
"Selamat malam tuan...nona? Apa tuan dan nona akan makan malam sekarang?", tanya Gema dengan sopan ketika melihat Samuel dan Calista baru saja masuk ke dalam rumah.
"Malam bibi Gema", balas Calista tersenyum.
"Antar saja makan malam ke kamar sekitar tiga puluh menit lagi. Karena istri ku harus minum obatnya, bibi", jawab Samuel.
"Baik tuan. Apa tuan dan nona menginginkan menu khusus malam ini?"
"Tidak bibi. Apapun yang sudah bibi masak pasti kami makan, karena masakan bibi tiada duanya", ujar Calista sambil memberikan kode dengan jemari tangannya, melangkahkan kakinya menuju lift yang ada di kediamannya.
"Cali, kau duluan saja masuk kamar, aku akan berbicara sebentar dengan Owen di ruang kerja ku", ujar Samuel mengantar istri nya ke kamar mereka.
"Iya. Aku mau berendam air hangat sebentar. Apa kau tidak mau bergabung dengan ku, Sammy?", bisik Calista di telinga Samuel.
Tidak hanya sampai di situ saja. Calista membuka jas, dasi dan kancing-kancing kemeja Samuel yang tak bergeming dari tempatnya berdiri. Sekarang jemari lentik Calista menyusuri dada bidangnya. "Ah shitt...kau menggoda ku. Kau tahu akibatnya, hm?"
Tangan Samuel menarik tengkuk Calista dan me*umat bibir ranum istrinya yang terbuka begitu menantang. Calista tak kala liarnya membalas lu*atan Samuel.
"Ah Calista, aku selalu tidak bisa menolak mu jika kau menggoda ku seperti ini. Kau benar-benar membuatku menginginkan mu, Cali".
"Aku tidak bisa menahannya lagi", bisik Samuel dengan perasaan membuncah dan hasrat menggebu.
Samuel mencium leher hingga dada Calista. Sementara Calista memiringkan kepalanya, memberikan izin pada suaminya melakukan apa yang ia mau. Hingga bibir Calista mengeluarkan suara-suara lembut dan de*ahan.
Samuel membuka gaun yang dipakai istrinya, tangannya menyusuri punggung halus putih mulus milik Calista, membuat tubuh wanita itu bergetar. Setiap inci detail tubuh Calista di sentuh Samuel.
"Ahh Sammy", bisik Calista yang sudah di selimuti gairah.
Samuel berhasil menurunkan dress hamil berbahan lembut dari tubuh istrinya, sekarang yang tersisa hanya panties renda bewarna merah.
Calista menghadap Samuel, Tangannya mengusap dada bidang laki-laki itu dan tak henti hanya sampai di situ saja, ia terus bekerja aktif membuka sabuk yang melingkar di perut rata Samuel.
__ADS_1
Diperlakukan seperti itu tentu saja membuat Samuel senang, tanpa ampun ia kembali me*umat bibir Calista yang terbuka itu. Samuel membawa istri nya ke tempat tidur dan melanjutkan cumbuhan-cumbuhan lembut di tubuh nya. Bahkan Samuel melakukan cumbuhan yang belum pernah ia lakukan sebelumnya, membelai inti Calista dengan jemari tangannya.
Sontak saja Calista menjerit dan melenguh sambil mencengkram pundak Samuel. "Akh Sam...ohh, aku tidak kuat sayang".
Tubuh Calista senang menerima nya, tubuh itu bergetar hebat. Menjerit-jerit kan nama Samuel, disaat Samuel menghentakan miliknya ke dalam intinya .
"Ohh Sammy–"
Hingga Calista merasakan cairan hangat memasuki tubuhnya. Terdengar juga suara mengeram Samuel.
Keduanya merasakan perasaan membuncah hingga merasa lemas. Samuel membawa Calista ke dalam pelukannya. Sementara Calista memejamkan matanya dengan nafas masih terdengar menderu.
Selama istrinya hamil Samuel melakukan nya sangat pelan-pelan, tentu saja ia tidak mau mengambil resiko dengan kandung istrinya.
*
Samuel selesai membersihkan dirinya, sementara Calista masih tertidur.
Dengan selimut menutupi sebagian tubuh polosnya.
Samuel menatap wajah merona Calista, pipinya semakin berisi dan semakin cantik. Sementara rambut berwarna hitam mengkilat miliknya dibiarkan tergerai menutupi sebagian dadanya yang semakin membesar dan sangat di sukai Samuel.
Samuel, mengambil baju santainya. Hari ini weekend ia tidak bekerja. Dan akan dihabiskan di mansion saja bersama istrinya. Menikmati quality time karena setiap hari selalu dengan rutinitas yang sangat padat. Untuk weekend Samuel tak pernah mau mengganggunya dengan bekerja. Hari libur akan dihabiskan bersama keluarga nya. Ia melarang asisten nya bicara tentang pekerjaan di waktu weekend seperti sekarang.
Calista tampak mengerjapkan matanya. Ia melihat Samuel yang nampak segar dengan rambut terlihat masih basah. Laki-laki itu tampan dengan pakaian santai rumahan.
"Sayang, kau sudah mandi?", tanya Calista dengan suara serak khas orang bangun tidur dan masih bermalas-malasan.
"Apa kau masih lelah, hem? tidurlah lagi. Hari ini weekend", ujar Samuel sambil menatap kedua iris bening milik istrinya.
"Aku ingin berendam, tubuh ku lengket dan pegal-pegal semua ", jawab Calista, sambil bangkit dengan tubuh polosnya.
__ADS_1
Tampak jelas tanda-tanda merah karya Samuel memenuhi tubuh mulus itu.
Samuel tersenyum gemas melihat karyanya ditubuh istrinya.
"Kenapa kau tersenyum begitu melihat ku Samuel?", seru Calista menatap selidik suaminya.
Samuel mendekati nya, dan membawanya ke depan cermin. Calista kaget melihat sepanjang leher hingga dadanya terdapat tanda-tanda merah.
"Sayang argh..kau ini tidak pernah bisa mengontrol dirimu kalau sedang bercinta, lihatlah hasilnya kamu menandai tubuh ku lagi", seru Calista komplain sambil menunjuk semua tanda itu. "Huhh kalau begini caranya aku tidak akan turun kebawah, aku malu kalau ada yang melihat leher ku merah semua".
"Kau semakin terlihat cantik dan seksi, dengan tanda itu sayang", goda Samuel sambil mengelus perut istrinya.
"Huhh.."
Calista hanya bisa menarik nafas dalam-dalam, ia kesal dengan Samuel yang terus menggodanya. "Kau ini sangat pandai bicara.."
"Lebih baik aku berendam sekarang, jangan menggangguku!", ucap Calista melepaskan diri dari pelukan Samuel yang sedang menciumi leher Calista.
Sementara Calista masuk kekamar mandi, Samuel terus tertawa bahagia.
Bahkan Calista yang sudah dikamar mandi, masih juga mendengar suara tawa suaminya.
"Huhh Sammy memang selalu menyebalkan, ia terus saja menggoda ku. Awalnya aku yang menggoda dia dan pada akhirnya dia juga yang menggoda ku. Sammy selalu jadi pemenangnya", batin Calista.
"Awas saja dia nanti, akan aku balas juga", gumam Calista sambil tersenyum jahil, berpikir hal apa yang akan membuat suaminya itu kesal.
"Menurut mu kita harus mengerjai daddy apa sayang? Kau harus di pihak mommy ya", ucap Calista tersenyum sambil mengusap perutnya.
Wajah itu terlihat sudah memiliki rencana untuk suaminya.
...***...
__ADS_1
To be continue
Ada yang tahu, Calista punya rencana apa ayo? lanjut kolom komentar ya 👍