
Setelah selesai sarapan Karen pun mengantar Adam sampai ke halaman rumah.
Cup. Adam mengecup kening istrinya sebelum ia naik ke motor besarnya.
"Aku pergi yah." Pamit Adam.
Cup. Gantian kini Adam mengecup perut Karen.
"Papa pergi yah. Jangan minta makanan yang aneh-aneh, kasihan mama gak bisa makan makanan yang aneh-aneh. Minta makan buah-buahan aja yah." Ucap Adam di depan perut Karen.
Setelah itu Adam pun mengelus rambut Karen lalu naik ke atas motor.
"Dadah papa.." Ucap Karen sambil melambaikan tangannya.
Adam membalas lambaian tangan Karen sebentar lalu mengendarai motor besarnya keluar dari halaman rumah papa mertuanya.
Setelah suaminya itu pergi Karen pun masuk lagi ke dalam rumah.
"Loh Nona Karen gak ikut sama Tuan Adam?" Tanya Bik Narti.
"Gak Bik, lagi males, lemes banget badan Karen."
"Kirain Nona Karen mau ikut sama Tuan Adam, habisnya pakaiannya Nona Karen kayak gini. Bibi pikir tadi Nona Karen mau ikut audisi Chari Bellek."
"Ikh Bik Narti suka gitu. Chari Bellek udah bubar kali Bik." Jawab Karen sambil memanyunkan bibirnya.
"Ini tuh kerjaannya kak Adam. Dari kemaren kak Adam tuh suka banget ngepangin rambut aku, pakein aku baju-baju girly waktu jaman SMP, untung aja masih muat." Ucap Karen lagi.
"Kalau ini sih namanya Tuan Adam yang ngidam Non." Balas Bik Narti.
"Ngidam? Emang bisa laki-laki ngidam? Aku pikir cuma ibu hamilnya aja yang ngidam."
"Bisa lah Non. Itu namanya kehamilan simpatik. Kata orang sih kalau suami kita yang ngidam itu tandanya suami kita sayang banget sama kita Non."
"Gitu yah Bik? Berarti kak Adam sayang banget dong sama aku?"
"Ya iyalah Non, masa Nona Karen gak ngerasain kalau Tuan Adam sayang banget sama Nona? Semua pekerja disini aja bisa ngeliatnya kok."
Blush. Wajah Karen memerah merasa tersanjung dengan penilaian Bik Narti.
"Bibik permisi yah Non. Kalau ada apa-apa telpon aja, jangan turun. Nanti kita semua kena omel sama Tuan Adam."
Karen pun mengangguk.
Bik Narti pun pergi dari hadapan Karen untuk melanjutkan pekerjaannya.
Setelah Bik Narti pergi, Karen pun naik ke lantai atas menuju kamarnya.
✨✨✨
__ADS_1
Jam kerja pun berakhir, cepat-cepat Adam membereskan meja kerjanya dan ingin cepat-cepat pulang kerumah.
Tapi sebelum pulang kerumah, ia singgah dulu ke apotik untuk membeli APD untuk botol jin nya.
APD pun telah Adam dapatkan, ia pun hendak naik lagi ke atas motornya, tapi saat melihat toko yang menjual pakaian dan aksesoris anak-anak, entah kenapa Adam ingin sekali masuk ke dalam sana.
Adam pun melangkahkan kakinya menuju toko itu.
"Selamat sore pak, mau cari apa pak?" Sapa SPG wanita yang menggunakan bando kelinci berwarna pink saat Adam membuka pintu toko.
Melihat bando kelinci berwarna pink yang di pakai SPG itu, Adam pun tertarik.
"Bando yang kayak mbak pake ada?" Tanya Adam.
"Oh.. ada pak, mari ikut saya." Si SPG pun menunjukkan tempat dimana bando kelinci itu.
"Ini pak ada macam-macam bentuk bando. Ada yang bentuk mini mouse, ada yang bentuk kelinci, ada yang bentuk ibu peri." Ucap si SPG.
"Saya beli semua bentuknya deh mbak, masing-masing satu, semuanya lucu." Jawab Adam.
"Baik pak. Untuk anaknya yah pak?"
"Akh bukan, tapi untuk istri saya."
"Oh. Ada lagi pak yang mau di beli? Silahkan keliling-keliling dulu, manatau ada yang mau di beli lagi." Ucap si mbak SPG.
Adam pun berkeliling untuk melihat-melihat.
Dirasa semua yang menarik di matanya sudah masuk ke dalam keranjang, Adam pun membawa semua barang belanjaannya ke kasir dan membayarnya.
"Ini semua untuk istrinya pak?" Tanya SPG yang tadi melayani Adam.
"Iya. Istri saya itu masih sembilan belas tahun, barang-barang yang dia sukain masih barang-barang kayak gini mbak. Dia belum tau barang branded." Jawab Adam. Dia malah mengkambing hitamkan Karen, padahal dirinya lah yang ingin membelikan semua barang-barang itu untuk Karen.
"Oh.." mbak SPG dan mbak kasir hanya menganggukkan kepalanya mendengar kata-kata Adam.
Setelah selesai membayar, Adam pun keluar dari toko dan berjalan menuju motornya.
"Pasti Karen seneng deh lihat aku beliin dia barang yang lucu-lucu gini." Gumam Adam sambil menyalakan mesin motornya.
✨✨✨
Kini Adam sudah berada di rumah papa mertuanya.
"Mbak, Karen mana?" Tanya Adam pada salah satu pelayan di rumah papa mertuanya itu.
"Ada di kamarnya Tuan." Jawab pelayan itu.
"Dia gak turun naik-tangga kan hari ini?"
__ADS_1
"Tidak Tuan."
"Kalau makanan gimana? Apa dia minta makan yang aneh-aneh?"
"Tidak Tuan, Nona Karen hanya ingin di buatkan salad buah sama di belikan stroberi."
"Oh. Makasih yah mbak."
"Sama-sama Tuan."
Adam pun melanjutkan langkah kakinya menaiki anak tangga.
Ceklek. Adam membuka pintu kamar.
Karen yang sedang menonton film sambil mengemil buah stroberi pun menoleh ke arah pintu.
"Kakak udah pulang? Tumben cepet?" Tanya Karen heran karena biasanya suaminya itu baru sampai di rumah antara pukul setengah tujuh sampai pukul tujuh. Tapi ini baru pukul enam Adam sudah sampai di rumah.
"Kamu gak suka aku cepet pulang? Kalau kamu gak suka, biar aku pergi lagi nih." Jawab Adam.
"Eeh... suka kok. Gitu aja ngambek." Balas Karen.
"Kakak bawa apaan tuh?" Tanya Karen saat melihat papper bag yang ada di tangan Adam.
"Oh.. ini. Tadi aku singgah di apotik beli APD, eh.. di deket apotik ada toko ini, ya udah aku masuk aja. Aku beliin aksesoris yang pasti kamu suka." Jawab Adam sambil memberikan papper bag itu pada Karen.
Entah kenapa perasaan Karen langsung tidak enak. Apalagi saat melihat nama toko yang tertera di papper bag. Yang pasti semua barang yang ada di toko itu barang-barang yang sangat girly.
Karen pun membuka perlahan papper bag itu.
"Tuh kan bener.." gumam Karen dalam hati saat melihat bando dengan berbagai macam bentuk.
Karen pun mengeluarkan satu persatu barang yang Adam beli.
"Aku mandi dulu yah." Ucap Adam di sela-sela aktifitas Karen yang sedang mengeluarkan barang-barang yang Adam beli.
Karen hanya menganggukkan kepalanya, ia terlalu shock dengan apa yang suaminya belikan untuknya.
Adam pun berjalan menuju kamar mandi.
"Ish kak Adam bener-bener deh!! Dia pikir aku masih anak SMP kali yah di beliin barang-barang kayak gini." Dumel Karen setelah suaminya masuk ke dalam kamar mandi.
"Apa kak Adam ngidam kayak yang di bilang Bik Narti?" Gumam Karen lagi saat teringat kata-kata Bik Narti tadi pagi.
Karen yang awalnya kesal karena Adam membelikannya barang-barang seperti anak SMP yang sedang puber, setelah mengingat kata-kata Bik Narti rasa kesalnya menguar begitu saja. Sekarang Karen malah senyam-senyum bahagia sambil mengelus perutnya.
"Lihat deh dek kelakuan papa kamu, lucu yah. Apa jangan-jangan ini kamu yang mau yah tapi minta nya sama papa?" Ucap Karen.
"Masih di dalam perut aja kamu udah manja sama papa, apalagi nanti kalau udah lahir, bisa-bisa apa-apa maunya sama papa." Ucap Karen lagi.
__ADS_1
"Gak pa-pa deh apa-apa maunya sama papa, biar papa kamu gak bisa macem-macem di luar sana." Ucap Karen sekali lagi.
BERSAMBUNG...