PEMUAS RANJANG NONA MUDA

PEMUAS RANJANG NONA MUDA
KATTY


__ADS_3

Katty menatap kedalam ruangan ICU dari luar kaca jendela. Gadis itu menyentuh kaca dan menatap lekat sosok pria paruh baya yang tergolek lemah di salah satu ranjang pasien di dalam ruangan yang di jaga ketat oleh perawat. Bahkan pihak keluarga pun tidak boleh sembarang masuk, karena ruangan itu bukan ruang khusus yang biasa di sewa oleh orang-orang yang memiliki banyak uang. Di ruang itu banyak pasiennya.


Siapakah dirinya. Katty sadar diri, ia tidak mampu membayar ruangan khusus tersebut, dari gaji dan bonus yang ia dapatkan. Dari pekerjaannya ia hanya mampu membayar ruang biasa untuk ayahnya yang mengalami gagal ginjal sejak setahun yang lalu.


Katty bersyukur ia mampu membiayai pengobatan ayahnya, bahkan ia sangat berterima kasih pada bos-nya Calista telah membiayai cuci darah yang membutuhkan banyak uang.


"Kak... dokter Arthur ingin bertemu kakak sekarang di ruangannya".


Katty menolehkan kepalanya, menatap adiknya. Katty langsung tersenyum kecut. Ia tahu, ketika dokter Arthur ingin bertemu dengannya pasti karena ingin menyampaikan kondisi ayahnya yang memburuk atau membicarakan masalah biaya yang di butuhkan untuk pengobatan ayahnya. Katty sebagai penanggungjawab pengobatan pasien tentu saja dokter atau pihak rumah sakit akan bicara padanya. Sementara adiknya Anabelle masih kuliah. Dan menjadi tanggung jawab Katty juga.


"Iya, kakak ke sana sekarang", jawab Katty berusaha tegar dan menampakkan wajah ceria di depan Anabelle. Gadis itu tidak mau Anabelle melihatnya kesulitan membiayai Ethan dan Anabelle, karena Anabelle pasti akan stop out dari bangku kuliah seperti yang sering ia utarakan pada Katty. Anabelle acap kali menyampaikan keinginannya bekerja, namun Katty ingin adiknya fokus kuliah dulu.


Beberapa saat Katty tiba di depan pintu ruangan dokter Arthur. Sesaat Katty memejamkan matanya dan mengetuk pintu ruangan dokter ayahnya itu. Kemudian seorang perawat membuka pintu dan mempersilakan ia masuk karena dokter sudah menunggunya.


Terlihat dokter paruh baya duduk di kursinya. Ia tersenyum ketika melihat Katty sudah datang.


"Selamat sore dok", sapa Katty ramah.

__ADS_1


"Sore. Silahkan duduk Katty, ada yang ingin aku bicarakan pada mu".


Katty menganggukkan kepalanya, seketika wajahnya berubah. Perasaannya pun sudah tidak enak. Katty hanya bisa pasrah dan menerka-nerka apa yang akan di bicarakan dokter kepadanya. Ia sudah mengenal dokter Arthur dengan baik. Dokter internis yang sudah senior dan sarat pengalaman. Dokter Arthur juga dokter yang sangat pengertian dengan keluarga pasien seperti Katty.


"Iya dok. Saya sudah siap menerima kabar apapun tentang papa", lirih Katty pasrah.


Dokter Arthur tersenyum. "Katty... yang ingin aku sampaikan bukan tentang ayahmu tapi tentang hal lainnya", ujar Arthur.


Katty menatap lekat wajah dokter berwajah latin itu, yang masih terlihat gagah diusianya.


"Mulai hari ini aku tidak akan menangani ayah mu lagi Katty, karena aku akan fokus pada klinik yang aku miliki di kota Birmingham".


"Dokter Arthur, bagaimana kalau ayahku di pindahkan juga ke klinik dokter itu? karena dokter sudah merawat ayah ku sejak ia menderita sakit gagal ginjal".


"Sementara ayah mu harus mendapatkan perawatan intensif dengan fasilitas yang cukup, maka harus tetap di rawat di rumah sakit ini", jawab Arthur.


"Katty...kamu tidak perlu kuatir, ada dokter pengganti. Ia dokter terbaik juga, sudah sering menangani kasus seperti ayah mu. Sebentar lagi ia akan datang".

__ADS_1


"Iya dokter, apapun yang terbaik untuk papa saya akan menuruti semua saran dokter", ucap Katty pelan.


Arthur meminta perawat mengambil berkas tentang ayah Katty.


Beberapa menit kemudian ada yang mengetuk pintu. Perawat membukakan pintu, dan mempersilakan orang tersebut masuk.


Sedangkan Katty sibuk dengan pikirannya sendiri dan Arthur masih membaca berkas-berkas tentang Ethan ayah Katty.


"Dok...dokter Morgan sudah datang".


Arthur menatap dokter mudah yang sudah berdiri di samping perawat senior yang sudah lama berkerja bersamanya. Arthur tersenyum. "Katty... dokter yang akan menggantikan ku di sini sudah datang. Dokter Morgan...selamat datang. Ini Katty, putri pasien yang aku ceritakan pada mu beberapa waktu yang lalu. Aku yakin dokter Morgan bisa menangani kasus pasien lebih baik lagi. Kau ahlinya", ujar dokter Arthur tersenyum penuh arti.


Katty menolehkan kepalanya, menatap laki-laki yang di panggil dokter Morgan itu. Kedua mata Katty menatap tak percaya siapa yang di lihatnya sekarang berdiri di belakangnya. "T-uan Steven..?"


Laki-laki ber hazel coklat terang itu balas menatap Katty yang berdiri dari kursinya. Sepertinya sedang mengingat-ingat sesaat. Detik berikutnya senyuman menghiasi wajah tampannya. "Kau asisten istri temanku Samuel kan...?"


...***...

__ADS_1


To be continue


__ADS_2