
Beberapa hari kemudian...
Anabelle menyiapkan sarapan pagi untuk ayahnya. Sekarang Ethan sudah nampak lebih segar dan sehat.
"Aku sudah membuatkan sarapan pagi kesukaan papa. Sekarang papa makanlah, nanti oatmeal nya keburu dingin".
"Terimakasih Ana, papa akan menghabiskan makanan kau sajikan untuk papa", jawab Ethan tersenyum.
"Papa harus makan yang banyak, biar sehat terus", ucap Anabelle sambil menyiapkan obat yang harus di minum Ethan.
"Wah... ternyata pasien dokter Steven semakin sehat sekarang".
Katty dan Steven baru saja datang. Nampak Steven membantu Katty membawa paper bag keatas meja.
"Kakak.."
"Katherine kau datang nak. Ayo ajak dokter Steven sarapan bersama papa. Ana siapkan piring untuk kakak mu", ucap Ethan pada Anabelle yang segera menuruti perintah ayahnya.
"Aku dan Steven pagi ini sengaja sarapan dengan papa", jawab Katty. "Sayang, kau mengobrol dulu dengan papa ya, aku menyiapkan sarapan mu", ujar Katty pada Steven.
"Iya", jawab Steven tersenyum menatap Katty.
Katty membawa paper bag ke dapur menyusul adiknya Anabelle.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan papa? Apa papa masih sering merasakan sakit?", tanya Steven ramah pada Ethan.
"Papa baik-baik saja nak, tapi papa lebih nyaman jika mengkonsumsi makanan lembut seperti ini", jawab Ethan sambil memperlihatkan mangkok berisi oatmeal dan potongan buat segar di dalamnya. Laki-laki paruh baya itu menyuapkan makanan kemulutnya.
Steven tersenyum. "Itu lebih sehat. Karena oatmeal mengandung serat tinggi, sangat bagus di konsumsi papa. Setelah makan nanti aku akan memeriksa papa", ujar Steven. Ia menuang teh hangat kedalam gelas dan menyeruput nya.
*
"Kak bagaimana rencana pernikahan kalian? Aku sudah tidak sabar melihat pernikahan kakak dan kak Steven", ucap Anabelle sambil menyusun makanan yang di bawa Katty kedalam piring.
"Aku dan Steven sudah memutuskan awal bulan depan pernikahan kami. Hanya pernikahan sederhana saja yang di hadiri keluarga inti. Sesuai keinginan kakak", jawab Katty.
"Kau sendiri bagaimana kuliah mu, Ana?"
Katty menatap adiknya. "Bagaimana buku desain mu bisa hilang, Ana? Kenapa untuk hal sepenting itu kau bisa lalai?"
"Bukunya hilang saat di rumah sakit. Waktu kakak ke kota Leeds. Aku buru-buru mau ke kampus dan menabrak seseorang di lobby rumah sakit kak. Sepertinya buku ku jatuh di sana. Tapi saat aku kembali sudah tidak ada lagi", jawab Anabelle.
Huhh...
Katty menghembuskan nafasnya dan menggelengkan kepalanya mendengar cerita Anabelle.
"Kau ini tidak pernah berubah Anabelle. Ceroboh dan lalai. Kenapa kau tidak mencari orang itu, hah?"
__ADS_1
"Kemana aku harus mencarinya kak, rumah sakit sebesar itu. Huhh... padahal handphone paman itu rusak karena jatuh ketika aku menabrak nya, aku pun sudah meninggalkan kartu namaku supaya ia menghubungi ku...tapi hingga kini paman itu tidak menghubungi ku", ujar Anabelle menatap Katty.
"Sudahlah... sekarang kakak tidak perlu kuatir, aku masih bisa tamat kuliah tepat waktu karena aku sudah di terima di perusahaan milik keluarga teman ku. Kakak tahu...bos ku sangat percaya pada ku. Bahkan ia mengajak aku terjun langsung menangani proyek besar. Hari ini aku akan bersama nona Verline menemui klien itu", ujar Anabelle bersemangat.
"Kak ayo kita makan, sebentar lagi aku harus pergi kerja. Kakak tidak perlu mengkuatirkan masalah kuliah ku, semuanya baik-baik saja. Sudah saatnya kakak memikirkan diri kakak dan kebahagiaan kakak. Aku dan papa baik-baik saja. Aku sudah memiliki pekerjaan sekarang dan menerima gaji karena menangani proyek nona Verline. Kakak harus janji padaku, sudah saatnya kakak mewujudkan impian kakak dan kak Steven berumah tangga, memiliki anak-anak kakak. Selama ini kakak yang membiayai keluarga kita, sekarang sudah saatnya aku yang mengurusi semuanya. Aku ingin melihat kakak bahagia", ucap Anabelle menggenggam erat jemari tangan Katty yang terdiam di hadapannya.
Manik biru terang Katty berkaca-kaca menatap Anabelle. Katty memeluk erat tubuh adiknya. "Kakak janji akan bahagia Ana. Kakak juga ingin melihat mu bahagia sayang".
Anabelle tersenyum. "Tentu saja kak".
Keduanya membawa piring berisi makanan ke ruang makan.
"Kenapa kalian lama sekali di dapur, Katherine. Lihatlah dokter Steven belum makan sama sekali", ujar Ethan menatap kedua putrinya bergantian.
Steven tersenyum mendengar perkataan Ethan. "Tidak apa-apa pah, mungkin ada yang Katty dan Ana ingin bicarakan. Iya kan sayang?". Steven menatap mesra kekasihnya yang sedang mengambilkan makanan untuk nya.
Katty tersenyum. "Kau benar sekali dokter Steven", balas Katty melingkarkan tangannya pada pundak Steven dan mengecup lembut wajah tampan Steven.
Ethan dan Anabelle tersenyum melihat kebahagiaan dan kemesraan Katty dan Steven yang tidak sungkan menunjukkan perhatian masing-masing.
Terutama Ethan. Ia sangat bersyukur akhirnya Katty akan segera melepas masa lajangnya dengan laki-laki sebaik Steven.
...***...
__ADS_1
To be continue