PEMILIK HATI

PEMILIK HATI
Eps 110 TAMAT


__ADS_3

Hujan gerimis mulai membasahi pemakaman dengan hamparan rumput hijau yang tertata rapi. Suasananya cukup sendu dengan awan mendung yang tak segera pergi. Kedua mata cantik yang akhirnya untuk kesekian kali meneteskan air matanya saat datang berkunjung ke pusara terakhir orang tersayang, masih teringat jelas peristiwa menyesakkan hati lima tahun yang lalu, di mana karena peristiwa itu, ia harus kehilangan salah satu orang yang dikasihinya.


“Bunda.” Panggilan dari suara kecil itu datang mendekat dan menggenggam tangannya dari belakang. “Kenapa Bunda masih menangis setiap kali ke sini?”


Carissa berjongkok menyamakan tinggi anak laki-laki itu, “Bunda tidak apa-apa, Sayang. Bunda hanya sedang rindu.”


Keytama mengusap air mata yang menetes di pipi indah itu, “Jangan menangis lagi, Bunda.”


“Key! Ayo ke sini, kembali ke mobil dulu bersama Oma.” Ajak Mega kepada cucu kesayangannya.


Carissa memandangi langkah kecil itu saat mendatangi neneknya, lalu dia tersenyum saat seseorang datang mendekatinya lalu merangkulnya. “Bisa kita pergi sekarang?”


Carissa mengangguk pelan dan sebelum itu ia ingin berpamitan kepada seseorang yang tertidur dalam damai dibawah sana, “Nenek, Risa akan kembali lagi nanti.”

__ADS_1


Tama menuntun istrinya dan mencoba menghibur Carissa yang masih merasakan kesedihan yang teramat dalam setiap kali mendatangi makam nenek Lita.


“Kenapa kamu masih saja menangis setiap kali kita mengunjungi makan nenek?” tanya Tama saat mereka sudah sampai ke rumah.


“Karena peristiwa mengerikan itu selalu melintas dengan jelas saat mengunjungi makan nenek. Karena hal itu, nenek mendapatkan serangan jantung saat ia menyaksikan mobil yang kamu tumpangi terjun dan meledak. Aku saja merasa jantungku akan berhenti berdetak jika aku mengingatnya.” Carissa terlihat ketakutan saat ia mengenang peristiwa mengerikan lima tahun lalu.


“Tenangkan dirimu, Sayang. Semuanya telah berlalu. Aku masih ada di sisimu.”


“Tolong, tolong jangan pernah berada di situasi berbahaya lagi, Mas. Aku tak mampu untuk menghadapinya.” Carissa memeluk Tama dengan erat. “Bagaimana aku bisa tidak merasa takut, dengan kedua mataku aku melihat mobil itu terjun bersama dengan dirimu yang masih di dalamnya. Terlebih saat aku mendengar suara benturan yang keras saat mobil itu menyentuh bibir pantai, lalu dengan kobaran itu, aku . . .aku . . .”


“Ya, aku sangat bersyukur akan hal itu. Di saat cobaan yang terus menerpa, saat bersedih setelah melihat peristiwa itu, lalu kabar meninggalnya nenek yang di akibatkan serangan jantung, dengan tergesa-gesa Allen memberitahuku jika kamu ditemukan selamat saat evakuasi. Rasanya saat itu juga aku ingin berlari dan memelukmu. Namun tubuhku tak mampu.”


“Ya, aku tahu, itu karena aku melemparkanmu keluar dan membuat kandunganmu mengalami masalah. Tapi aku sangat berterima kasih padamu, Risa. Terima kasih karena tetap bertahan dan membawa putra kita dengan selamat ke dunia. Terima kasih, Sayangku.” Tama mengecup mesra bibir merah Carissa. “Sekarang hapus air mata ini, sudah waktunya kita melupakan peristiwa kelam itu. Kita harus berbahagia. Perempuan itu sudah mendapatkan hukumannya langsung dari Tuhan. Mulai sekarang mari kita lupakan hal yang menyedihkan di masa lalu.”

__ADS_1


Tama menangkup wajah Carissa dengan kedua tangannya, “Kita harus bahagia, demi Mam, Papa, Keytama, dan juga demi kita.”


“Iya, Mas. Aku mencintaimu.”


“Aku juga sangat mencintaimu.” Carissa dan Tama saling menyatakan cinta dan tenggelam dalam pagutan penuh damba.


Kerikil kecil tetap saja mereka hadapi selama menjalani kehidupan pernikahan, namun hal itu tak membuat keduanya berjarak, mereka justru semakin melekat karena penyatuan mereka penuh dengan lika-liku yang membuat keduanya lebih menghargai sebuah hubungan yang di namakan pernikahan.


End


Terima kasih atas semua dukungan terhadap karya penulis.


Karya ini masih jauh dari kata sempurna, saran dan kritik merupakan dukungan yang bisa membantu penulis menjadi lebih baik. Semoga bertemu kembali di karya berikutnya. ^_^

__ADS_1


Nantikan episode tambahan tentang Allen


__ADS_2