
Sedangkan di dalam apartemen, setelah Lucky keluar dari dalam apartemen, Ayu langsung menutup pintu dan berlari ke dalam kamar.
"Ya ampun Ayu!!!! Kamu ngapain sih pake acara nyosor mas Lucky duluan!!! Kalau mas Lucky mikir kamu perempuan gatel gimana?!! Bodoh kamu Yu...bodoh!!!" Ayu mengumpat dirinya sendiri sambil mengetuk-ngetuk kepalanya pelan di pintu kamar.
Namun tak lama, ia sadar kalau sekarang dirinya dan Lucky sudah sah berstatus suami-istri.
"Kenapa aku harus malu? Kan mas Lucky suami aku, lagian tadi kan yang aku sosor pipinya bukan bibirnya." Kata Ayu lagi pada dirinya sendiri.
"Walaupun kami menikah karena terpaksa, tapi bukan berarti kami gak bisa membangun cinta di rumah tangga kami. Mulai sekarang, aku akan belajar mencintai mas Lucky dan berusaha membuat mas Lucky mencintai aku. Aku yakin, pasti sekarang mas Lucky udah punya perasaan sama aku, karena kalau gak, gak mungkin mas Lucky baik dan perhatian sama aku dan keluarga aku. Kalau gitu, biar hati mas Lucky makin mantap sama aku, besok aku akan masakin makanan spesial untuk mas Lucky." Ucap Ayu memberi semangat untuk dirinya sendiri.
"Kira-kira apa yah makanan kesukaan mas Lucky? Aku tanya mama Tyas aja deh.." Ayu pun berhenti bergumam dan berjalan menuju nakas dimana ponselnya berada.
Ayu pun melakukan ke nomor mama mertuanya itu dan menanyakan makanan kesukaan suaminya dan makanan yang paling tidak di suka suaminya.
Setelah mendapat informasi dari sang mama mertua, Ayu pun mengakhiri panggilan teleponnya. Setelah panggilan telepon berakhir, Ayu pun beranjak dari tempatnya berdiri dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Karena sekarang ia berniat ingin pergi ke supermarket untuk membeli bahan-bahan yang akan ia pakai untuk masak. Ayu berencana akan menyiapkan makanan spesialnya sebelum suaminya pulang bekerja.
✨✨✨
Kini Ayu sudah berada di salah satu mall terbesar di ibukota.
"Oh..iya tadi mas Lucky ngasih aku dua kartu debit berapa yah isi nya." Gumam Ayu.
Karena penasaran dengan isi dari dua kartu debit yang Lucky berikan, Ayu pun memilih untuk mengecek isi dua kartu debit yang suaminya itu berikan.
Ayu pun berjalan menuju mesin atm, sesampainya di mesin atm, Ayu langsung mengeluarkan dua kartu debit yang Lucky berikan dari dalam dompetnya. Kemudian ia memasukkan kartu debit yang Lucky berikan khusus untuk belanja.
Mata Ayu membelalak saat melihat angka-angka yang tertera di dalam layar mesin atm. Matanya mengerjap berulang kali hanya untuk memastikan kalau angka yang ia lihat itu nyata. Karena ternyata Lucky mengisi kartu debit khusus untuk belanja itu sebesar lima puluh juta.
"Astaga mas Lucky...kok banyak banget sih ngasih duit untuk belanja. Orang kita cuma berdua aja kok, tapi ngasih duitnya udah kayak punya anak dua aja." Protes Ayu.
__ADS_1
Ayu pun mengeluarkan kartu debitnya dari dalam mesin atm, dan memasukkan kartu debit kedua yang Lucky berikan yang di khususkan untuk keperluan pribadi Ayu.
Sama seperti saat melihat isi kartu debit yang pertama, mata Ayu kembali membulat saat melihat angka-angka yang tertera di layar mesin atm. Karena jumlahnya sama dengan jumlah yang ada di kartu debit pertama.
"Ya ampun mas Lucky, kamu tuh jadi suami mau manjain istri banget yah, sampe-sampe ngasih uang untuk keperluan pribadi aku sebanyak ini. Kan udah aku bilang kalau aku orangnya gak suka belanja, gak ngerti beli barang-barang branded. Tapi kalau kamu ngasih uang sebanyak ini, ini mah sama aja kamu nyuruh istri mu mempelajari barang-barang branded mas." Protes Ayu lagi.
Tapi Ayu juga tak mau munafik, meski mulutnya melayangkan protes karena Lucky memberikan banyak uang padanya, namun hatinya tak bisa berbohong. Ia sangat senang dengan jumlah uang yang ada di dua kartu debit yang suaminya berikan itu.
Setelah selesai mengecek isi dua kartu debitnya, Ayu pun kembali berjalan melanjutkan tujuannya datang ke mall tersebut. Namun hanya satu yang bertambah, setelah melihat isi dua kartu debitnya, Ayu berencana ingin memanjakan mata sang suami dengan membeli beberapa helai baju dinas peranjangan koleksi dari Victoria's Secret.
Bahan untuk memasak sudah lengkap, baju dinas peranjangan pun sudah Ayu beli. Dengan menaiki taksi online, Ayu pulang ke apartemen Lucky yang kini menjadi tempat tinggal dirinya juga.
Tidak sampai setengah jam, taksi online yang Ayu naiki sampai di gedung apartemen tempat tinggalnya. Setelah membayar ongkos taksi sesuai tarif, Ayu pun keluar dati dalam taksi dengan membawa beberapa kantong plastik yang berisi bahan-bahan makanan dan satu papper bag yang berisi dua helai baju dinas.
Ayu pun menaiki lift untuk membawanya naik ke lantai dimana unit apartemennya berada.
Ting. Pintu lift terbuka.
Ayu pun keluar dari dalam lift dan berjalan menuju unit apartemennya.
Ayu meletakkan papper bag yang berisi baju dinas peranjangan di atas sofa, kemudian dengan membawa beberapa kantongan yang berisi bahan-bahan untuk memasak ke dalam dapur dan menyusun bahan-bahan itu ke dalam kulkas. Setelah semua beres, baru lah Ayu kembali ke ruang tamu dimana ia meletakkan papper bag nya itu di atas sofa.
Setelah papper bag berada di tangan Ayu, cepat-cepat ia masuk ke dalam kamar. Ia sudah tidak sabar melihat penampakan dirinya memakai baju dinas peranjangan.
Ayu pun mulai mengganti baju yang ia pakai dengan baju dinas peranjangan. Kemudian ia berjalan mendekati cermin dan melihat penampakan dirinya yang memakai baju dinas.
"Wuaaaah...seksi banget ini. Apa ini gak terlalu berlebihan? Apa nanti mas Lucky bakalan suka atau malah jadi jijik lihat aku kayak gini?" Ucap Ayu saat melihat penampakan dirinya di cermin.
"Ah..bodo amat, pokoknya aku coba dulu. Kan niatnya baik mau nyenengin mata suami." Monolog Ayu di depan cermin.
Ayu melepas baju dinas peranjangan yang ia beli tadi dan kembali memakai baju rumahan.
__ADS_1
Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, di atas ranjang king size Ayu berguling kesana kemari karena tidak bisa tidur. Bukan karena ranjangnya yang tidak nyaman, mungkin karena belum terbiasa dengan suasana di kamar apartemen suaminya. Apalagi di hari pertama ia tinggal di apartemen suaminya, sang suami tidak menemaninya tidur malam.
"Telpon mas Lucky aja deh, manatau habis telponan sama mas Lucky aku bisa tidur." Ucap Ayu. Ia pun mengambil ponselnya yang ada di atas nakas dan mencari kontak sang suami.
Setelah nama sang suami muncul di layar ponselnya, Ayu pun melakukan panggilan video ke nomor sang suami.
Tuut..tuut..tuut.
Tulisan berdering di layar ponsel Ayu menandakan kalau suaminya itu sedang aktif di aplikasi chat.
Tapi sayangnya sampai nada panggil berakhir, Lucky tak kunjung menjawab panggilan Ayu.
Tak ingin putus asa, Ayu kembali melakukan panggilan ke nomor Lucky, namun lagi-lagi Lucky tidak menjawab panggilan Ayu. Ayu pun kembali melakukan panggilan sampai sepuluh kali, tapi hasilnya tetap sama, Lucky tak kunjung menjawab panggilan Ayu.
Ayu baru berhenti melakukan panggilan ke nomor suaminya, saat dirinya merasa bosan, capek dan dongkol sendiri.
Dan akhirnya, Ayu memilih untuk menonton drama korea di ponselnya sampai ia mengantuk dan tertidur sendiri.
Sedangkan di rumah sakit, Lucky yang sedang menyiapkan materi untuk seminar di kota B merasa sangat terganggu dengan panggilan yang Ayu lakukan.
Ingin menjawab tapi malas, tapi tidak di jawab, panggilan video Ayu terus menerornya.
Karena tidak ingin suara ponselnya menganggu konsentrasi, Lucky pun mensilent suara ponselnya dan melempar ponselnya keatas ranjang.
BERSAMBUNG...
LIKE
KOMEN
VOTE
__ADS_1
HADIAH
🙏🙏🙏