
Pemilik Hati (54)
" Jangan banyak pikiran. Kondisimu harus stabil saat melakukan operasi nanti. Bukankah kamu sudah tak sabar menemui Syifa?,"
David mengangguk. " Maaf kalau akhirnya kamu harus terjebak disini bersamaku." Ada rasa bersalah karena untuk menutupi kebohongannya,Rangga pun harus ada bersamanya.
" Kita sahabat. Jangan pernah berpikir seperti itu. Lagipula Mira bisa memahami apa yang terjadi."
" Tetap saja. Aku merasa bersalah karena membuatmu jauh dari anakmu yang baru lahir,"
" Sudahlah jangan terlalu dipikirkan. Sudah ku bilang kamu tidak boleh banyak pikiran, Dav. Fokus saja pada operasi yang akan segera di lakukan,"
David mengangguk.
" Semoga operasinya nanti berjalan lancar, jadi aku tak harus berlama-lama disini,"
" Aamiin,"
" Oh ya, bagaimana kabar terbaru penyelidikan tentang Andra?,"
" Agak sulit di cari informasinya. Sepertinya ada yang menolongnya dan yang menolongnya bukan orang biasa."
Setelah keduanya yakin Andra adalah dalang di balik sabotase rem mobil, David langsung meminta Rangga mencari informasi tentang Andra.
Namun, selain informasi bahwa Andra di bebaskan dengan jaminan uang, tak ada informasi lain yang mereka dapatkan.
Baik David maupun Rangga tidak bisa menebak siapa yang menolong Andra karena setahu mereka keluarganya bahkan menjauhinya. Begitupun orang-orang terdekatnya.
" Tapi, kamu tenang saja. Belum ada pergerakan lain yang terlihat sampai saat ini,"
__ADS_1
Penjagaan di rumah pun David perketat. Bahkan ia melarang sang istri keluar rumah karena khawatir.
" Jangan sampai lengah. Dia orang yang nekad,"
" Kamu tenang saja."
Di tempat lain di sebuah kapal pesiar mewah, Andra sedang menikmati pesta yang di gelar seorang pengusaha.
Ia dan Camelia datang sebagai salah seorang tamu undangan yang tentu saja mendapatkan fasilitas mewah.
Semua orang tampak takjub dengan keberadaan Andra dan Camelia. Walaupun terpaut usia, keduanya tampak serasi. Tidak sedikit orang yang tahu siapa keduanya.
Namun, tak ada seorangpun yang berani mengusik Andra karena ia ada dalam lindungan Camelia.
Setelah menikmati pesta, keduanya masuk ke dalam kamar yang sudah di sediakan.
" Apa kamu tergoda?," tanyanya deng suara mendayu.
" Kamu selalu menggoda," bisik Andra tepat di telinga Camelia yang membuat tubuhnya meremang.
Andra langsung menggendong Camelia yang memang memiliki tubuh ideal dan langsung merebahkan nyandi atas kasur.
Pergulatan panas pun terjadi diantara keduanya. Andra yang memang seorang Casanova mampu memberi kepu_asan pada Camelia. Ia pun menikmati setiap inci keindahan yang ada pada tubuh wanitanya.
Benar-benar the power of money. Semua masih tampak indah sekalipun usia Camelia tak lagi muda.
Setelah Camelia terlelap karena lelah, Andra keluar dan menikmati laut lepas.
" Aku akan membiarkan kalian tenang untuk sementara waktu." Andra tersenyum sambil memikirkan rencana selanjutnya.
__ADS_1
Ia Merasa beruntung karena telah membuat seorang Camelia tertarik padanya hingga mau membebaskannya dari penjara.
Ia pun tak pernah mempermasalahkan jika akhirnya harus berakhir seperti ini. Mereka sama-sama di untungkan bukan?
Andra mendapatkan uang dan kekuasaan untuk membalaskan dendamnya dan Camelia mendapatkan laki-laki yang di idamkan banyak perempuan. Apalagi ia sudah membuktikan bagaimana hebatnya laki-laki yang kini jadi miliknya itu.
" Kalian mundur untuk sementara sampai waktu yang tidak ditentukan. Tunggu kabar selanjutnya" Andra menghubungi seseorang memberikan perintah.
Camelia memang tak tahu menahu apa yang dilakukan Andra dibelakangnya. Selama apa yang ia minta Andra berikan, ia tak mau tahu.
" Honey, kenapa kamu disini?," tanya Andra yang tahu siapa yang memeluknya dari belakang.
" Aku kedinginan tidur sendiri,"
Andra tersenyum dan mengajak Camelia kembali ke kamar mereka.
...******...
" Semoga operasinya berhasil,"
" Aamiin,"
Brangkar yang membawa David pun sudah di bawa masuk ke ruang operasi. Hari ini, akhirnya tiba. Setelah pemeriksaan yang menyatakan David siap untuk menjalani operasi, dokter pun langsung menjadwalkan operasi.
Di rumah sakit hanya ada Rangga dan Ayah David yang menunggu.
Sementara Syifa dan Flower harap-harap cemas di rumah. Hanya bisa mendoakan dari jauh.
TBC
__ADS_1