
Calista memasuki toko jam jam tangan bermerek langganan nya. Sebenarnya toko itu milik teman lamanya Monique. Melihat kedatangan Calista yang sudah sangat di kenal di toko itu, pelayan langsung yang menyambutnya. Tak lama berselang owner menghampiri Calista yang datang bersama Katty.
"Hai Calista, sudah lama kau tidak ke toko ku. Aku pikir kau sudah melupakan teman mu setelah menikah".
Calista tertawa. "Tentu saja aku tidak akan melupakan mu Monique. Bagaimana bisa kau berpikiran seperti itu", balas Calista sambil memeluk temannya itu.
"Wait...kau pregnant, Cali?", tanya wanita modis yang bernama Monique sambil mengurai pelukannya menatap lekat perut Calista yang nampak sudah besar. "Bagaimana bisa aku tidak menyadarinya. Selamat ya Cali semoga kau dan calon anakmu sehat".
"Terimakasih Monique. Monique, kau harus membantu ku, aku ke toko mu karena mencari jam tangan terbaik untuk suamiku yang ulangtahun hari ini", ucap Calista sambil melihat model jam tangan bermerek di etalase toko resmi yang menjual jam original dengan harga fantastis.
"Dengan senang hati, Cali. Kau datang ke orang yang tepat. Aku memiliki koleksi jam tangan limited edition yang kau inginkan", ucap Monique tersenyum. Wanita itu mengajak Calista dan Katty keruangan nya. Ia meminta asisten nya memperlihatkan semua koleksi limited edition toko mereka.
Setelah melihat-lihat dan memperhatikan lima jam tangan pria yang benar-benar bagus semua menurut Calista, akhirnya Calista menunjuk salah satu jam tangan berwarna hitam dengan taburan berlian di pinggirnya. "Aku mau yang ini Monique, menurut ku sangat pas untuk suami ku", ujar Calista menyodorkan salah satu jam tangan yang di pilih nya ke hadapan Monique.
"Seperti biasanya, selera mu tidak pernah salah Cali. Kau tidak pernah salah memilih", ucap Monique memuji pilihan temannya itu.
__ADS_1
Calista memerintahkan Katty mengurus pembayarannya.
Setelah selesai Cali pamit pulang pada Monique yang mengantarkannya menuju ruang depan bertepatan dengan masuknya tiga orang wanita berpenampilan seksi kedalam toko itu.
"Wah...ternyata pembunuh masih bisa berkeliaran bebas ya di kota ini", ketus salah satunya.
Calista yang sedang berbincang dengan Monique mengalihkan perhatiannya pada suara itu. Calista menyipitkan matanya menatap tajam wanita itu. Sesaat kemudian ia mengingat siapa wanita itu. Calista tidak memperdulikan nya. "Monique...Aku pulang sekarang ya, senang bertemu dengan mu lagi".
"Iya Cali, semoga kau dan kandungan mu sehat selalu ya".
"Hei...jangan pura-pura tidak perduli ya, gara-gara mu aku putus dengan tunangan ku Nathan. Ternyata kau ini ja*ang yang pura-pura menjadi wanita terhormat ya! Lagak mu..."
Sementara Katty yang menyadari hal tidak baik dengan sigap segera mendekati calista. Tentu saja ia tidak mau ada hal yang tidak diinginkan terjadi pada atasannya.
"Ayo Katty, kita pergi!"
__ADS_1
Calista melangkahkan kakinya, tapi lengannya di cekal Irene dengan keras. Seketika Katty melepaskan cengkraman tangan Irene pada lengan Calista.
"Kau jangan ikut campur. Itu urusan teman kami Irene dan wanita ini", ketus salah satu teman Irene mendorong tubuh Katty. Tapi Katty tidak tinggal diam dengan keras ia pun mendorong tubuh wanita berpakaian seksi itu hingga tubuhnya terdorong kebelakang.
"Kau berani kepada kami, hah", teriak Irene hendak melayangkan tangannya pada Katty. Namun sebelum berhasil mengenai wajah Katty, tangan Irene di tahan keamanan.
"Usir mereka! Aku tidak menerima klien yang tidak memiliki etika di tempat ku. Silahkan kalian pergi sebelum keamanan ku melaporkan kalian pada pihak berwajib", tegas Monique dengan ancaman.
Irene dan kedua temannya nampak kesal. "Urusan kita belum selesai Calista. Kau sudah membuat Nathan memutuskan ku, aku akan membalas mu!"
"Heh...Kau pikir aku tertarik dengan laki-laki sampah seperti tunangan mu itu? Apa kau tidak lihat aku sudah hamil dan memiliki suami?!"
"Jangan pernah mengusik ku lagi! Tunangan mu memutuskan hubungan kalian bukan urusan ku!", tegas Calista menatap Irene dengan tajam.
"Ayo Katty kita pergi! Aku tidak mau membuang waktu ku yang berharga dengan scandal murahan seperti ini", ketus Calista menegakkan kepalanya dan melangkahkan kakinya dengan tegas menuju mobilnya. Sebelum masuk mobil ia melambaikan tangannya pada Monique yang membalas lambaian itu.
__ADS_1
...***...
To be continue