
Pemilik Hati (61)
Syifa dan David akhirnya di periksa di ruangan yang berbeda. Ya, Syifa pun turut di periksa karena khawatir terjadi sesuatu setelah ia pingsan sesaat sebelum ambulans datang.
Rangga yang mendapatkan telpon dari supir David langsung meluncur ke rumah sakit. David memang memerintahkan supir untuk menghubungi Rangga jika terjadi sesuatu sebelum menghubungi keluarganya.
Alasannya ia tak ingin keluarganya cemas.
" Bagaimana Dok?," tanya Rangga menanyakan keadaan David. Untuk masalah Syifa sendiri tidak ada yang perlu di khawatirkan.
Kandungan Syifa baik-baik saja walaupun sempat merasakan keram perut karena terkejut.
Rangga menghela nafas mendengar penjelasan dokter. Ia pun menceritakan apa yang ia dengar pada David setelah ia sadar.
Belum sempat David berbicara tentang apa yang ia inginkan mengenai kondisinya, pintu ruang rawatnya terbuka.
" Mas tidak apa-apa?," tanya Syifa khawatir.
" Kenapa tidak istirahat saja." Alih-alih menjawab,David malah mengomentari keberadaan Syifa disana.
" Aku khawatir. Darah mas banyak, tadi," terdengar suara Syifa yang sendu membuat David akhirnya sadar ia salah bicara.
Kehamilan membuat Syifa lebih sensitif dan mudah tersinggung jika lawan bicaranya terdengar berbicara dengan nada lebih tinggi.
" Duduklah, Fa." Rangga berdiri dari kursi yang ada di dekat brangkar David dan mempersilahkan Syifa untuk duduk.
" Mas Alhamdulillah baik-baik saja," jawab David tanpa memperdulikan tatapan Rangga yang tak setuju David menutupi semuanya dari Syifa.
" Mas yakin? Mas tidak berbohong?," cecar Syifa menggenggam tangan David. Entah kenapa hati kecilnya merasa suaminya menutupi sesuatu.
__ADS_1
David tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
Syifa pun memaksakan dirinya untuk mempercayai sang suami.
Tak ingin membuat Syifa mengetahui kebohongannya, ia memaksa Rangga untuk melakukan sesuatu agar ia bisa pulang esok pagi. Padahal, dokter meminta ia beristirahat di rumah sakit beberapa hari agar bisa melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
" Tuh kan mas baik-baik saja. Buktinya hanya menginap semalam," ucap David menenangkan istrinya. Rangga hanya memutar bola matanya. Kesal karena David memilih berbohong dan mengabaikan kondisinya sendiri.
" Kamu pulang ya. Ibu hamil tidak baik ada di rumah sakit. Nanti, kalau Mama dan Papa datang, kamu ikut pulang sekalian." pinta David namun menadapat penolakan Syifa sekalipun ia harus tidur di sofa.
Akhirnya David mengalah dan membiarkan istrinya itu tidur di atas sofa.
" Kenapa bisa sampai seperti ini?," tanya Flower melihat David.
David pun menceritakan apa yang terjadi.
" Apa kata dokter?,"
Maaf, aku tidak ingin kalian khawatir. Batin David.
" Sudah membuat laporan ke polisi?," tanya Papa David yang merasa janggal atas apa yang menimpa keduanya.
" Rangga sedang mengurusnya,"
Orang tua David mengangguk-anggukkan kepalanya.
" Apa tidak apa-apa Syifa tidur disini?" tanya Flower khawatir melihat menantunya yang sudah tertidur di sofa.
" Dia tak mau pulang. Memaksa untuk tetap tinggal," jawab David yang juga melihat ke arah Syifa yang meringkuk di atas sofa.
__ADS_1
Pakaiannya sudah berganti dengan pakaian yang Rangga bawa tadi.
Keesokan harinya, David benar-benar pulang.
" Aku ke toilet sebentar ya, Mas." pamit Syifa yang semakin sering ke kamar mandi untuk buang air kecil.
" Ya "
Tidak lama setelah Syifa masuk ke kamar mandi, seseorang masuk ke dalam kamar rawatnya.
" Dav, kamu baik-baik saja? Aku terkejut saat tahu kamu kecelakaan," seorang perempuan menghambur ke arah David dan memeluknya sebelum David sempat menghindar.
" Jangan lancang!!," kesal David berusaha untuk tidak berteriak.
" Kenapa kamu berkata seperti itu? Apa aku benar-benar sudah tidak ada di hatimu?," tanyanya sendu.
" Apa kamu tidak ingat perkataanku saat itu, Winda?,'
Ya, perempuan yang datang adalah Winda. Entah darimana ia tahu keberadaan David disana.
" Aku hanya khawatir pada keadaanmu, Dav,"
" Jangan melewati batas jika tidak ingin aku menghancurkan karir mu," tegas David sambil melihat ke arah kamar mandi karena khawatir Syifa melihat kedatangan Winda.
" Kenapa kamu berubah?"
" Ck, tak usah banyak drama. Pergi dari sini sekarang juga!" tegas David dengan berusaha tidak terlalu bicara keras. David semakin was-was khawatir Winda bertemu Syifa dan berkata ya tidak-tidak.
Ceklek
__ADS_1
Keduanya melihat ke arah pintu yang terbuka.
TBC