PEMUAS RANJANG NONA MUDA

PEMUAS RANJANG NONA MUDA
HAPPY FAMILY


__ADS_3

"Mommy tangkap bola nya", teriak Gilbert pada Calista yang duduk di atas karpet di pinggir pantai.


Saat ini Samuel mengajak keluarga nya liburan ke villa miliknya di Swiss sekalian mengunjungi Justin ayah Calista dan keluarganya yang sudah menetap di kota yang terkenal dengan keindahan alamnya tersebut.


Gilbert yang sudah berusia empat tahun tampak antusias kala diajak berpetualang mengunjungi


grandfa grandma nya.


Calista tersenyum bahagia melihat Samuel dan putra semata wayangnya Gilbert yang sedang bermain bola di pinggir pantai yang merupakan private beach milik mereka yang langsung berhubungan dengan villa.


Terdengar tawa canda antara ayah dan anak. Bahkan sesekali ada yang terjatuh dan berguling di pasir putih yang bersih. Kedua laki-laki yang sangat di cintai Calista itu hanya menggunakan celana pendek dan bertelanjang dada.


Sementara Calista menyiapkan makanan yang sudah di antar pelayan Villa di atas karpet.


Tak lama berselang Samuel dan Gilbert selesai bermain bola dan menghampiri Calista yang duduk dengan sekeranjang makanan dan minuman yang sudah ditata nya.


"Sayang minum dulu, nanti kalian dehidrasi".


"Iya mommy"..

__ADS_1


Setelah minum Gilbert meminta izin pada mommy dan daddy nya untuk membuat istana pasir yang tak jauh dari kedua orangtuanya itu.


Calista mengambilkan minuman untuk suami nya yang sudah duduk disebelahnya. Samuel baru saja mengganti pakaian nya. Mereka tidak perlu kuatir dengan gangguan dari pihak mana pun karena tidak ada satu orang asing yang berada disekitar pantai.


Samuel dan Calista lebih tenang membiarkan Gilbert bermain di pantai tanpa harus mengajak pengawal pribadi mereka. Samuel dan Calista tidak perlu kuatir dari orang yang bermaksud jahat.


Sekarang Gilbert tumbuh menjadi anak yang tampan, ia memiliki wajah seperti daddy nya. Tubuh nya pun semakin tinggi.


Calista, menyandarkan kepalanya ke pundak Samuel. Sementara Samuel memeluk pinggang nya.


Sesaat kemudian, Samuel mengangkat dagu Calista dan mencium nya dengan lembut.


"Aku juga sangat mencintaimu sayang", jawab Calista menatap Samuel.


"Kau dan Gilbert, anugerah yang terindah dalam hidup ku", ucap Samuel sambil mencium bibir Calista dengan penuh perasaan.


Perasaan Calista menghangat dan terbuai, mendengar kata-kata romantis suaminya. Calista mengusap dada bidang Samuel.


"Kau adalah satu-satunya pria dalam hidup ku, setelah papa Justin. Aku sangat mencintaimu Sammy", jawab Calista pelan sambil membuka mulutnya agar Samuel menciumnya lebih dalam dan lama.

__ADS_1


Begitupun Calista, ia membalas ciuman lembut nan memabukkan dari suaminya Samuel.


"Daddy mommyyy..." teriak Gilbert sudah berdiri dihadapan kedua nya sambil berkacak pinggang. Membuat Calista dan Samuel menghentikan ciuman mereka. Setelah saling tatap akhirnya keduanya tertawa sambil memeluk tubuh putra mereka Gilbert.


"Mom dad kenapa tidak memberi ku adik. Aku tidak ada teman".


Tidak pernah Samuel dan Calista bayangkan pertanyaan anaknya.


"Nanti sayang. Kau masih terlalu kecil memiliki adik saat ini", jawab Calista.


"No Cali. Anak kita benar sayang. Sebaiknya setelah pulang nanti aku akan membawa mu kembali konsultasi pada dokter Brenda. Kenapa sudah empat kau belum juga hamil lagi", ucap Samuel.


Calista tersenyum mendengarnya. "Iya sayang. Aku juga ingin memberikan adik pada Gilbert. Kau tahu, aku tidak meminum pil pencegah hamil. Selama aku masih produktif aku akan memberi mu banyak anak. Aku belum hamil lagi karena memang belum ditakdirkan untuk memberimu anak lagi", ujar Calista tersenyum. "Apa kau menyukai jika kita miliki banyak anak?"


Samuel tersenyum bahagia. "Tentu saja aku menyukai ide itu. Terimakasih sayang, kau selalu membuat ku bahagia. "Aku sangat mencintaimu Calista. Sangat".


"Aku juga sangat mencintai mu Sam.."


...***...

__ADS_1


...THE END...


__ADS_2