PEMUAS RANJANG NONA MUDA

PEMUAS RANJANG NONA MUDA
HUNTING PERLENGKAPAN BAYI


__ADS_3

Satu bulan kemudian...


Calista bergelayut manja di


lengan Samuel. Mumpung weekend Calista meminta suaminya menemani berbelanja keperluan bayi mereka. Setelah usia kandungannya sudah delapan bulan.


Mendekati hari kelahiran perut Calista kian membesar dan pipinya lebih berisi, yang membuat Samuel semakin menyukai perubahan tubuh istrinya itu.


Calista memilih berbelanja di butik khusus yang menjual perlengkapan bayi dan anak-anak, di salah satu mall mewah yang berada tidak jauh dari mansion mereka.


Ketika di beri tahu salah satu pelayan nya atas kedatangan Calista dan Steven, owner butik sendiri yang melayani pasangan suami-istri itu. Ia merekomendasikan barang-barang terbaik di butiknya.


"Aku ambil semua barang yang kau perlihatkan itu. Antar ke alamat ku sekarang juga", ujar Samuel.


"Sayang, barang nya terlalu banyak, aku akan milihnya terlebih dahulu mana yang akan kita beli", ujar Calista melotot mendengar Samuel akan memborong semua barang-barang yang di perlihatkan pemilik butik pada mereka.


"Tidak perlu di pilih-pilih, menghabiskan waktu saja. Kita juga tidak mengetahui apa jenis kelamin anak kita nanti. Jadi beli saja semuanya. Bungkus semuanya dan antar ke alamat ini", ucap Samuel sambil memberikan kartu namanya pada pemilik butik.


Wanita pemilik butik itu langsung tersenyum bahagia. "Baik tuan Samuel", jawab wanita itu sumringah. Ia langsung memerintahkan pelayan untuk segera packing barang yang sudah dibeli Samuel.


"Huhh Sammy...padahal aku ingin memilih barang-barang itu", gumam Calista kesal pada suaminya, namun ia harus menahan diri. Tentu saja ia tidak mau berdebat dengan Samuel di depan umum.


Tidak sampai satu jam Calista dan Samuel pergi.


Sekarang pasangan suami-istri itu telah tiba di mansion mereka.


"Selamat sore nona-tuan", Sapa Gema dengan hangat ketika melihat kedatangan Samuel dan Calista. "Apa nona tidak jadi berbelanja kebutuhan bayi?", tanya Gema dengan sopan karena tidak melihat ada barang apapun dibawa keduanya.


"Uhh atasan mu ini menyebalkan sekali, bahkan aku tidak bisa memilih barang-barang untuk anak ku. Ia malah hampir memborong isi toko. Lihatlah tidak sampai satu jam kami sudah kembali lagi", ketus Calista kesal.

__ADS_1


Samuel tersenyum atas komplain istrinya. Lantas segera memeluk erat pinggang Calista dan mendaratkan sebuah kecupan di wajah istrinya itu.


"Kan kamu bisa milihnya di sini sayang. Pilih yang kau suka, yang tidak kau pilih nantinya bisa kita sumbangkan pada orang yang membutuhkan", jawab Samuel.


"Uhh...kau sangat menyebalkan Sammy", ketus Calista sambil memukul dada suaminya.


Samuel tersenyum dan kembali mengecup lembut wajah berisi istrinya itu.


"Tuan, petugas butik sudah datang mengantarkan belanjaan tuan". Salah satu keamanan memberi tahu bos-nya.


"Suruh masuk", jawab Samuel. "Sekarang kau bisa memilih barang-barang untuk anak kita sesuai yang kau inginkan", ucap Samuel sambil membawa Calista duduk di sofa yang ada di ruang tengah mansion mereka.


Terlihat tiga orang pelayan yang mendorong besi pakaian bayi. Sementara dua lagi membawa paper bag berwarna putih dengan logo butik yang menjual semuanya itu.


"Sekarang kau bisa memilih barang-barang untuk anak kita", ujar Samuel setelah semua barang dipajangkan di ruang keluarga.


Akhirnya wajah Calista melukiskan senyuman juga. Merasa lucu melihat ruang keluarga seketika disulap menjadi butik bayi seperti itu.


"Sayang menurut mu, antara dua ini mana yang bagus?", tanya Calista dengan senyuman bahagia memperlihatkan pakaian bayi yang ada di dalam kotak dengan dua pilihan warna, merah muda dan biru.


"Ambil dua-duanya saja. Kita kan belum mengetahui anak kita laki-laki atau perempuan", jawab Samuel memberikan masukan pada istrinya.


"Kau benar sekali Sammy. Calista meminta pelayan memisahkan barang-barang yang sudah ia pilih tersebut.


Calista nampak sangat bahagia ketika sudah berada di kamar, sementara Samuel sekarang berada di kamar mandi membersihkan tubuhnya.


Sesaat kemudian..


Ceklek

__ADS_1


Samuel keluar kamar mandi hanya dengan handuk menutupi area bawah tubuhnya.


"Sayang ini pakaian santai mu sudah aku siapkan", ucap Calista yang sedang menyiapkan pakaian suaminya, di walk in closet yang menyatu dengan kamar tidur mereka.


"Hm... sepertinya sekarang aku tidak butuh pakaian itu", jawab Samuel mendekati Calista dan memeluk tubuh istrinya dari belakang. Jemari tangan Samuel bergerilya merambah dada yang kian padat dan terasa kenyal.


"Sayang, aku belum mandi tubuh ku pasti bau".


Bukannya menuruti istrinya, Samuel semakin merapatkan tubuhnya ada tubuh Calista dan mencium lembut tengkuk Calista. "Kau tetap harum meskipun belum mandi Cali. Aku mau sekarang", bisik Samuel. "Kau selalu membuat ku bergairah, sayang".


Calista membalikkan tubuhnya dan menatap lekat wajah segar Samuel. "Kau selalu tidak bisa menahannya, Sammy", ujar Calista sambil melepaskan simpul handuk tebal yang menutupi tubuh bagian bawah Samuel. Keduanya berciuman mesra. Seketika hawa panas menyengat kulit tubuh Calista.


Calista memejamkan matanya, merasakan sensasi lu*atan bibir Samuel yang selalu membuatnya mabuk dan lupa segala-galanya. Samuel tidak butuh waktu yang lama untuk membuat istrinya me*esah.


Calista menatap pahatan sempurna tubuh Samuel. Meskipun selalu melihatnya dalam keadaan apapun, namun tetap saja membuat tubuh Calista bergetar hebat saat tubuh Samuel polos begitu. Apa lagi milik nya sudah berdiri tegak siap tempur seperti sekarang.


Calista mengeluarkan suara mendesis. Sorot matanya berkabut gairah yang sudah membuncah.


Samuel kembali menautkan bibirnya pada bibir Calista sementara jemari tangannya membuka resleting dress di bagian belakang tubuh istrinya, sekaligus membuka pengait bra berwarna merah yang menutupi dada yang membusung dan menantang berukuran kian besar milik istrinya.


Tanpa ampun Samuel meremas kedua dada itu bergantian dan me*umatnya hingga memenuhi mulut nya. Samuel membenamkan wajahnya pada dada itu sesekali menggigitnya.


"Akh S-ayang sakit, jangan di gigit", rintih Calista ketika merasakan kenikmatan luar biasa sekaligus merasakan perih di puncak gunung kembar miliknya yang menjadi mainan kesukaan suaminya.


Samuel mengangkat wajahnya, menatap wajah pasrah Calista. Tubuhnya merapat ke pintu lemari yang ada di walk in closet kamar mereka. Samuel tidak mau istrinya kelelahan berdiri seperti itu menahan hasrat yang kian menguasai dirinya.


Samuel mengangkat tubuh Calista menuju ke tempat tidur berukuran king size dan mendudukkan tubuh istrinya di tepian. Seakan mengerti, jemari lentik Calista langsung menyentuh milik Samuel yang sudah berdiri tegang tepat di depannya. Mengusap perlahan dengan lembut dan memasukkan ke dalam mulutnya. Lidah basah Calista menjilati milik Samuel. Sontak saja membuat laki-laki itu mengenadahkan wajah keatas sambil mengeram.


"Ah shitt. Kau selalu menggoda ku sayang.."

__ADS_1


...***...


To be continue


__ADS_2