Oh..Dokter Lucky

Oh..Dokter Lucky
Bab 78


__ADS_3

Susah payah Lucky menahan hasrat, hasil nya sia-sia. Rudalnya sudah tidak tahan ingin segera gantikan oli oleh montir Ayu.


Lucky membalik tubuhnya agar bisa berhadapan dengan Ayu. Mendorong Ayu ke dinding dan menaikkan tangan Ayu ke atas kepalanya. Mengunyah bibir Ayu dengan sangat rakus dan brutal sambil menempelkan rudalnya yang hanya sampai perut Ayu.


"Oeek...oeeek.." suara tangis baby Kya menghentikan aktifitas liar Ayu dan Lucky.


"Aku urus Kya dulu." Ayu mendorong tubuh Lucky dan keluar dari ruang ganti menuju box bayi.


Ayu mengangkat baby Kya dari dalam box bayi.


"Oh...cup..cup, kenapa sayang? Mau en•en yah?" Ucap Ayu sambil berjalan ke arah sofa.


Ayu pun duduk di sofa dan mulai membuka kancing dressnya, lalu menyembulkan mulut baby Kya dengan sumber kehidupan baby Kya.


Sedangkan di dalam ruang ganti, Lucky menempelkan keningnya di dinding karena frustasi.


Ia pun berjalan ke kamar mandi untuk mengganti oli rudalnya sendiri.


"Mas..."


"Hemh.."


"Jangan di keluarin dulu, biar aku aja yang keluarin."


"Nunggu kamu lama Yu, aku udah gak tahan." Jawab Lucky.


"Tunggu sebentar kalau gitu." Ayu pun berdiri dari sofa dan berjalan keluar dari kamarnya.


"Mah...mama.." panggil Ayu sambil berjalan menuruni anak tangga.


"Mama di halaman belakang Yu." Jawab mama Tyas berteriak saat mendengar Ayu memanggil namanya.


Ayu pun berjalan ke halaman belakang.


"Kenapa Yu?" Tanya mama Tyas saat melihat Ayu.


"Ayu titip Kya bentar mah, boleh?" Tanya Aya tanpa canggung-canggung.


"Boleh. Memangnya kamu mau kemana?" Tanya mama Tyas sambil mengambil alih baby Kya dari gendongan Ayu.


"Mau urus mas Lucky mah sebelum tantrum." Jawab Lucky.


"Ya udah sana urus. Tapi inget yah Yu, jangan sampe kebablasan. Belum boleh." Ucap mama Tyas mengingatkan Ayu.


"Iya mah." Jawab Ayu sambil tersenyum tipis.


Ayu pun meninggalkan mama Tyas dan baby Kya di halaman belakang. Padahal baby Kya masih ingin menyusui. Terpaksa mama Tyas meminta asisten rumah tangganya memanaskan ASI perah Ayu untuk di berikan pada baby Kya.


Kini Ayu sudah sampai di depan pintu kamarnya.


Ceklek. Ayu membuka pintu kamar.


Di lihatnya sang suami sedang tengkurap dalam keadaan masih polos di atas ranjang.


"Mas.." panggi Ayu.

__ADS_1


Lucky yang sedang membenamkan wajahnya di tempat tidur, langsung mengangkat wajahnya dan menoleh kearah Ayu.


"Kya mana?"


"Aku titip sama mama."


"Memangnya Kya udah selesai en•en nya?" Tanya Lucky lagi sambil membalikkan tubuhnya, lalu mendudukkan dirinya.


Ayu menggeleng sambil berjalan mendekati suaminya.


"Paling mama udah suruh mbak manasin ASI perah ku." Jawab Ayu.


"Takut kamu nyari lubang kramat yang lain." Jawab Ayu lagi di telinga Lucky dengan nada sensual.


Setelah mengatakan itu Ayu langsung menurunkan terpal lubang BuAyu.


Sedangkan Lucky tersenyum penuh arti melihat apa yang sedang di lakukan Ayu. Makin hari istrinya makin liar, begitu lah pikir Lucky.


"Ngapain kamu buka itu? Kan rudal belum bisa isi daya disitu." Tanya Lucky.


"Muasin suami kan harus totalitas." Jawab Lucky.


Tiba-tiba saja Lucky menarik pinggang Ayu.


"Tunjukin totalitas mu sayang." Bisik Lucky di telinga Ayu.


"Oke, siapa takut!" Jawab Ayu.


Dan tanpa Lucky sangka-sangka, Ayu langsung mendorong tubuh Lucky hingga membuat sang suami terbaring pasrah di atas ranjang.


Cepat-cepat Ayu membuka dressnya, lalu membuangnya ke sembarang arah.


Lucky memejamkan matanya menikmati sengatan kenikmatan yang di berikan Ayu.


"Ssh..ah.." desau Lucky.


Ayu pun makin naik ke atas menuju dua butir chocochips yang menempel di dada Lucky. Memilin chocochips itu dengan lidahnya secara bergantian.


Tak tahan dengan sengatan yang Ayu berikan, Lucky langsung membalikkan posisi. Kini Ayu lah yang ada dalam kungkungan Lucky.


Kunyahan rakus dan brutal langsung Lucky berikan di bibir Ayu.


Lucky baru melepas kunyahan bibirnya saat oksigen dalam paru-parunya sudah mulai menipis.


Tapi bibir Lucky tak mau menganggur begitu saja. Bibirnya kini mulai turun ke kue Yucur, yang sekarang sudah memiliki rasa susu.


"Jangan mas, ini punya Kya." Ayu mencegah sang suami yang hendak mengempeng seperti baby Kya.


"Aku juga butuh nutrisi Yu. Lagian stoknya Kya kan masih banyak." Jawab Lucky.


"Tapi...ssh...ah." Baru saja Ayu ingin mengeluarkan larangannya lagi, Lucky langsung melahap kue Yucur rasa susu milik Ayu.


"Ssh...ah...mas." desau Ayu sambil mengacak-acak dan menekan kepala suaminya yang sedang memainkan seiprit chocochips.


"Eugh.." tiba-tiba saja Lucky bersendawa.

__ADS_1


Sontak mereka berdua tertawa bersamaan mendengar sendawa Lucky.


"Giliran aku mas." Ucap Ayu dengan nada menggoda.


Ayu membalikkan tubuh suaminya, dan kini posisi Ayu sudah berada di atas Lucky.


Ayu kembali memberi sengatan-sengatan di tubuh Lucky. Mulai dari leher, dada, paha dan sekarang Ayu sedang menyengat rudal Lucky dengan tangannya.


"Kamu suka mas?"


"Ssh..ah..gak usah di tanya sayang, suka banget pastinya." Jawab Lucky sambil merem melek.


Ayu pun kembali menurunkan wajahnya dan langsung memasukkan rudal ke dalam goa bergigi miliknya.


Memaju-mundurkan kepalanya untuk memompa oli rudal agar keluar.


"Ssh..ah..sayang, faster sayang." Racau Lucky saat merasakan oli rudalnya hampir keluar.


Merasakan rudal suaminya makin mengeras tanda oli hampir menyembur, Ayu pun berniat ingin mengeluarkan rudal dari goa bergiginya.


Tapi dasar laki-laki yang tidak ingin merasakan yang tanggung-tanggung, cepat-cepat Lucky menahan kepala Ayu dan mempercepat gerakan maju mundur kepala Ayu dengan bantuan tangannya.


"Hemph..hemph..!!!" Ayu memukul-mukul lengan Lucky agar melepaskan tekanan tangannya di kepalanya.


"Aargh.." erangan panjang dari mulut Lucky tanda oli sudah menyembur di dalam goa bergigi Ayu.


Setelah Lucky melepaskan tangannya di kepala Ayu, cepat-cepat Ayu lari ke kamar mandi dan membuang oli sang suami di wastafel.


"Nyebelin!!! Berapa kali di bilang jangan buang di dalam!!" Gerutu Ayu sambil menatap pantulan dirinya di cermin.


Ayu pun berjalan menuju pintu dan mengunci pintu kamar mandi, lalu membersihkan dirinya di bawah pancuran air shower.


✨✨✨


Enam bulan kemudian.


Ayu dan Lucky juga sudah pindah ke rumah mereka. Tapi setiap weekend Lucky memboyong anak-istrinya kerumah orangtuanya.


Seperti weekend kali ini, keluarga kecil Lucky sedang berada di rumah orangtuanya.


Sekarang jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Baby Kya juga sudah tertidur pulas.


Ceklek. Lucky membuka pintu kamar.


"Kya udah tidur?" Tanya Lucky saat melihat Ayu sedang memakai cream perawatan malamnya.


"Sudah mas. Mas kok lama banget naiknya?" Tanya Ayu karena Ayu sudah masuk ke dalam kamar dua jam sebelumnya.


"Ada hal penting yang aku bicarain sama mama dan papa." Jawab Lucky.


"Hal penting apa mas? Kamu kok cerita sama aku?"


"Aku harus minta persetujuan mama-papa dulu sayang, baru aku ngomong sama kamu."


"Loh kok gitu? Aku kan istri kamu, harusnya kamu cerita sama aku dulu dan minta persetujuan sama aku. Bukan sama mama-papa, mas." Ucap Ayu kesal.

__ADS_1


Bukannya merasa bersalah, Lucky malah tersenyum melihat Ayu yang sedang kesal.


BERSAMBUNG...


__ADS_2