Oh..Dokter Lucky

Oh..Dokter Lucky
Bab 37


__ADS_3

"LUUUUUUCK!!!!!" teriak seseorang dari kejauhan saat melihat Lucky dan Ayu berpelukan.


Sontak Ayu dan Lucky menoleh ke arah suara.


Mata mereka berdua membulat sempurna, seperti orang yang kegrebek berselingkuh.


Dengan rahang yang mengeras dan tangan mengepal siap melayangkan tinjunya, orang itu berjalan mendekati Lucky dan Ayu.


Melihat orang itu mendekati mereka dengan tatapan penuh emosi membara, membahana, menggebu, meluap-luap, meletup-letup, Lucky dan Ayu pun berdiri dari tempat duduk mereka lalu Lucky menyembunyikan tubuh Ayu di belakang tubuhnya.


Ya, seseorang yang berjalan mendekati Lucky dan Ayu itu adalah Billy.


"Pantas kamu gak bisa di hubungi, lagi berduaan ternyata dengan perempuan breng•sek ini!!!" Teriak Billy.


"Mau apa kamu kesini?" Bentak Lucky tak kalah keras dari Billy.


"Mau apalagi kalau bukan mencari kamu!!! Tapi apa yang ku lihat, ternyata kamu malah peluk-pelukan dengan wanita itu!!!"


"Salah kalau aku meluk istri aku?!"


Mendengar kata-kata Lucky, jelas saja Billy makin naik pitam.


"Fuck•ing bit•ch!!!!!" Geram Billy dan hendak melayangkan tinju pada Ayu yang bersembunyi di belakang Lucky.


Namun cepat-cepat Lucky menahan kepalan tangan Billy dan mendorong Billy sampai terjatuh ke tanah.


"Jangan pernah sentuh istri ku!!!!" Teriak Lucky.


"Oh...jadi sekarang kamu lebih memilih dia di banding aku, Luck!!!" Teriak Billy tak kalah keras.


Dan aksi mereka itu berhasil membuat orang-orang berkumpul menonton aksi mereka.


Billy melihat keadaan sekitar kemudian tersenyum licik untuk membuat Lucky malu pun terlintas di kepala Billy saat melihat orang-orang berkerumun menonton perkelahiannya dengan Lucky.


Perlahan Billy mulai berdiri.


"Oh..jadi ini balasan mu pada Luck? Setelah semua kesenangan yang sudah ku berikan padamu?" Tanya Billy tersenyum remeh pada Lucky dengan nada meninggi agar orang-orang yang sedang menonton mereka bisa mendengar.


Lucky memberi tatapan tajam pada Billy karena tau apa yang sedang Billy rencanakan.


"Ayo lah Luck, tidak usah kamu bersembunyi di balik pernikahan konyol mu, karena sekuat apapun usaha mu keluar dari penyimpangan mu, hasilnya akan tetap sama, tubuh mu hanya candu pada tubuh ku." Teriak Billy lagi.


Lucky tetap diam sambil memberikan tatapan membunuh pada Billy, ia sekuat tenaga mengatur emosinya yang hampir di ubun-ubun.


Melihat Lucky diam saja, membuat Billy makin naik pitam.


"Hey semua orang yang ada disini, asal kalian tau kalau laki-laki bertubuh tegap tinggi dan berwajah sangat tampan ini dia adalah laki-laki.."


BUGH...Belum selesai Billy mengumbar aibnya, Lucky langsung mendaratkan tinjunya di rahang Billy hingga Billy kembali terkapar di tanah.

__ADS_1


"Jangan mencari gara-gara dengan Bill, atau tangan yang biasa ku pakai membedah orang di ruang operasi ini akan kupakai untuk mengeluarkan ginjal dan usus dua belas jarimu!!!" Ucap Lucky geram sambil mencengkram rahang Billy.


"Lucky.." teriak Lingga dan Leo dari kejauhan. Mereka pun menghampiri Lucky yang sedang meluapkan emosinya pada Billy.


"Lepas Ky...ini di rumah sakit, kita di lihatin banyak orang." Ucap Lingga sambil berusaha melepaskan tangan Lucky yang sedang mencengkram rahang Billy.


Tapi tetap saja usaha kedua abang Lucky untuk melepaskan tangan Lucky sia-sia.


Leo pun menatap Ayu yang berdiri di belakang mereka dan memberi kode pada Ayu untuk membantu meredakan emosi Lucky.


Ayu menganggukkan kepalanya tanda ia mengerti kode yang di berikan abang iparnya itu.


Perlahan Ayu mendekati Lucky, Billy dan kedua abang iparnya. Sebenarnya Ayu masih takut, ia masih trauma karena Billy pernah mencekik dirinya. Tapi demi meredakan emosi suaminya yang baru pertama kali Ayu lihat seperti ini, Ayu pun memberanikan dirinya.


"Mas." Lirih Ayu sambil memegang pundak suaminya.


Dan benar saja feeling Leo kalau Ayu bisa membantu meredakan emosi adik bungsunya itu. Karena begitu tangan Ayu memegang pundak Lucky, Lucky langsung melemahkan cengkraman tangannya dari rahang Billy. Emosi Lucky menyurut seketika saat Ayu memegang pundaknya.


Setelah melepaskan tangannya dari rahang Billy, Lucky pun berdiri dan langsung memeluk istrinya.


"Tenang mas, tenang." Ucap Ayu sambil mengelus punggung suaminya.


"Bawa suami mu pulang Yu, biar laki-laki ini kami yang urus." Ucap Lingga pada Ayu.


Ayu menganggukkan kepalanya dan menggiring Lucky untuk pergi dari taman rumah sakit.


"Hubungan kita berakhir Bill, dan jangan sesekali kamu mencoba menggangu Ayu, karena kau akan langsung berhadapan dengan ku!!!" Ancam Lucky.


Setelah mengatakan itu, Lucky dan Ayu kembali melangkahkan kakinya pergi dari taman menuju parkiran tempat mobil Lucky terparkir.


✨✨✨


Waktu sudah menunjukkan pukul enam sore.


Kini mereka sudah berada di dalam kamar Lucky di rumah orangtua Lucky.


"Ini mas." Ayu menyodorkan segelas teh madu untuk suaminya.


"Makasih Yu." Ucap Lucky sambil mengambil gelas yang istrinya itu sodorkan. Kemudian menenggak habis teh madu yang ada di dalam gelas.


Setelah gelas kosong, Lucky meletakkan gelas itu di atas nakas samping ranjang.


"Maaf yah Yu, aku pasti tadi udah buat kamu takut." Ucap Lucky.


Ayu menggeleng.


"Gak kok mas." Jawab Ayu agar suaminya itu tidak merasa bersalah. Walau sebenarnya ia memang takut melihat suaminya seperti tadi.


"Kalau aku seperti itu lagi, tolong peluk aku Yu. Karena itu juga salah satu cara untuk sembuh dari penyimpangan ku." Ucap Lucky.

__ADS_1


Orang-orang yang mengalami penyimpangan seperti Lucky memang lah memiliki emosional yang meledak-ledak, karena memang itu satu paket dengan penyimpangannya. Sekali lagi, orang yang mengalami penyimpangan, mereka memiliki sakit mental.


"Iya mas." Jawab Ayu menyanggupi. Tapi dalam hatinya ia berdoa semoga itu yang pertama dan terakhir Ayu melihat suaminya meledak seperti tadi.


"Mas Lucky sekarang mandi yah, biar makin tenang." Ucap Ayu.


Lucky menganggukkan kepalanya.


Melihat suaminya mengangguk, Ayu pun berjalan menuju kamar mandi untuk menyiapkan air hangat di dalam bathtub sekaligus menyalakan aroma terapi agar suaminya itu bisa berendam sambil menenangkan pikirannya.


Setelah semua siap, Ayu pun keluar dari dalam kamar mandi dan menyuruh suaminya untuk mandi.


"Airnya udah siap mas, mas Lucky mandi sana." Ucap Ayu. Kemudian ia berjalan menuju ruang ganti untuk mengambil pakaian ganti suaminya.


Namun saat Ayu melintas di depan Lucky yang masih duduk di tepi ranjang, Lucky menahan tangan Ayu.


"Kita mandi bareng yah." Ajak Lucky.


Sontak ajakan Lucky membuat Ayu ternganga, antara malu, kaget dan takut.


Jika sebelumnya Ayu siap lahir batin memberi hak Lucky, tapi entah kenapa setelah Ayu tau suaminya mengalami penyimpangan, rasa-rasanya ia takut memberikan mahkotanya untuk suaminya.


"Yu.." panggil Lucky karena melihat istrinya itu malah bengong.


"Ah...iya mas." Jawab Ayu gelagapan.


"Kita berendam bareng yuk." Ajak Lucky sekali lagi.


"Mm-mm...mas Lucky aja deh. Ayu...mm...Ayu.." jawab Ayu terbata-bata.


Lucky menghela nafasnya, ia tahu kalau istrinya itu masih ragu akan keseriusannya ingin sembuh.


"Ya udah kalau kamu masih ragu. Aku bisa nunggu kok." Ucap Lucky.


"Bukan gitu mas, mas Lucky gak inget apa yang aku bilang tadi, kalau aku baru akan memberikan kesempatan itu kalau laki-laki itu keluar dari negara ini." Ucap Ayu memberi alasan.


"Iya, aku inget kok." Jawab Lucky pura-pura percaya dengan alasan Ayu, padahal dari sorot mata Ayu saja Lucky masih melihat jelas keraguan istrinya itu.


"Ya udah aku mandi yah." Ucap Lucky sambil melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


Setelah suaminya masuk ke dalam kamar mandi, baru lah Ayu membuang nafasnya lega.


Ayu pun melanjutkan langkah kakinya masuk ke ruang ganti untuk menyiapkan pakaian rumahan untuk suaminya.


Mereka tidak berniat kembali ke rumah sakit, mengingat emosi Lucky yang belum benar-benar stabil. Takutnya saat mereka kembali kerumah sakit, orang yang tadi melihat perkelahian Lucky dengan Billy, akan mengungkit kejadian itu lagi pada Lucky dan takutnya emosi Lucky kembali menggebu-gebu jika di ingatkan kejadian siang tadi.


BERSAMBUNG...


💋💋 Hai para readers Teronghot, mohon ijin yah, tgl 23 dan 24 othor solehot gak up dulu. Mau anter neng Billywaty ke Antartika, biar gelut sama beruang kutub, jadi ketemu lagi sama si Teronghot tgl 25. Makasih 💋💋

__ADS_1


__ADS_2