PEMUAS RANJANG NONA MUDA

PEMUAS RANJANG NONA MUDA
INCIDENT MAKAN MALAM


__ADS_3

"Iya. Periksa pergelangan tangan istriku, Steve. Lihatlah memarnya sampai biru seperti ini".


"Awas saja kalau ada apa-apa dengan istri ku kau yang harus bertanggung jawab. Sudah aku ingatkan berapa kali kalau pergi bawa bodyguard. Kenapa kau lalai. Lihatlah jadinya sekarang jika kalian tidak mengindahkan peringatan ku", ucap Samuel menatap tajam Katty sambil membawa Calista duduk di sofa.


"Samuel, berhentilah menyalahkan asisten ku. Katty yang sudah melindungi ku dari serangan Irene dan teman-temannya! Kalau kau tidak percaya aku akan meminta rekaman CCTV pada Monique pemilik toko itu".


Sekilas Steven menatap Katty yang tak bergeming. Terlihat laki-laki itu menghembuskan nafasnya. Kemudian ia duduk di samping Calista dan memeriksa keadaan tangan kanan Calista. Hanya sesaat saja. "Pergelangan tangan istri mu tidak apa-apa Sam, hanya memar luar saja. Di oles dengan krim akan hilang memarnya".


Samuel nampak lega mendengarnya.


"Aku bilang juga apa. Teman mu ini berlebihan sekali, Steve. Sampai-sampai ketus begitu pada asisten ku. Kau harus minta maaf pada Katty, kau juga harus berterima kasih padanya karena sudah membantuku hari ini". Sekarang giliran Calista yang ketus pada suaminya.


"Itu tandanya suami mu sangat mencintai mu, Cali. Jangan pernah ragukan hal itu", ucap Flamini dengan nada meledek Samuel.


"Iya. Aku berlebihan. Maafkan aku Katty. Terimakasih kau sudah melindungi istri ku", ucap Samuel tulus.


"Oh tidak perlu seperti itu tuan, memang sudah kewajiban saya menjaga nona Calista", jawab Katty merasa tidak enak karena Samuel meminta maaf kepadanya secara langsung begitu. Dan Katty menyadari bahwa ia memang lalai karena Samuel memang selalu mengingatkan dirinya jika pergi kemana pun harus dengan pengawalan, tapi tadi ia benar-benar lalai.


"Baguslah setidaknya kau menyadari kekeliruan mu", ucap Steven sambil menggelengkan kepalanya.


"Sekarang lupakan tentang tangan ku, aku tidak apa-apa. Acara kita malam ini barbeque party. Aku dan Katty sudah mempersiapkan semuanya. Ayo kita ke taman di lantai tiga", ucap Calista terlihat begitu bersemangat.


*


Langit kian kelam, juta-an bintang memancarkan cahaya nya. Suasana di mansion Samuel dan Calista terlihat ramai. Tawa dan canda tak henti terdengar. Apalagi saat ini Samuel akan meniup lilin, Flamini dan Steven tak henti meledek temannya itu.


Bahkan Flamini dengan iseng nya membalik lilin di atas kue ulang tahun menjadi angka enam tiga. Ketiga sahabat karib itu tak henti saling ledek.

__ADS_1


"Kau sudah sangat tua teman. Wajar saja kau gampang sekali marah, tensi mu harus rutin cek", seloroh Steven. Disambut tawa yang lainnya.


"Sayang... ayo kita dokumentasi kan buat kenang-kenangan", ujar Calista.


"Iya". Samuel memberikan Ipad-nya pada Katty, meminta Katty mengambil foto mereka rame-rame dan dengan sigap Katty menuruti permintaan Samuel.


"No Katty, kau ikut berfoto juga bersama kami", ujar Calista menarik tangan Katty agar berdiri di samping kirinya diapit Steven. Sementara Flamini berdiri di sebelah kanan Samuel.


"Katty biar aku saja yang mengambil fotonya", ujar Owen.


Katty tidak bisa membantah. Namun saat Owen memberi aba-aba di hitungan ketiga Katty begitu gugup karena tangan Steven melingkar di bahu nya. Bahkan Katty bisa mendengar helaan nafas laki-laki itu. Parfum mahal ber-aroma citrus milik Steven tercium begitu lekat oleh Katty.


Terdengar tawa ceria dari semuanya kecuali Katty yang diam tercekat karena harus berperang dengan suasana hati yang tiba-tiba bergemuruh. Jantungnya berdegup kencang. Bahkan gadis itu kesulitan untuk menelan salivanya sendiri.


"Oh my God. Kenapa aku begitu gugup seperti ini. Jantung ku berdebar kencang padahal dokter Steven hanya melingkarkan tangannya agar terlihat akrab biar hasil fotonya nanti bagus. Karena Calista memberi aba-aba agar mereka berpose terlihat akrab dan gembira di suasana itu", batinnya.


Namun saat acara makan bersama, lagi-lagi Calista memintanya bergabung bersama mereka. Lagi-lagi Calista menarik tangannya agar duduk dan makan di samping Steven.


"T-api nona..."


Katty hendak menolak secara halus. "Saya duduk di samping Owen saja, nona. Saya tidak enak jika harus mendengar percakapan kalian", ucap Katty dengan suara pelan jangan sampai terdengar oleh telinga yang lainnya.


"Calista mendekatkan mulutnya ke telinga Katty. "Ini perintah Katty! Bukankah aku sudah mengatakan dari siang tadi bahwa malam ini adalah pertemuan keempat kau dan Steven, hem?", bisik Calista dengan senyum smirk diwajahnya.


Terlihat jelas Calista sengaja mengerjai Katty seperti sekarang. Salah tingkah dan gugup. Membuat karakter Katty tidak seperti biasanya...gadis yang tegas dan cekatan. Kali ini gadis itu seperti ayam sayur yang tidak bisa menolak dan menyangga perintah bos-nya itu.


Akhirnya Katty semakin gugup, sudah dipastikan ia tidak akan bisa menikmati makanannya dengan baik. Saat Steven tanpa sungkan memintanya mengambilkan makanan untuk nya. Tentu saja membuat Katty sangat malu, apalagi sekarang mereka tidak hanya berdua saja tapi ada Calista, Samuel dan Flamini juga.

__ADS_1


Beruntung Samuel dan Flamini sedang mengobrol. Namun Katty beradu pandang dengan atasannya, Calista menahan tawanya melihat wajah Katty yang memerah seperti kepiting rebus. Dengan santai nya Calista menyuapkan makanan kemulutnya.


"Huhh, nona Calista benar-benar membuatku tidak bisa berkutik seperti ini. Jantung ku rasanya seperti mau lepas begini", batin Katty hendak menaruh piring Steven yang sudah berisi makanan kehadapan laki-laki itu.


Namun...


Otak Katty yang sedang blank itu tidak fokus. Tangan nya tanpa sengaja menyenggol gelas berisi wine tumpah di atas meja dan mengenai celana Steven juga.


"Oh... M-Maaf kan saya T-uan Steven..."


Tanpa pikir panjang Katty mengambil serbet putih bersih yang tertata di atas meja didepannya. Gadis itu mengelap paha Steven. Menggosok kan kain putih yang ada di tangannya tepat di paha atas Steven. Tentu saja tindakan Katty menimbulkan masalah lainnya bagi laki-laki yang sudah lama tidak bersentuhan dengan wanita itu.


Steven menatap kedua temannya bergantian. Sementara Samuel dan Flamini memperhatikan apa yang dilakukan Katty pada temannya itu. Sedangkan Calista tertawa melihat tindakan asistennya.


"Katty...kau sedang apa? Kau bisa membuat Steven bergairah dengan mu kalau kau berlaku seperti itu".


Sontak suara Flamini menyadarkan Katty. Seketika Katty menarik tangan nya. Wajah semakin memerah karena malu. Katty mengangkat wajahnya menatap Steven yang juga menatapnya dengan tatapan sulit diartikan.


"Oh...Hem...Maafkan saya T-uan Steven saya tidak tidak sengaja menumpahkan minuman", ucap Katty dengan menyesal. Suaranya terdengar lirih dan pelan.


"Lupakan saja tidak apa-apa. Sekarang aku benar-benar lapar", balas Steven mengusap tengkuknya.


"Yang lapar itu perutmu atau yang lainnya, dude", ledek Samuel di sambut tawa Flamini dan Calista.


...***...


To be continue

__ADS_1


__ADS_2