
"Apa kau mengenal kak Steven juga..?"
Flamini tersenyum mendengar pertanyaan Anabelle. "Tentu saja. Kakak ipar mu itu teman baik ku. Aku juga mengenal Katty lebih duluan sebagai asisten Calista sebelum Steven mengenal nya", jawab Flamini.
Ana membalikkan badannya, menghadap Flamini yang berdiri berjarak darinya. Dengan mulut terbuka gadis itu menatap tak percaya Flamini.
Flamini mendekati nya. "Sekarang duduklah. Kita bicara".
"Hm...tuan Flamini tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi. Aku sudah mengundurkan diri dari perusahaan nona Verline. Aku juga sudah menyelesaikan tanggung jawab ku kan. Jadi urusan kita telah selesai, tuan", ucap Anabelle pelan, menundukkan kepalanya. Ana menautkan jemari tangannya yang saling meremas di depan perutnya.
"Kenapa kau mengundurkan diri, apa karena aku mencium mu, hem?", tanya Flamini semakin mendekati Anabelle yang melangkah mundur kebelakang.
"Eh...Hem, lupakan lah. Aku sudah melupakan kejadian itu. Aku juga sudah melupakan kejadian di toilet. Sekarang sebaiknya aku kembali tempat dudukku.."
__ADS_1
"Ana, aku minta maaf atas perbuatan ku. Aku benar-benar tidak bisa menahan diri. Keesokan harinya aku ingin bicara pada mu. Aku kaget mendengar Verline mengatakan kau resign dari pekerjaan mu. Kau tahu, setelah itu aku mencari mu. Bahkan Sean mendatangi kampus mu, tapi teman-teman mu mengatakan kau tidak pernah lagi datang ke kampus", ucap Flamini serius menatap manik bening Anabelle yang juga menatap matanya.
Ana diam tercekat ditempatnya. Tak sepatah katapun yang keluar dari bibirnya yang terbuka. Antara kaget dan bingung dengan kata-kata Flamini yang baru saja terucap dari bibir laki-laki itu.
Namun seketika jantung Anabelle berdebar kencang. Merasakan gelenyar aneh dalam dirinya. Kupu-kupu berterbangan di perutnya. Tapi...hanya sesaat saja. Anabelle kembali tersadar.
"Untuk apa kau bicara pada ku tuan Flamini. Aku sudah melupakan kejadian itu. Sebaiknya aku turun sekarang, tidak baik jika kita hanya berdua saja di tempat ini", jawab Anabelle berusaha menutupi rasa gugup yang menyerangnya karena Flamini berdiri begitu dekat dengannya.
"Tempat mu di sini Ana, Bersama ku. Aku sudah berjanji pada Katty, Steven dan ayah mu akan menjaga mu. Papa mu bilang kau tidak pernah berpergian seorang diri. Papa mu bilang kau pergi dalam kondisi tidak baik, karena menangis. Apa yang kau tangisi, Ana?", tanya Flamini begitu lembut menatap intens wajah Anabelle yang terlihat pucat.
Jemari kokoh Flamini mengusap lembut wajah cantik Anabelle. "Iya. Setelah aku menjelaskan semuanya, Katty mengajakku ke apartemen nya untuk menemui mu Ana, tapi ternyata kami terlambat. Kau sudah pergi".
"Maafkan aku karena salah duga tentang mu. Ternyata pepatah yang mengatakan Cinta bisa membuat orang menjadi bodoh, itu memang benar. Aku merasakannya sendiri. Di pernikahan Steven dan Katty, aku sangat marah pada mu, Ana. Aku cemburu melihat mu bermesraan dengan laki-laki lain. Uhh...ternyata dia papa mu. Aku benar-benar bodoh kan karena memendam rasa yang begitu menyiksaku", ucap Flamini dengan lembut menatap Anabelle yang terdiam di balik pintu.
__ADS_1
Sontak perkataan Flamini membuat tubuh Anabelle gemetaran. Ia mendengar dengan jelas semua kata yang terucap dari bibir laki-laki itu.
Anabelle memejamkan kedua matanya saat Flamini mendekatkan bibirnya pada bibir nya. Ana diam terpaku, punggungnya terdorong menyentuh daun pintu ketika bibir Flamini menyatu dengan bibirnya yang masih tertutup.
Perasaan Ana campur aduk. Akal sehatnya ingin menolak Flamini namun tubuhnya berkata lain. Ciuman Flamini sangat berbeda, begitu lembut dan penuh perasaan. Ana merasakan seperti sangat di cintai dan diinginkan.
Perlahan Ana membuka mulutnya, Flamini merasakannya. Laki-laki itu tidak menyia-nyiakan kesempatan, me*umat dengan lembut bibir Anabelle yang terbuka sempurna. Lidah Flamini menari-nari menyapu rongga mulut Anabelle.
Tindakan Flamini membuat tubuh Ana semakin tak karuan rasanya. Seketika panas menjalari sendi tubuhnya.
Anabelle mencengkram kuat kemeja Flamini. Sesaat Ana membuka matanya, namun ia merasakan tubuhnya begitu lemah. Tidak memiliki kekuatan lagi untuk berdiri...dan semua menjadi gelap.
"Ana..."
__ADS_1
Samar-samar Ana mendengar Flamini memanggil namanya.
...***...