PEMUAS RANJANG NONA MUDA

PEMUAS RANJANG NONA MUDA
PUSING DI PAGI HARI


__ADS_3

Samuel sudah rapi dengan pakaian kerjanya. Laki-laki tampan itu tersenyum melihat istrinya masih terlelap dalam tidurnya.


Samuel mengerti kondisi istrinya. Calista pasti kelelahan. Semalaman mereka bergumul mereguk kenikmatan bercinta. Keduanya sama-sama menginginkan. Hingga fajar keduanya baru terlelap karena kelelahan, jadi wajar saja jika Calista masih pulas hingga sinar matahari sudah meninggi seperti sekarang.


Samuel merapikan anak-anak rambut istrinya kebelakang telinganya, ia menundukkan kepalanya mengecup lembut kening Calista. Samuel tersenyum melihatnya. Bahkan Calista tak bergeming sedikitpun, tidak seperti biasanya saat tubuhnya di sentuh sedikit saja ia langsung tersadar.


Samuel keluar kamar. Ia melihat pelayan sedang membawa pakaian kotor.


"Selamat pagi tuan", sapa pelayan dengan hormat.


"Istri ku masih tertidur, jangan membangunkan nya. Minta Gema membuatkan sarapan lezat untuk istri ku", perintah Samuel.


"Baik tuan", jawab pelayan dengan hormat saat Samuel berlalu dari hadapannya. Samuel turun kelantai bawah unit apartemen nya.


Terlihat Owen sudah menunggu. "Selamat pagi tuan. Tiga puluh menit lagi tuan ada meeting di perusahaan Global milik tuan Xavier teman anda".


"Iya. Aku tidak lupa. Menjelang sore nanti kosongkan jadwal ku. Aku dan istriku sudah janji pada mama ku akan malam bersamanya".


"Baik tuan", jawab Owen sambil membukakan pintu mobil untuk atasannya itu.


*


"Ah, kenapa kepala ku pusing sekali. Badan ku rasanya remuk". Calista mengusap keningnya.

__ADS_1


Ia menatap ke samping sudah tidak ada lagi Samuel. Calista menatap jam di dinding sudah menunjukkan pukul sembilan lewat. "Oh my god. Aku kesiangan. Samuel pasti sudah pergi", lirihnya.


Calista hendak mendudukkan tubuhnya, namun kepalanya terasa berat sekali. Jemari tangannya meraba-raba di atas nakas hendak mengambil handphone miliknya tetapi malah menyentuh setangkai bunga. Calista menolehkan kepalanya yang terasa pusing. Sontak bibirnya tersenyum melihat secarik kertas dan setangkai bunga mawar merah di atasnya.


Seketika pusing di kepala Calista menghilang. Ia menarik selimut menutupi tubuhnya dan menyandarkan punggungnya pada ujung tempat tidur. Calista menciumi bunga mawar yang di berikan Samuel untuk nya. Dengan kata-kata cinta yang di tulis indah di atas kertas yang sengaja Samuel tulis untuknya membuat perasaan Calista menghangat.


"Ah Sammy...selalu membuat hatiku berbunga-bunga seperti ini. Ia sangat romantis sekali", ucap Calista sambil mencium harum bunga mawar merah yang ada di tangannya.


Tok..


Tok..


"Masuk!"


"Terimakasih Gema. Apa suamiku sudah lama pergi kekantor?"


"Iya nona. Tuan Samuel pergi seperti biasa pukul delapan pagi", jawab Gema sambil meletakkan bedtroy di atas tempat tidur.


"Letakkan saja di meja, aku ingin membersihkan tubuh ku dulu", ucap Calista hendak berdiri. Namun kepalanya begitu pusing. Calista seperti limbung. Ia berpegang pada lampu tidur yang ada di atas nakas.


"Nona...apa nona sakit?". Gema memegangi tubuh Calista sambil membantunya duduk di tepi tempat tidur.


Gema mengambil teh lavender kesukaan Calista yang masih hangat, baru saja di buatnya.

__ADS_1


"Sebaiknya nona minum teh hangat dulu".


"Kepala ku sangat pusing, Gema. Dari bangun tidur tadi", ujar Calista memegang kepalanya.


"Minumlah teh nona, sangat baik untuk menyegarkan tubuh. Apa nona merasakan mual juga?"


"Tidak. Tapi tubuhku rasanya tidak enak. Lihatlah sekarang aku berkeringat", jawab Calista sambil menyesap teh hangat pemberian Gema.


"Mungkin kah nona hamil sekarang? Ciri-ciri yang di rasakan nona Calista seperti orang hamil", ucap Gema.


Tentu saja perkataan Gema membuat Calista kaget. "Benarkah Gema? Apa ciri-ciri orang hamil seperti yang aku alami?"


"Iya nona. Kepala pusing, tubuh demam, mual di pagi hari. Itu tanda-tanda hamil. Sebaiknya nona memeriksa urine dengan testpack untuk mengetahui kepastian, apakah nona positif hamil atau negatif". Gema yang sudah paruh baya itu sudah sangat berpengalaman. Maka ia tahu, dan yakin kalau istri bos-nya sedang hamil. Apalagi Samuel dan Calista baru seminggu yang lalu pulang dari honey moon.


"Sekarang aku mau mandi setelahnya aku kekantor. Kau boleh lanjutkan pekerjaan mu, Gema. Terimakasih kau sudah mengingatkan ku. Nanti aku meminta asisten ku membeli testpack karena aku tidak memiliki nya", ujar Calista sambil tersenyum.


"Tapi nona...sebaiknya anda beristirahat saja di rumah. Atau nona mau saya hubungi tuan Samuel sekarang?"


"Tidak perlu Gema. Suami ku pasti sedang meeting penting sekarang. Hasilnya juga belum pasti kan, aku hamil atau hanya masuk angin biasa saja", jawab Calista berdiri dari tempat tidur. "Aku ingin kau membuatkan aku teh hangat lagi. Tambahkan lebih banyak gula nya, sedikit lebih manis", perintah Calista sambil melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


...***...


To be continue

__ADS_1


__ADS_2