PEMUAS RANJANG NONA MUDA

PEMUAS RANJANG NONA MUDA
MADRID II


__ADS_3



Keesokan harinya..


Sambil menggenggam erat jemari tangan Calista, Samuel menjawab pertanyaan wawancara di pembukaan pameran lukisan milik nya. Tanpa sungkan untuk menutupi sedikit pun, laki-laki itu mempertontonkan kemesraan nya dengan Calista di hadapan semua orang.


Samuel yang cukup terkenal di Madrid, tentu saja membuat banyak orang bertanya-tanya siapa Calista sebenarnya. Wanita cantik yang selalu setia berada di samping Samuel sedari acara dimulai hingga sesi tanya jawab, tentu saja membuat rasa penasaran para kuli tinta tersebut dan menanyakan secara langsung siapa Calista pada pemilik acara.


Walaupun Dean sudah memberikan peringatan untuk bertanya seputar lukisan Samuel saja namun pada kenyataannya pencari berita itu malah lebih tertarik bertanya hal pribadi.


Samuel memberi isyarat pada asistennya, bahwa ia bersedia menjawab pertanyaan itu.


Dengan tegas Samuel mengatakan Calista adalah istrinya. Mereka sudah resmi menikah di London.


Sontak saja jawaban Samuel semakin membuat wartawan yang hadir kaget. Karena desas-desus yang berkembang selama ini menyebutkan Samuel salah satu pesohor yang tidak mau berkomitmen.


"Setiap orang bisa saja merubah komitmen nya jika di pertemukan pada orang yang tepat", jawab Samuel diplomatis sambil mendaratkan sebuah kecupan di wajah Calista yang tersenyum sambil mengusap lembut lengan Samuel.


Sebenarnya Calista kaget mendengar jawaban Samuel. Untuk sesaat perasaannya berbunga-bunga. Tapi cepat-cepat di tepisnya. Karena semua itu adalah fatamorgana yang di buat-buat Samuel saja ketika berada di depan orang-orang. Bukan ungkapan perasaan yang sebenarnya.

__ADS_1


Waktu berlalu pun Samuel masih menunjukkan kemesraan nya di depan semua tamu undangan. Hingga tiba saatnya galeri di buka untuk umum.


Samuel mengajak Calista ke kantor nya yang berada satu gedung dengan galeri. Lebih tepatnya di bagian samping galeri berdiri kantor Samuel. Di bangunan itu pulalah ia sering menghabiskan waktunya untuk melukis menyalurkan imajinasi nya melalui coretan kuas milik nya.


Calista baru pertama kali masuk ke dalam ruangan pribadi Samuel. Lebih tepatnya ruang lukis. Di ruangan itu terlihat banyak kampas yang sudah ada lukisan nya di atasnya tapi belum selesai.


Calista melihat-lihat lukisan yang belum jelas bentuknya itu.


Samuel membuka jas berwarna abu-abu miliknya dan meyampirkannya di tempat jas yang tersedia sudut ruangan.


Samuel menggulung lengan kemeja berwarna hitam yang membalut tubuh atletisnya hingga ke siku. Nampak laki-laki itu menyiapkan bahan-bahan untuk melukis.


"Sammy...Kau sedang apa?", tanya Calista ketika melihat Samuel sedang mencampur beberapa cat dalam satu wadah. Calista mendekati laki-laki itu.


Calista semakin mendekati laki-laki itu. Dan mendekatkan bibirnya ke telinga Samuel. "Apa kau bersedia melukis ku sekarang? Aku ingin kau melukis ku, Sammy. Seperti kau melukis Amber", bisik Calista dengan suara begitu menggoda Samuel. Bahkan harum lembut tubuhnya dan hembusan nafasnya sangat mempengaruhi Samuel.


"Ah shitt...Kau selalu menggoda ku, Calista", seru Samuel tanpa ampun menarik tengkuk Calista dan me*umat bibir Istrinya itu. Calista tersenyum. Jemari tangannya mengusap lembut dada bidang Samuel.


Samuel semakin memperdalam ciumannya. Keduanya berciuman dengan liar saling mencecapi. Jemari tangan samuel membuka resleting dress pensil ketat berbahan katun yang di pakai Calista. Tanpa memutuskan tautan bibirnya Calista pun membuka kancing-kancing kemeja Samuel.


Seketika hawa panas menjalari tubuh keduanya. Sama-sama enggan menghentikan ciuman panas, Samuel mengangkat tubuh Calista masuk ke private room yang menyatu dengan ruangan itu. Seketika aroma musk Samuel memenuhi indera penciuman Calista. Aroma yang begitu di sukai Calista. Aroma yang bisa melumpuhkan akal sehat Calista dalam sekejap.

__ADS_1


Samuel merebahkan tubuh Calista ke tengah-tengah tempat tidur berukuran king size, laki-laki itu mengungkung tubuh Calista sambil membuka bra berwarna mewah terang yang membuat tubuh Calista semakin terlihat begitu seksi menggoda.


"Akh–"


De*ahan lolos dari bibir Calista. Tubuhnya nampak gusar sementara jemari tangannya mencengkram seprai berwarna putih bersih. "Akh... Sammy. Oh god".


Calista mengeluarkan suara men*esah tak karuan ketika merasakan lidah Samuel menggelitik inti nya. Sensasinya benar-benar mempengaruhi Calista. Tatapan sayu berkabut gairah beradu dengan netra coklat terang milik Samuel yang terlihat begitu mengagumi keindahan Calista.


Suara de*ahan dan erangan silih berganti terdengar memenuhi kamar itu.


"Oh Calista...kau sangat nikmat sayang. Demi Tuhan, Cali...Aku benar-benar menginginkan mu. Sepertinya aku benar-benar jatuh cinta pada mu sayang. Ahh... Calista aku mencintaimu sayang. Oh God... Jangan pernah pergi dari ku CALISTA!". Samuel mengeram panjang, menekan kuat-kuat miliknya hingga menyemburkan cairan hangat kedalam inti Calista yang menitihkan air matanya, memeluk erat punggung lebar Samuel.


Ya... Calista mendengar semua ucapan Samuel dengan jelas. Untuk yang pertama kalinya Samuel memanggilnya begitu intim. 'Sayang'. Dan menyatakan perasaan yang begitu mendalam. Samuel mengakui mencinta Calista untuk yang pertama kalinya selama mereka bersama. Lebih tepatnya saat bercinta dengan Calista selama ini, Samuel tidak pernah sekalipun menyebut namanya begitu intim seperti tadi. Samuel memang tidak pernah menyakiti Calista saat bercinta. Tetapi ia juga tidak pernah memanggil namanya juga. Seakan ada jurang pemisah diantara keduanya. Ada dinding pembatas yang begitu kuat setiap kali mereka bercinta. Meskipun sama-sama menikmati percintaan itu.


Ternyata tidak untuk kali ini. Samuel mengungkapkan perasaannya secara mendalam saat bercinta dengannya. Bahkan Samuel meminta Calista jangan pernah pergi darinya.


Sungguh membuat hati Calista bahagia tak terkira.


"Aku juga mencintaimu Sam..."


...***...

__ADS_1


To be continue


Visual Sam author ganti ya 🙏


__ADS_2