PEMILIK HATI

PEMILIK HATI
Eps 75


__ADS_3

Tama membawa Carissa untuk duduk di atas tempat tidur, sedangkan ia bersimpuh di hadapan istrinya. “Aku akan menjelaskan semuanya, aku akan mengatakan semuanya sehingga tak akan ada lagi kebohongan di pernikahan kita.”


Tama akhirnya menjelaskan dengan siapa saja ia pernah bercinta, lalu alasan-alasan yang ia ungkapkan, yang menjadi latar belakang semua tindakannya itu. Kemudian ia beralih kepada Amelia. Tama sempat terhenti sebentar dan ingin memastikan bagaimana ekspresi yang Carissa berikan, diluar dugaan, Carissa begitu tenang. Hal itu membuat Tama semakin khawatir karena istri tercintanya itu terlihat sudah tidak peduli lagi dengan semua yang ia bicarakan.


Dengan ketakutan yang semakin merasuki hatinya, akhirnya ia melanjutkan ceritanya tentang pertemuan pertamanya dengan Amelia, dan juga ketidak tahuan akan rekaman video itu. Tama menjelaskan jika ia melakukan keinginan Amelia karena ia mendapatkan ancaman jika perempuan gila itu akan menemui Carissa.


“Tidak pernah sekalipun, aku tidak pernah satu kalipun mencium, atau pun tidur di ranjang yang sama dengan perempuan-perempuan itu, karena aku melakukannya tanpa memiliki perasaan. Hanya kamu, Sayang. Hanya kamu sebagai pemilik hatiku. Hanya kamu. Aku akui aku melakukan kesalahan yang sangat besar, aku melakukan dosa besar, tapi itu semua kulakukan karena takut kehilangan dirimu.”


“Dan kamu pada akhirnya tetap akan kehilangan diriku, Mas.”


“Tidak, tidak, tidak, Risa. Aku mohon, aku akan memohon berkali-kali padamu, aku akan meminta maaf berkali-kali padamu untuk memaafkanku. Bilang padaku, apa yang harus kulakukan. Semuanya akan kulakukan untukmu, kecuali perintah untuk melepaskanmu.”

__ADS_1


Sebenarnya Carissa merasakan perih yang teramat dalam, dia tahu betul jika semua itu adalah masa lalu untuk Tama, tapi ia tak bisa mengabaikan tentang hubungannya dengan Amelia, dan juga kebohongan yang di utarakan Tama dengan penuh keyakinan di masa lalu.


Carissa sadar jika dia sangat mencintai suaminya itu, terlebih mereka berdua memerlukan perjuangan agar dapat bersatu seperti saat ini, namun Carissa memilih untuk menutup hatinya sementara ini, karena ia tak mau jika tersakiti lebih dari ini. Walaupun Tama sudah mengatakan semuanya, Carissa masih merasa takut jika ada kebohongan yang masih tertinggal.


Gadis itu terdiam sambil memandangi suaminya yang terlihat gelisah di hadapannya, ia tahu jika Tama benar-benar mencintainya, namun rasa cinta itu tidak bisa menjadi pembenaran atas semua perbuatannya, terutama hubungannya dengan Amelia yang ia lakukan tepat sebelum beberapa hari pernikahannya. Namun, ia juga sadar jika tidak mungkin dengan mudah melepaskan pernikahannya, pernikahan ini di ikat dengan dua keluarga yang memiliki nama besar, bahkan pesta mereka di elu-elukan sebagai pesta terbesar saat ini. Carissa tidak mungkin mempermalukan kedua keluarga hanya karena rasa sakit hatinya.


“Risa? Apa yang kamu pikirkan? Tolong, jangan diam seperti ini, lebih baik kamu marah padaku, jangan seperti ini. Ini lebih menakutkan.”


“Yang aku mau? Tolong maafkan aku, berikan aku satu kesempatan lagi. Dan tetaplah bersamaku, Risa. Tolong, tolong jangan membuangku, aku tak akan bisa hidup tanpamu.”


“Kamu ingin aku memaafkan dan mengerti tentang semua itu?”

__ADS_1


“Aku ingin maafmu, tapi jangan mencoba mengerti atas perbuatan salahku itu. Lebih baik kamu marah, lebih baik kamu melawan dari pada diam seperti ini.”


“Bagaimana aku melawanmu, jika handphoneku saja ada padamu.”


Deg!! Jantung Tama terasa berhenti sepersekian detik, “Ma-maafkan aku, Risa. Aku hanya takut kamu akan melarikan diri dengan mendapatkan bantuan dari luar. Aku hanya ingin menyelesaikan masalah ini denganmu, dan membuatmu tetap di sisiku.”


“Baiklah, aku setuju.” Jawab Carissa tetap dengan wajah datarnya.


“Kamu setuju? Kamu memaafkanku, Sayang? Kamu tidak akan pergi dariku, kan?”


“Aku tidak tahu dengan kata maaf, karena jujur saja hatiku masih sakit karena pengkhianatan darimu. Tapi aku setuju untuk tetap bersamamu, ini kulakukan semata-mata demi kedua keluarga yang menyayangiku. Bukan karenamu. Satu tahun! Hanya selama itu aku akan tetap mencoba menjadi istrimu.”

__ADS_1


__ADS_2