tanya Ayu dengan nafas yang terengah-engah saat sampai di bagian informasi.


"Suami ibu? Nama suami ibu siapa yah" Tanya pegawai rumah sakit yang tak mengenal Ayu.


"Lucky. Dokter Lucky."


"Oh...dokter Lucky. Dokter Lucky masih..." belum sempat pegawai rumah sakit itu menyelesaikan bicaranya, Ayu sudah pergi meninggalkan meja informasi.


Ayu kembali berlari mencari keberadaan ruang operasi.


"Bu..jangan lari bu, ingat ibu lagi hamil." Sekali lagi Sonia memberi peringatan pada Ayu.


Dua kali di beri peringatan, dua kali juga Ayu tak menggubris, ia tetap saja berlari mencari keberadaan ruang operasi di rumah sakit itu.


Setelah berputar mencari ruang operasi melalui papan petunjuk, akhirnya ruang operasi yang Ayu cari akhirnya ditemukan juga.

__ADS_1


Saat Ayu sampai di depan ruang operasi, ternyata Lucky sedang berbicara pada keluarga pasien.


"Mas..." panggil Ayu dari kejauhan dengan suara bergetar dan nafas yang terengah-engah.


Mendengar suara yang sangat ia kenal, Lucky pun menoleh ke arah sumber suara.


"Ayu..." lirih Lucky dengan mata yang membulat.


Tanpa permisi pada keluarga pasien yang baru saja ia operasi, Lucky langsung berlari ke arah Ayu.


Untung saja ada dokter lain disamping Lucky, jadi tugas Lucky untuk menjelaskan keadaan pasien pun langsung di ambil alih oleh dokter itu.


"Mas..." Ayu pun berlari menghampiri Lucky dan langsung memeluk suaminya dengan erat.


"Aku pikir kamu bohongin aku mas, aku takut kejadian dulu terulang lagi." Ucap Ayu sambil terisak dalam pelukan suaminya.


"Kok kamu punya pikiran gitu sih Yu." Balas Lucky sambil mengelus rambut istrinya.


"Habis kamu gak jawab telpon aku."


Lucky hanya bisa menghela nafasnya. Mau menjelaskan pun takutnya nanti jadi melebar kemana-mana.


"Kita keruangan aku yuk." Ucap Lucky sambil menjauhkan tubuh istrinya.


Ayu menganggukkan kepalanya.


"Aaauw.." ringis Ayu sambil memegang perutnya. Ia merasakan keram di bagian bawah perutnya.


Jelas saja hal itu membuat Lucky panik.


"Kamu kenapa?" Tanya Lucky dengan raut wajah panik.


"Pe-rut a-ku ke-ram mas." Jawab Ayu terbata-bata menahan sakit.


Tanpa banyak bertanya lagi, Lucky yang sudah panik level akut langsung menggendong tubuh istrinya ala bridal style menuju ruang ugd.


Setelah sampai ruang ugd, Lucky langsung membaringkan tubuh istrinya di ranjang pembaringan. Lalu meneriaki perawat untuk mengambil alat-alat untuk melakukan pemeriksaan pada Ayu dan memerintahkan perawat yang lain untuk memanggil dokter kandungan yang dinas malam.


Tak lama perawat yang Lucky perintah membawa alat pemeriksaan pun datang membawa alat pemeriksaan dan selang beberapa waktu perawat yang Lucky perintah untuk memanggil dokter kandungan juga datang dengan dokter kandungan yang berdinas malam itu.


"Permisi dokter Lucky, biar saya periksa dulu." Ucap dokter kandungan yang berjenis kelamin wanita.


Lucky pun mundur beberapa langkah untuk memberi ruang pada dokter kandungan itu memeriksa istrinya.


"Gimana istri saya? Kandungannya gimana?" Tanya Lucky panik pada dokter kandungan.


"Sepertinya istri dokter Lucky kelelahan dan syok makanya membuat perutnya jadi keram. Untuk mengetahui apa kandungannya baik-baik saja, kita periksa lewat usg yah dok." Jawab dokter wanita itu.

__ADS_1


"Lakukan dok." Perintah dokter Lucky.


Dokter kandungan itu pun menganggukkan kepalanya dan meminta perawat untuk mempersiapkan ruang usg.


Kini mereka sudah berada di ruang usg.


Dokter kandungan menuangkan gel di atas perut Ayu untuk melihat apakah janin yang ada dalam rahim Ayu tidak bermasalah.


Dokter kandungan pun bernafas lega.


"Anak saya gak pa-pa kan dok?" Tanya Ayu dengan suara bergetar, takut terjadi apa-apa dengan anaknya.


"Gak usah khawatir buk, janin ibu baik-baik aja kok. Tapi saya harap ibu jangan stres yah, biar janin ibu berkembang dengan baik." Jawab dokter kandungan itu.


Mendengar itu Ayu dan Lucky bernafas lega.


"Apa istri saya harus di rawat?" Tanya Lucky.


Dokter kandungan menggelengkan kepalanya.


"Gak perlu dok, saya akan resepkan vitamin dan obat penguat kandungan. Nanti kalau infus nya habis, istri dokter Lucky sudah bisa pulang." Jawab sang dokter kandungan.


"Baik lah dok."


Lucky pun menggendong Ayu dari atas ranjang periksa dan mendudukkan Ayu di kursi roda, mereka pun kembali ke ruang ugd.


Cup. Lucky mengecup kening istrinya setelah membaringkan sang istri di atas ranjang pasien.


"Kamu istirahat yah, aku urus administrasi dulu." Ucap Lucky.


Ayu menganggukkan kepalanya. Ia pun mulai memejamkan matanya.


Melihat Ayu memejamkan mata, Lucky pun keluar dari bangsal tempat Ayu terbaring.


"Kamu disini dulu. Saya urus administrasi dulu." Ucap Lucky pada Sonia.


"Baik pak."


Lucky pun melangkahkan kakinya menuju loket pembayaran untuk mengurus biaya rumah sakit Ayu sekaligus menebus vitamin dan obat penguat kandungan yang sudah di resepkan untuk Ayu bawa pulang ke rumah nanti.


Setelah urusan administrasi selesai, Lucky pun kembali ke bangsal tempat Ayu terbaring menghabiskan infusnya.


"Kamu pulang duluan aja, biar saya sendiri yang jaga istri saya." Ucap Lucky pada Sonia.


"Baik pak." Sonia pun pergi meninggalkan bangsal tempat Ayu terbaring.


Setelah Sonia pergi, Lucky pun masuk ke dalam bangsal Ayu dan duduk di kursi yang ada di sebelah pembaringan istrinya.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2