PEMILIK HATI

PEMILIK HATI
PH 55 Buat Aku Mencintaimu


__ADS_3

Pemilik Hati (55)


" Apa kamu mengganggu Syifa lagi?," tanya Laila to the point pada anaknya.


" Kenapa mama berfikir seperti itu? Apa Syifa mengatakan sesuatu?," Bukannya menjawab Farhan malah balik bertanya.


" Dia tidak mengatakan sesuatu apapun. Hanya saja dia menolak saat mama akan mengiriminya makanan hari ini saat mama bilang kamu akan mengantarnya." Laila bukan tak peka kalau Syifa tak nyaman.


Namun, awalnya ia pikir semua masih baik-baik saja apalagi beberapa kali Farhan yang mengantarkan makanan, tak ada masalah apapun.


" Aku hanya bilang ingin memperjuangkan cintaku." jawabnya tanpa rasa bersalah sedikitpun.


Plakk


Laila memukul pundak sangat anak.


" Berjuang jadi pebinor maksudnya?!," geram Laila meninggikan suaranya.


" Apa salah kalau aku terlambat menyadari bahwa aku mencintainya?," tak ia hiraukan panasnya bekas pukulan sang ibu.


"Syifa sudah bahagia dengan suaminya. Bahkan kini sedang menantikan buah hati mereka. Tolong jangan usik dia lagi. Biarkan Syifa bahagia sudah cukup kau membuatnya menderita."


" Ma..."


" Jika sampai hubungan Syifa dengan suaminya memburuk krenamu, Mama takkan pernah memaafkanmu,"


Farhan hanya mengepalkan erat tangannya. Tak membalas lagi perkataan sang ibu yang telah meninggalkannya di ruang tamu seorang diri.


...******...


" Pak, sudah. Bapak sudah mabuk. Ayo kita pulang," seorang perempuan dengan setia membujuk sang atasan. Kalau bukan karena ia memiliki perasaan pada atasannya,mana mungkin ia mau datang malam-malam ke tempat yang rawan baginya seperti ini.


"Hana, apa kamu menyukaiku?," racau Farhan saat Hana membantu memapahnya keluar dari tempat hiburan itu.

__ADS_1


Tempat yang untuk pertama kalinya Farhan sambangi. Hanya demi membuktikan kata orang bahwa minum membuatnya lupa akan masalahnya.


" Bapak sudah mabuk," Hana tak menggubris pertanyaan laki-laki ia papah.


" Benar. Kau pasti menyukaiku kan? Aku bisa melihatnya," racaunya lagi saat mereka sampai di mobil Farhan.


Hana menghela nafas. Saat menyadari kunci mobil ada di dalam saku Farhan.


Dengan perlahan ia memasukkan tangannya ke saku celana Farhan.


" Sssst. ..." Hana meringis saat tak sengaja menyentuh sesuatu.


" Hana, ayo kita menikah!," Ajak Farhan sambil menatap lekat wajah sekretarisnya.


Hana diam tak menjawab. Ia membangun mendudukkan Farhan di kursi samping kemudi. Memasang sabuk pengaman.


Cup


" Kamu cantik, Han. Ayo kita menikah," Hana hanya menggelengkan kepalanya.


Ia menutup pintu mobil dan langsung masuk ke pintu sebelahnya.


Di tengah jalan, ia bingung harus menjalankan kemana mobilnya. Mengantarkan ke rumah orang tuanya Farhan, namun ia tak berani.


Mengantarkan ke rumah Farhan yang lama, ia tak ememgang kuncinya.


Dengan sangat terpaksa, ia melajukan mobilnya ke arah kontrakannya.


Sampai akhirnya mereka sampai di sebuah rumah kontrakan sederhana. Rumah yang terdiri dari satu kamar, ruang tamu dapur dan kamar mandi yang letaknya ada di dekat dapur.


Dengan sekuat tenaga, Hana memapah Farhan. Ia meletakkan Farhan di atas sofa yang mulai termakan usia.


" Hana, aku serius ayo kita menikah," Farhan mencekal tangan Hana yang beranjak hingga Farhan benar-benar tak sadarkan diri.

__ADS_1


" Kalau saja bapak mengajakku saat bapak sadar, mungkin aku akan memikirkannya" lirih Hana mulai melepaskan sepatu Farhan.


Hana masih waras untuk tidak menanggapi racauaan orang mabuk.


Ia mengambilkan selimut dari kamarnya dan menyelimuti Farhan dengan selimut yang ia bawa.


Setelah itu, ia masuk ke dalam kamar tanpa lupa menguncinya.


...******...


Kecanggungan terasa di meja makan. Hana yang biasanya sarapan sendiri, kini ditemani seseorang yang tak pernah ia bayangkan.


" Maaf hanya ada nasi goreng dan telur ceplok, Pak," ucap Hana canggung.


" Tidak apa-apa. Maaf merepotkanmu.," Farhan tak kalah canggung.


" Soal ajakanku semalam. Bagaimana?,"


Deg


" Soal apa?," tanya Hana pura-pura.


Mana mungkin soal menikah kan? Batin Hana.


" Aku serius. Ayo kita menikah!,"


Hana membuka mulut tak percaya. Bagaimana bosnya bisa dengan entengnya mengajak menikah.


Ini ajakan atau perintah? Dahi Hana mengernyit.


" Buat aku jatuh cinta padamu."


TBC

__ADS_1


__ADS_2