
Steven melingkarkan tangannya pada pinggang Katty ketika turun dari mobil dan langsung mengajak kekasih nya itu masuk kedalam mansion orangtuanya.
Saat di dalam salah satu pelayan menyapa dengan hormat ketika melihat kedatangan Steven.
"Di mana papa dan mama ku?", tanya Steven padanya.
"Tuan Arthur sedang bermain tennis di belakang sementara nyonya Adeline sedang membuat cemilan di pantry, bersama..."
"Aku akan menemui mama, lanjutkan saja pekerjaan mu", ujar Steven pada pelayan yang tidak melanjutkan ucapannya.
"Baik tuan".
"Kita temui mama ku", ucap Steven yang di balas anggukan kepala Katty.
Sesaat tiba di pantry Steven dan Katty melihat wanita paruh baya sedang mengambil sesuatu sesuatu dari dalam oven dengan sarung tangan tebal tahan panas. Ia tidak sendirian tapi di temani seorang wanita yang berdiri di sampingnya. Keduanya membelakangi Steven dan Katty.
Katty menatap keduanya begitu akrab.
"Mah..."
Kedua wanita itu serentak menolehkan kepalanya menatap Steven yang berdiri di belakang mereka.
"Sayang, kapan kau datang? Kenapa tidak memberi kabar jika kau akan ke Birmingham?", tanya Adeline tersenyum melihat kedatangan putranya. Sesaat matanya menatap lekat Katty yang berdiri di samping Steven. "Lihatlah siapa yang bersama mama, Steve", ucap Adeline menatap gadis yang berdiri di sampingnya.
__ADS_1
Gadis itu tersenyum penuh arti menatap Steven. Katty tahu dan menyadarinya.
"Baru saja mah. Aku sengaja tidak memberitahu mama dan papa, aku ingin memberi kejutan mama-papa atas kedatangan ku dan kekasih ku Katty", jawab Steven memeluk wanita yang sangat di sayanginya itu dengan erat.
Katty melihat Adeline tersenyum mendengar perkataan Steven namun tidak untuk gadis yang berdiri di sampingnya. Seketika senyum di wajah cantiknya hilang dan menatap tajam Katty.
"Perkenalkan Katty kekasih ku mah. Sayang...ini mama ku dokter Adeline, salah satu wanita tercantik yang aku miliki di dunia ini", ujar Steven sambil melingkarkan tangannya pada pundak mamanya dan mendaratkan kecupan pada wajahnya yang masih terlihat cantik di usianya.
"Kau tidak berubah, selalu saja pandai merayu mama, sayang", jawab Adeline mengusap wajah tampan putranya.
Kemudian Adeline memeluk tubuh Katty. "Senang mengenalmu sayang. Pantas saja putra ku langsung membuka hatinya ternyata kau sangat cantik sayang", ucap Adeline tersenyum hangat pada Katty.
Katty membalas senyuman Adeline. "Terima kasih nyonya. Nyonya Adeline lah yang sangat cantik", jawab Katty memuji.
"I-ya mah", jawab Katty singkat.
"Nah begitu kedengarannya lebih baik. Ayo sekarang kita bicara di dalam sambil menikmati kudapan sore. Mama membuat cookies gandum kesukaan mu dan papa mu", ujar Adeline.
"Lizzy membantu mama membuatnya, sayang", ujar Adeline sambil membawa cemilan yang sudah di buatnya ke ruang keluarga.
"Apa kabar mu Lizzy?", sapa Steven menatap gadis muda yang berdiri terdiam di tempatnya sedari tadi. Sekarang hanya mereka bertiga yang masih berada di pantry itu.
"Baik kak.."
__ADS_1
Tiba-tiba gadis itu langsung menghambur memeluk Steven. "Aku sangat merindukan mu, kak", ucapnya pelan.
Katty tercekat melihatnya. Bahkan ia mendengar perkataan gadis itu dengan jelas.
Katty melihat Steven langsung melepaskan pelukan gadis bernama Lizzy tersebut. Steven segera beralih melingkarkan tangannya pada pinggang Katty. "Sebaiknya kita kedalam sekarang. Kau harus bertemu papa. Pasti papa kaget melihat mu", ujar Steven sambil mencium lembut bibir Katty.
Tanpa memperdulikan keberadaan Lizzy di antara mereka, Steven mencium mesra Katty. Katty tidak menolaknya, ia pun membalas ciuman itu.
Sesaat kemudian, terdengar suara laki-laki mendekati pantry.
"Katanya ada yang mengunjungi ku?"
"Wah, seperti tidak ada tempat lain saja. Kenapa kalian berciuman di dapur seperti ini?"
Nampak Arthur papa Steven sudah berdiri di depan pintu pantry. Laki-laki paruh baya itu menatap Steven yang sedang mencium mesra seorang wanita yang membelakangi nya.
Kehadiran Arthur sontak membuat Steven dan Katty menghentikan aktivitas mereka. Katty menolehkan wajahnya yang berubah menjadi semburat merah karena malu.
"Katty...?"
...***...
To be continue
__ADS_1