PEMILIK HATI

PEMILIK HATI
Eps 77


__ADS_3

“Allen, kirimkan sarapan ke kamarku.”


“Tidak, Mas. Aku akan sarapan di resto.”


Tama menutup panggilan teleponnya dengan Allen, “Tapi, Risa. Bisakah kita makan bersama di sini saja, hm?” pintanya.


“Aku terlalu lelah berada di ruangan yang sama terus bersamamu, aku ingin keluar. Jika kamu tidak ingin kita kembali ke Jakarta hari ini, baiklah aku mengerti karena masa cutimu memang baru saja di mulai. Tapi jangan menyuruhku untuk menetap di ruangan ini terus menerus. Jangan mengekangku, Mas.”


“Ka-kalau begitu, tunggu aku. Aku akan mandi dengan cepat.”


“Aku akan ke resto terlebih dahulu, jangan khawatir, aku tidak akan kabur. Lagipula anak buahmu juga pasti terus memperhatikan keberadaanku.” Setelah membereskan isi tasnya, Carissa langsung keluar tanpa memperdulikan Tama.


Secepat kilat Tama mandi lalu bergegas menyusul istrinya ke resto, saat ia terburu-buru, laki-laki tampan itu dikejutkan oleh pemandangan di depannya. Carissa terlihat duduk dan mengobrol santai dengan seorang laki-laki asing. Laki-laki berambut pirang dan bermata biru itu terlihat nyaman sambil menyantap sarapannya. Dan yang membuatnya marah saat ia melihat Carissa bersikap santai bahkan tersenyum sambil memandang laki-laki bule tersebut.


“Siapa Anda?” tanyanya dengan suara yang menyeramkan.


Laki-laki asing itu terlihat kebingungan karena tiba-tiba saja ada yang menghampiri mejanya dan bertanya dengan nada tidak menyenangkan, “Seharusnya kamu yang terlebih dahulu mengatakan siapa dirimu.”

__ADS_1


“Aku adalah suami dari perempuan yang saat ini sedang duduk di hadapanmu.” Jawabnya dengan dingin, lalu ia mengedarkan pandangannya untuk menatap istrinya, namun tak ada respon dari Carissa.


“Suami Carissa? Betulkan itu, Ca?” Gabriel bertanya dengan tenang, seakan-akan mereka berdua sudah kenal lama. Hal itu membuat darah Tama semakin mendidih.


“Sepertinya begitu.” Jawab Carissa enteng.


“Hm? Apa kamu perlu pertolongan, Ca?” Gabriel mengira jika Carissa sedang dalam masalah.


“Tidak. Aku baik-baik saja.”


“Maafkan aku, Tuan . . .”


“Baiklah, maafkan aku, Adhitama. Aku tadi mengira jika perempuan cantik ini sedang kesepian karena sarapan tanpa ada yang menemaninya, jadi aku mencoba berteman dengannya.”


“Dan karena aku sudah ada di sini, bisakah Anda untuk menyingkir sekarang?”


“Oh, tentu saja.” Gabriel berdiri dan ingin segera pergi, “Senang bertemu denganmu Carissa, kuharap ini bukan pertemuan terakhir kita.”

__ADS_1


“Tentu saja, Gab. Sampai jumpa kembali.”


Tama menahan emosinya dengan susah payah dan mengepalkan tangannya dengan kuat, ia begitu marah dan ingin menonjok laki-laki lain yang berani tersenyum kepada istrinya, namun ia memilih menahannya karena tidak mau Carissa lebih membencinya.


“Kenapa kamu membiarkan laki-laki lain untuk duduk di tempatku, Risa?” tanyanya saat sudah duduk di hadapan istrinya.


“Apa yang salah, Mas. Suamiku mencicipi perempuan lain saja aku harus memakluminya, dan kami tadi hanya duduk bersama, jadi jangan berlebihan.”


“Risa!” Tama mencengkeram tangan kanan istrinya, “Bukannya kamu sudah tau jika aku tidak suka ada laki-laki lain di dekatmu? Kurasa kamu ingat betul hukuman apa yang kuberikan kepadamu pertama kali saat dirimu tidak mematuhi keinginanku.”


“Maka mulai hari ini mulailah terbiasa, Mas. Agar hatimu lebih siap jika suatu hari ada yang memberikanmu video saat aku bercinta dengan salah satu laki-laki itu.”


“Carissa!!!” Tama berteriak dan menggebrak meja yang ada di hadapannya. Semua mata tertuju ke arah Tama dan Carissa. “Ikut aku!”


Tama menarik tangan Carissa dengan paksa, Carissa mencoba meronta untuk melepaskan genggaman tangan Tama yang terasa sangat menyakitkan, namun Tama tak peduli dan terus menarik gadis itu.


Dengan cepat Tama mengakses kunci kamarnya, lalu memasukkan Carissa kedalam kamar dan menjatuhkan gadis itu di atas tempat tidur.

__ADS_1


“Apa yang kamu lakukan, Mas!”


“Kamu sungguh membuatku gila!” Tama mengunci kedua tangan Carissa lalu menciumnya dengan paksa. Carissa terus meronta, tapi semua itu percuma karena tubuhnya dikekang oleh tubuh besar Tama.


__ADS_2