
"Akan aku tunjukkan pada mu siapa Flamini Cazandro, jika kau main-main dengan ku Anabelle Patricia! Aku sangat membenci wanita munafik seperti dirimu ini!!"
Plakkk..
Dengan sorot mata penuh kebencian, Anabelle menampar keras wajah Flamini yang begitu dekat dengannya.
Flamini yang tidak menyangka Ana akan mendaratkan tangan ke wajahnya sedikit melonggarkan himpitan tubuhnya pada tubuh Anabelle. Hal itu tidak di sia-siakan Anabelle. Ana mendorong dengan keras tubuh Flamini, hingga terlepas dari himpitan tubuh laki-laki yang sedang diliputi amarah tersebut.
"Jangan pernah menyentuh ku! Aku tidak ada urusan lagi dengan mu tuan Cazandro!", teriak Anabelle dengan kencang. Suara sound di ballroom hotel yang membahana membuat keributan yang terjadi di dalam toilet tersebut tidak akan terdengar hingga luar. Bahkan tidak ada yang tahu kejadian di dalam toilet tersebut.
Dengan kondisi terlihat sangat kacau dan linangan air mata, Anabelle menatap Flamini dengan penuh kebencian.
"Aku sangat membenci mu!", teriak Ana mengusap air mata dengan punggung tangannya dan berlari keluar meninggalkan Flamini yang tercekat terdiam menatap punggung Anabelle hilang dibalik pintu toilet.
Flamini diam tak bergeming.
"Apa yang sudah aku lakukan pada mu Ana. Ya Tuhan. Kedua tangan Flamini bertumpu pada tepian wastafel. Sementara manik abu-abu yang tadinya terlihat memendam amarah berganti dengan tatapan penyesalan.
*
Katty dan Steven menyalami satu persatu tamu undangan yang sebagian besar merupakan keluarga dan teman mereka.
"Katty, kau sangat cantik sekali. Aku pangling melihat mu", ucap Calista sambil memeluk tubuh Katty.
"Ah nona Calista bisa saja. Yang selalu cantik itu justru nona Cali", balas Katty.
"Katty...mulai sekarang kau jangan memanggil ku nona, panggil saja Calista. Kau sudah menjadi istri Steven teman baik suamiku, jadi tidak ada batasan lagi antara kita.
"Tapi...Nona?"
"Ini perintah! Jadi tidak ada tapi-tapian, Katty!", ujar Calista.
__ADS_1
"Baik no...hm Calista", jawab Katty masih terdengar ragu-ragu.
"Nah begitu lebih baik", balas Calista sambil tertawa melihat Katty gugup.
Sementara Steven dan Samuel berpelukan hangat. "Terimakasih kau sudah datang ke pernikahan ku dan Katty, teman".
"Sudah aku katakan, aku dan istriku pasti akan datang ke pernikahan kalian berdua", jawab Samuel menepuk pundak Steven.
Steven mengedarkan pandangannya ketempat lain. "Dimana Flami, tadi aku melihatnya di dekat mu, Sam?"
"Entahlah. Saat kau dan istri mu berdansa tadi laki-laki itu memberi tahu mau keluar sebentar karena gerah. Tapi hingga sekarang ia tidak kembali lagi".
"Ckckck... Flamini ada-ada saja, belum juga memberikan selamat atas pernikahan ku, ia sudah pergi tanpa pamit seperti ini", gumam Steven.
*
Malam kian larut, Steven menggendong tubuh istrinya ala bridal style menuju presidential suite room yang sengaja di pesan nya.
Sepanjang lorong menuju kamar, suasana romantis terasa sekali. Sudut kiri dan kanan dipenuhi bunga mawar merah yang terlihat berkilau karena cahaya lilin beraroma harum yang berbaris sebagai penerangan menuju kamar.
Katty kaget melihat suasana romantis tersebut. Karena ia tidak mempersiapkan semuanya. Tapi Katty tahu yang melakukannya pasti Steven.
Katty yakin suaminya sengaja membuat kejutan untuk nya. Spontan tangannya melingkar keleher Steven.
Hingga keduanya memasuki kamar mewah berukuran luas. Lagi-lagi menyeruak harum bunga yang menggugah selera untuk bercinta berlama-lama dengan pasangan.
Steven menurunkan tubuh Katty tepat di depan tempat tidur berukuran king size dengan balutan seprai berwarna putih bersih.
Jemari tangan Steven membuka satu persatu aksesoris yang menghiasi rambut indah berwarna caramel milik istrinya. permata hingga veil yang terjuntai satu persatu di lepas Steven.
Tubuh keduanya begitu dekat. Katty bisa mendengar nafas menderu suaminya, begitu pun Steven dapat mendengarkan hembusan nafas istrinya yang tercekat.
__ADS_1
Begitu semua aksesoris itu terlepas, rambut panjang Katty terjuntai sangat indah. Steven tidak bisa menahan dirinya lagi, laki-laki itu langsung menyerang istrinya yang sedang berusaha melepaskan tuxedo yang masih melekat di tubuhnya.
Diserang sedemikian rupa, membuat Katty kelimpungan. Spontan ia membuka mulutnya. Steven tidak menyia-nyiakan kesempatan yang datang padanya. Ia melahap bibir Istrinya hingga dalam. Tindakan Steven membuat tubuh Katty bergidik dan bergetar hebat menahan gelanyar yang di sebabkan oleh ciuman liar Steven.
Meskipun bercinta bukanlah yang pertama mereka lakukan, tapi malam ini terasa begitu spesial karena sekarang sudah benar-benar resmi menjadi pasangan suami-istri. Sah dimata hukum maupun agama.
"Akh–
Suara lenguhan lolos dari bibir Katty ketika merasakan remasan di dadanya. Katty memejamkan mata menikmati buaian Steven.
Katty kian memejamkan matanya, merasakan sensasi sentuhan tangan Steven menyusuri tubuhnya yang masih tertutup gaun pengantin.
Perlahan Katty membuka matanya, menatap kedua netra hazel suaminya yang juga sedang menatapnya dengan pandangan memuja.
Jemari Katty mengusap bahu berotot dan perlahan jemari lentik itu melanjutkan pekerjaannya melepaskan tuxedo berwarna putih yang membalut tubuh maskulin Steven.
Begitupun jemari tangan Steven, melingkar kebelakang tubuh Katty. Membuka pengait gaun pengantin istrinya, tanpa sedetikpun mengalihkan tatapan mata dari wajah cantik itu.
Satu persatu jemari Katty membuka kancing kemeja yang mencetak sempurna tubuh atletis Steven dengan sedikit tergesa-gesa.
Beberapa kali Katty menelan salivanya sendiri dengan susah payah, menatap memuja pahatan sempurna tubuh laki-laki yang sekarang telah sah menjadi suaminya. Jemari lentik Katty bergerak menyusuri tubuh bagian depan Steven. Bergerak perlahan mengusap dada yang tercetak sempurna hingga mengusap lembut perut sixpack dan memutar jemari tangannya menyusuri dada bidang di hadapannya. Katty sudah begitu bergairah, matanya semakin berkabut dan membuka mulutnya.
Seakan tahu apa yang diinginkan istrinya, Steven me*umat bibir ranum Katty. Steven kian memperdalam ciumannya hingga terdengar suara men*esah wanita yang sangat di dambakan nya itu.
"Ahh..."
"Sayang aku selalu menginginkan mu. Aku mencintaimu Katherine. I love you so much, sayang", ucap Steven dengan perasaan mendalam.
"Aku juga sangat mencintai mu, sayang. Sangat mencintai mu, Steve", balas Katty penuh perasaan.
...***...
__ADS_1
To be continue