PEMUAS RANJANG NONA MUDA

PEMUAS RANJANG NONA MUDA
OBAT YANG PALING AMPUH


__ADS_3

Seketika tubuh Katty bergetar merasakan sensasi yang timbul pada dirinya, meremang akibat ciuman liar Steven tidak seperti biasanya yang mencium Katty dengan lembut.


Katty tidak membalas ciuman itu, namun di pikirannya sudah dipenuhi oleh rasa takut dan cemas. Bagaimana pun bercinta adalah yang pertama baginya. Dan sekarang ia tidak ada pilihan lain, ia harus membantu Steven.


Sebelum pergi tadi, Adeline menjelaskan pada Katty. Obat yang paling ampuh yaitu Katty harus melayani Steven menyalurkan hasrat se*sual nya. Katty tidak bisa menolak lagi, kondisi steven lah yang paling penting sekarang baginya.


Steven menjelajahi rongga mulut Katty hingga lebih dalam. Bibir ranum itu begitu mengoda Steven. Tidak dipengaruhi obat perangsang saja bibir merah muda kekasihnya itu selalu didambakan nya. Apalagi untuk sekarang ini, tubuhnya benar-benar panas dan merasa gerah. Aroma manis cherry bibir merah merona itu sangat di sukai Steven. Hingga ia melahap bibir atas dan bawah Katty bergantian, sesekali memberikan gigitan lembut di bibir itu.


Untuk pertama kalinya Katty merasakan sentuhan Steven begitu kasar dan tergesa-gesa. Katty kesulitan mengimbangi nya.


Namun sentuhan Steven semakin menimbulkan gelanyar pada tubuhnya. Ciuman panas Steven begitu membuat tubuhnya seketika bergetar hebat. Bahkan hawa panas menjalar di sekujur tubuh Katty. "Akh Steve..."


Sesaat Steven menghentikan aktivitas nya, sambil menatap ke dua manik biru kekasihnya yang sudah berkabut gairah, begitu pun Steven, kedua manik hazel menatap lembut katty sambil mengusap wajah gadis nya itu.


"Aku sangat menginginkan mu sayang ", bisik Steven dengan suara yang terdengar parau karena di liputi gairah yang sudah begitu membuncah dalam tubuhnya.


Katty mengerjapkan kedua matanya dan menatap penuh cinta wajah tampan Steven yang sudah bertelanjang dada akibat perbuatan Lizzy sebelum Katty datang. Dan Katty juga mengeringkan keringat yang membasahi tubuh atletis itu beberapa saat yang lalu.


Huhh.. Steven menarik nafasnya dalam-dalam, terlihat senyuman di wajahnya.


Steven kembali mencium bibir Katty, hingga menghisap bibir itu. Sementara jemari tangannya perlahan melepaskan satu persatu kain yang masih menempel di tubuh putih mulus Katty.

__ADS_1


Steven mengecup lembut bahu putih Katty. Sementara tangannya terus bekerja tak henti melucuti semua penghalang di tubuh indah itu.


Sekarang tak satu benang pun melekat ditubuh indah Katty. Steven merebahkan tubuh Katty. Tubuh yang sudah pasrah tersebut, terlentang di atas tempat tidur berwarna putih bersih. Wajah Katty merona seperti buah Cherry matang yang baru saja dipetik. Spontan ia menutupi intinya, ia merapatkan kedua pahanya. Katty sangat malu karena Steven menatap intinya dengan intens seperti itu.


"Jangan ditutupi aku sangat suka melihatnya", bisik Steven dengan suara serak, yang kembali mencium bibir hingga pundak dada Katty. sambil menuntun jemari Katty menyentuh miliknya yang sudah menegang sedari tadi minta penyelesaian.


"Sayang aku malu. Kau membuat ku gugup".


Kedua tangan Steven mengusap lembut puncak Katty yang begitu menantang. Bahkan lingkaran berwarna pink terpampang jelas sangat menggoda hasrat Steven. "Kau milikku Katty, hanya milik ku. Tidak perlu malu", bisik Steven dengan lembut.


"Akh Steve". De*ahan lolos dari mulut Katty. Gadis itu memejamkan Kedua matanya sambil menggigit bibir bawahnya. Jemari tangan nya bergantian meremas sprei dan pundak Steven yang mengungkung tubuh nya.


Jemari Steven menyusuri tubuh Katty yang terlentang pasrah ditempat tidur, sementara matanya memberikan tatapan lembut dan memuja laki-laki itu memandang intens tubuh kekasihnya yang begitu kontras dengan sprei katun berwarna putih polos.


Steven berdiri di samping tempat tidur melepaskan celana panjang dan boxer yang masih melekat ditubuhnya. Katty tak henti menatap tubuh maskulin kekasih nya itu dengan tatapan memuja. Otot-otot perut sempurna. Kotak-kotak tercetak sempurna. Beberapa kali Katty mengeluarkan de*ahan sambil bersusah payah menelan salivanya.l sendiri


"Akh... Steve. Kau sangat tampan sayang".


Steven mengarahkan miliknya ke inti Katty. Milik nya kesulitan menerobos masuk, seperti ada dinding penghalang yang berlapis-lapis. "Ah sayang.."


"S-akittt..."

__ADS_1


Katty ingin mendorong tubuh Steven. Namun melihat wajah kekasihnya begitu tersiksa dan berwarna merah dengan keringat bercucuran, hatinya tidak tega. Katty menahan rasa sakit teramat sangat.


Terdengar jeritan gadis itu ketika milik Steven berhasil mengoyak pusat tubuhnya.


"Steve... S-akittt".


Katty meringis dan merintih. Bahkan kristal bening menetes dengan sendirinya. Namun Steven tidak bisa mengontrol dirinya lagi. Ia menggerakkan tubuhnya dengan keras hingga semakin menekan kedalam.


"Akh...Steven aku mohon", rintih Katty menatap manik coklat Steven berbalut gairah mengebu-gebu.


Hingga terdengar teriakan keduanya. Katty merasakan miliknya berkedut dan milik Steven menyemburkan cairan hangat memenuhi inti nya. Tubuh keduanya benar-benar kelelahan.


Steven memeluk tubuh Katty. Dan mengusap lembut punggung halus kekasih nya itu yang sudah memejamkan matanya walaupun nafasnya masih terdengar menderu.


"Maafkan aku Katty menyakiti mu. Aku janji tidak akan membuatmu sakit seperti sekarang", ucap Steven dengan sangat menyesal. Sekarang semua kesadarannya sudah kembali dan tubuhnya pun sudah merasa normal lagi.


"Aku tidak mau lagi Steve, ternyata rasanya sangat sakit.."


...***...


To be continue

__ADS_1


Flashback siapa yang bantu Steven akan di cerita kan di bab berikutnya ya. Mudah²an bisa up lagi hari ini 🙏


__ADS_2