Oh..Dokter Lucky

Oh..Dokter Lucky
Bab 44


__ADS_3

Lucky mengernyitkan keningnya, mencerna kata-kata yang keluar dari mulut Ayu.


"Kamu cemburu sama Kiana?" Tanya Lucky menyelidik.


"Kenapa? Salah kalau aku cemburu saat suami ku lebih memilih mengobrol dengan wanita lain daripada ikut duduk di meja bersama ku?"


"Astaga Ayu...jelas salah lah!! Kamu kan tau aku.." belum selesai Lucky bicara, Ayu sudah memotong kata-kata Lucky.


"Oh..iya aku lupa, mas Lucky kan gak doyan perempuan, doyannya sama laki-laki.!!! Makanya, mas Lucky bebas bergaul dengan perempuan mana pun, mengobrol dengan perempuan mana pun tanpa harus mengerti bagaimana perasaan istrinya!!! Tapi giliran istrinya bersikap ramah sama laki-laki mas Lucky gak terima!! Sebenarnya mas Lucky marah bukan karena aku ramah sama laki-laki itu kan? Mas Lucky marah karena laki-laki itu juga incaran mas Lucky kan? Aku curiga, setiap mas Lucky mencumbu ku, mas Lucky masih membayangkan kekasih mas Lucky, makanya begitu mas Lucky sadar kalau aku yang sedang mas Lucky cumbu, rudal mas Lucky langsung off lagi." Sindir Ayu.


Lucky menganga mendengar ucapan Ayu.


"Kok kamu ngomong gitu Yu, kok kamu jadi bahas Billy lagi? Aku tau aku bukan laki-laki normal, tapi aku kan lagi berusaha Yu. Dan aku berani sumpah kalau aku tidak pernah membayangkan orang lain saat mencumbu mu."


"Udah lah mas gak usah sumpah-sumpah, bahasa tubuh mas itu sudah menunjukkan semuanya. Mas inget kan sama perjanjian kita? waktu mas Lucky tinggal dua bulan lagi, aku gak mau mas membuang waktu ku hanya untuk laki-laki yang gak akan pernah bisa memasukkan aku dalam hati, jiwa dan pikirannya!!"


Lucky menggertakan giginya, tangannya mengepal siap melayangkan tinju ingin meluapkan emosi bukan emosi dengan istrinya, justru sekarang Lucky emosi dengan dirinya sendiri karena sampai saat ini belum bisa menjadi laki-laki normal untuk membuktikan keseriusannya pada Ayu.


Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, Lucky keluar dari dalam kamar menuju ruang tamu, niatnya ingin keluar dari apartemen untuk menenangkan dirinya, tapi niatnya itu ia urungkan, karena takut Ayu akan berpikir macam-macam lagi kalau sampai dirinya keluar dari apartemen saat mereka sedang bertengkar. Alhasil, Lucky meluapkan emosinya dengan berteriak sambil menendang benda-benda yang ada di ruang tamu, bahkan Lucky juga membalikkan meja kaca di ruang tamu itu.


PRAAANG. Bunyi nyaring saat Lucky membalikkan meja kaca itu.


Di dalam kamar, Ayu hanya menutup telinganya saat mendengar suaminya berteriak frustasi. Ia mencoba untuk tidak memperdulikan suaminya, tapi tidak bisa. Apalagi saat Ayu mendengar suaminya meninju-ninju tembok, Ayu tidak sampai hati.

__ADS_1


Ayu pun keluar dari dalam kamar dan menghampiri suaminya yang sedang tantrum itu.


"Mas Lucky stop!!!" Teriak Ayu agar Lucky berhenti memukul-mukul tembok.


"Mau sampai kapan sih mas Lucky seperti ini? Kalau mas Lucky mengamuk seperti ini terus, aku akan langsung meninggalkan mas Lucky, gak perlu nunggu dua bulan!!" Ancam Ayu.


Mendengar ancaman Ayu, Lucky pun berhenti tantrum. Kemudian menyandarkan dirinya di tembok lalu perlahan merosot sampai terduduk di lantai.


Seperti bocah yang tidak di ajak main engklek, Lucky membenamkan wajahnya di atas lengannya yang bertumpu pada dengkulnya.


Ayu menghela nafasnya, kemudian perlahan ia berjalan mendekati Lucky, membuang emosi yang tadi sempat menguasainya.


"Mas.." lirih Ayu sambil mengusap kepala suaminya.


Sejenak mata mereka saling tatap, tak lama Lucky menarik tangan Ayu sampai istrinya itu terjatuh di pangkuan Lucky.


Lucky menangkup wajah Ayu dengan kedua tangannya, lalu mendekatkan wajahnya ke wajah sang istri. Ciuman pun Lucky daratkan di bibir Ayu, mengunyah bibir itu tipis-tipis. Ayu pun tak tinggal diam, ia juga membalas kunyahan bibir suaminya.


Perlahan Lucky melepaskan tautan bibir mereka untuk mengisi stok oksigen ke dalam paru-paru.


"Demi apapun Yu, aku sama sekali gak membayangkan laki-laki lain saat sedang mencumbu mu. Kamu percaya kan?" Tanya Lucky sembari mereka mengisi stok oksigen ke dalam paru-paru.


Ayu menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Melihat Ayu menganggukkan kepalanya, Lucky kembali mendaratkan bibirnya ke bibir Ayu dan kembali mengunyah tipis-tipis bibir istrinya itu.


Tak sampai tiga menit bibir mereka saling mengunyah, Lucky kembali melepas tautan bibir mereka.


"Maafin aku yah mas, udah ngomong kayak tadi. Aku.." Ayu tak melanjutkan kata-katanya saat jari telunjuk Lucky mendarat di bibirnya.


"Sst...gak usah dibahas lagi Yu. Lagian kamu gak salah, aku yang salah karena udah mikir yang enggak-enggak tadi tentang kamu." Ucap Lucky sambil menyelipkan rambut Ayu kebelakang telinga.


"Yu...jangan pernah tinggalin aku Yu, aku mohon." Lanjut Lucky dengan wajah memohon seperti anak-anak yang minta ikut ke pasar dengan ibunya.


Belum sempat Ayu menjawab, Lucky kembali mengunyah bibir istrinya. Kunyahan yang awalnya tipis-tipis lama kelamaan semakin rakus. Tangannya juga mulai menjalar ke balik dress yang Ayu pakai, naik ke atas menuju tempat pengait cetakan kue Yucur berada kemudian membuka pengait itu.


Setelah pengait terbuka, tangan Lucky pun pindah ke depan, tempat kue Yucur berada. Mengunyel-unyel kue Yucur dan sesekali memutar-mutar seiprit chocochips yang ada di atas kue Yucur seperti sedang memutar-mutar upil.


"Ah...mas.." desau Ayu. Tubuhnya menggeliat tanda sangat menikmati permainan tangan Lucky.


Melihat istrinya yang sudah kesurupan setan mesum, Lucky semakin bersemangat memberi sengatan-sengatan di titik-titik sensitif istrinya.


Sama seperti Lucky, Ayu pun juga sedang berusaha memberi sengatan ke titik sensitif suaminya.


"Ough...Yu.." desau Lucky saat Ayu menciumi lehernya bahkan sesekali menyesap leher itu sampai meninggalkan tanda merah keunguan. Apalagi pinggul Ayu juga Ayu liuk-liukkan untuk memancing rudal yang masih off di dalam markas.


"Kita pindah ke kamar yuk Yu." Ajak Lucky.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2