
Pemilik Hati (59)
Suasana makan malam kembali ramai dengan kehadiran David di tengah-tengah mereka.
" Kak, kenapa menyembunyikan semua ini dari kami?," tanya Naila tak habis pikir dengan apa yang di lakukan oleh kakaknya.
" Aku hanya tidak ingin kalian khawatir. Lagi pula ini tidak apa-apa," kilah David
" Ck,tidak apa-apa bagaimana? Sampai patah tulang begitu kakak bilang tidak apa-apa," Naila berdecak kesal. Namun, David hanya tersenyum ia tahu adiknya sangat mengkhawatirkannya.
" Seiring berjalannya waktu juga semua akan seperti sediakala. Kakak bisa kembali berjalan normal,"
" Tapi .."
" Sudah. Ngobrolnya di lanjut nanti. Kita makan malam dulu." Flower menengahi kedua anaknya. Naila pun seketika diam.
" Apa mama tahu kalau mas David sudah pulang dari siang?,"
Flower mengangguk. " Karena itu mama masak makanan kesukaannya," jelas Flower sambil mengisi piring milik suaminya.
" Berarti hanya aku yang tidak tahu?," tanya Syifa memastikan.
" Kejutan untukmu, sayang," Jawab David tersenyum.
Syifa pun mulai melayani suaminya dengan hati senang. Mengisi piring dengan nasi dan lauk pauknya. Setelah sekian lama, akhirnya mereka bisa berkumpul lagi seperti ini.
"Dav, nanti ke ruang kerja dulu. Ada yang ingin papa bicarakan."
" Baik, Pa." jawab David singkat.
" Jangan dulu membicarakan pekerjaan. Biarkan David istirahat, Pah."
" Papa tidak membahas pekerjaan, sayang."
Setelah sedikit bercengkrama dengan adiknya yang ingin tahu kronologi kejadian yang menimpa David, David segera menemui ayahnya. Sementara Syifa kembali ke kamar lebih dahulu.
__ADS_1
" Ada apa, Pah? Sepertinya penting" tanya David penasaran.
" Soal kejadian yang menimpamu. Papa sudah mencari tahu."
" Bagaimana hasilnya?,"
" Andra,"
" Sudah aku duga. Dia pasti dendam padaku,"
" Ya. Kemungkinan besar memang begitu. Dia tidak terima kamu menggagalkan rencananya. Bahkan kamu yang di untungkan dengan rencananya itu,"
David hanya tertawa. Ia akui ia yang menikmati semua rencana yang sudah di susun Andra dengan matang.
Dari mulai penghulu sampai malam pertama yang tak bisa ia lupakan.
" Apa Papa tahu dia dimana sekarang?,"
" Sulit menyentuhnya untuk saat ini," Ayah David menyandarkan punggungnya ke kursi.
" Dari informasi yang Papa dapat. Dia sekarang menjalin hubungan dengan Camelia. Janda kaya yang juga seorang pengusaha. Dia tak bisa di remehkan."
David terkejut. " Jadi, dia yang membebaskan Andra dari penjara?,"
" Begitulah. Dia tertarik pada Andra dan membebaskan pria itu. Kini, Andra ada dalam perlindungan Camelia."
David terdiam. Memikirkan cara untuk membuat Andra kembali ke penjara.
" Tunggu! Kalau Papa tahu Andra dalang di balik apa yang terjadi padaku, itu artinya ada saksi yang mengetahui itu semua? Bukankah kita bisa melaporkannya dan membuatnya mendekam lagi di penjara?,"
" Saksi yang juga pelaku pengrusakan rem mobil milikmu memilih mengakhiri hidupnya daripada membeberkan semuanya. Mereka di bayar mahal. Tak heran memilih cara seperti itu,"
" Sepertinya Andra sengaja tidak langsung turun angan agar jika tertangkap, ia bisa lepas tangan,"
" Apa yang harus kita lakukan sekarang, Pah? Aku rasa Andra tidak akan tinggal diam,"
__ADS_1
" Kita harus bisa menemui Camelia dan memberitahunya apa yang dilakukan Andra."
" Bagaimana kalau dia justru membela Andra, Pah?"
" Kalau tujuan Andra adalah untuk mendapatkan Syifa, Papa pikir Camelia tidak akan tinggal diam. Mana mungkin dia mau menjalin hubungan dengan laki-laki yang malah menggunakan harta dari ya untuk mendapatkan wanita lain?,"
David mengangguk membenarkan.
" Lalu apa rencana kita? Camelia bukan orang yang mudah kita temui"
Sebagai orang penting tidak semua orang bisa bertatap langsung dengannya.
" Serahkan semuanya pada Papa. Sekarang, kamu cukup fokus pada penyembuhan kakimu dan kehamilan Syifa. Untuk pekerjaan, biar Papa dan Rangga yang menghandle semuanya,"
David mengangguk.
...*****...
" Kenapa lama?" tanya Syifa saat suaminya ikut naik ke atas ranjang dimana Syifa sudah merebahkan tubuhnya.
" Banyak yang kami bicarakan," tanpa ingin menjelaskan secara detail apa yang dibicarakan.
" Tidak bisakah untuk hanya fokus dulu pada kesembuhan kaki mas?," tanya Syifa yang berpikir bahwa suaminya membicarakan masalah pekerjaan.
" Iya, maaf. Ini terakhir kali mas dan ayah membahas pekerjaan. Untuk beberapa waktu ke depan Papa memang meminta mas lebih fokus pada kesembuhan kaki mas dan kehamilanmu,"
" Assalamu'alaikum, baby twins. Kalian kangen Papa?," tanya David mengusap perut sang istri.
" Sepertinya dia kangen Papanya," jawab Syifa saat merasakan gerakan di dalam perutnya.
" Mas, sudah menyiapkan namanya?,"
" Hmm, bagaimana kalau...."
TBC
__ADS_1