PEMILIK HATI

PEMILIK HATI
Eps 78!!!


__ADS_3

“Apa yang kamu lakukan, Mas!”


“Kamu sungguh membuatku gila!” Tama mengunci kedua tangan Carissa lalu menciumnya dengan paksa. Carissa terus meronta, tapi semua itu percuma karena tubuhnya dikekang oleh tubuh besar Tama.


Tama melepas kaos putih yang dikenakan oleh Carissa dan mengikatkannya di pergelangan tangan gadis itu. “Mas! Apa yang kamu lakukan!” Carissa terus saja mencoba memberontak saat Tama kini bermain dengan kedua belah dadanya, menjilatnya dan juga menghisapnya dengan amarah, Tama terlihat mengganas dan tak memperdulikan Carissa yang terus saja meronta dengan kedua tangan terikat.


Tama kini beralih kepada celana yang dipakai oleh gadis itu, dengan cekatan Tama melepaskan celana itu beserta pelapis terakhir yang ada di dalamnya.


“Mas! Apa yang . . . aakkhhh!!!” Carissa tak mampu menahan jeritannya karena kini Tama sedang bermain liar menggunakan lidahnya di daerah paling sensitif miliknya.


Carissa ingin terus melawan, namun gelayar gairah terus saja mencoba mengambil alih tubuhnya, “Arrgghhh . . . Mas, cukup! Emmmmppp!!!”

__ADS_1


Tama tak peduli dan terus saja melakukan permainannya, tubuh Carissa kini semakin ringan, rasanya semakin melayang, ada perasaan aneh yang dengan cepat datang sampai naik ke ujung kepalanya, dan akhirnya gadis itu melenguh dengan keras saat ia mendapatkan puncak kenikmatan karena permainan Tama.


“Kamu milikku, Sayang. Milikku, bukan orang lain!” teriaknya, lalu dengan hitungan detik, ia menghentakkan miliknya kedalam Carissa.


“Hahhh . . . haaahhh, aarrgghhh!” Carissa terus saja mendes*h saat Tama memainkan tubuhnya dengan kasar. Sebelumnya Tama tak pernah bermain sekasar ini dengan dirinya, walaupun biasanya Tama menggunakan ritme yang cepat, namun tidak pernah sekasar ini kepadanya.


“Mas Tama . . . Arggh!”


Suara des*han terus saja menggema ke seisi ruangan itu, terkadang suara itu seakan tertahan karena Tama membungkam bibir Carissa dengan ciuman yang mendamba.


Tama membalikkan tubuh istrinya dan membuat Carissa kesusahan menahan tubuhnya karena tangannya masih terikat, dengan sentakan yang kuat, kini Tama menusuknya dari belakang. Carissa tak mampu menahannya dan terus saja mengeluarkan suara nikmatnya, akal sehatnya kini tak berfungsi lagi karena gempuran dari suaminya itu. Pinggang Tama fokus untuk menusukkan benda besar miliknya, dan kedua tangannya sibuk meremas sesuatu yang terus saja bergerak berayun akibat dorongan dari tubuhnya.

__ADS_1


“Mas, aku akan . . . eemmmm!!!”


“Ya, Sayang. Keluarkanlah, aku akan keluar bersamamu.”


Tama semakin mempercepat gerakannya, dengan hentakan terakhir akhirnya ia dan istrinya merengkuh puncak kenikmatan secara bersama-sama. Tama terjatuh ke sisi tubuh istrinya yang saat ini juga sedang kesusahan mengatur napas seperti dirinya. Ia melepaskan ikatan tangan Carissa dan betapa terkejutnya ia karena di pergelangan tangan istrinya ada bekas merah yang di akibatkan oleh cengkeraman tangannya tadi.


“Maafkan aku, Sayang. Maaf.” Ucap Tama sambil mencium pergelangan tangan Carissa yang memerah.


“Seperti ini kah yang kamu lakukan dengan Amelia?”


Deg!!! Tama terhenyak dengan perkataan Carissa, “Apa posisiku sekarang sama dengannya, kamu bermain kasar padaku karena marah padaku? Sama saat kamu bercinta dengan perempuan itu, bukan?”

__ADS_1


“Tidak, bukan begitu maksudku, Risa. Aku hanya . . . hanya . . . “Tama kehilangan kata-kata dan tidak bisa mengungkapkan jika yang ia lakukan saat ini berbeda dengan saat ia bercinta dengan perempuan lain.


__ADS_2