PEMUAS RANJANG NONA MUDA

PEMUAS RANJANG NONA MUDA
CALISTA- KATTY


__ADS_3

Calista membaca berkas-berkas yang sudah di siapkan sekertaris nya. Sebagian langsung di tandatangani nya karena ia sudah menyetujui, namun ada juga yang masih harus di revisi.


Semenjak hamil Calista datang ke perusahaannya hanya sesekali saja. Samuel melarang istrinya itu berkerja terlalu sibuk di kantor. Samuel lebih suka jika Calista bekerja dari rumah saja.


Biasanya Katty lah yang akan intens melaporkan semua hal di kantor pada Calista. Calista sangat beruntung memiliki asisten cekatan dan cepat tanggap seperti Katty.


Tok


Tok


"Masuk!"


Sekilas Calista menatap Katty yang masuk ruangan nya. "Bagaimana keadaan ayah mu Katty?"

__ADS_1


"Ayah saya sudah lebih baik nona, ia sudah dipindahkan ke ruang rawat inap. Jadi saya dan adik saya sudah bisa menunggu ayah kami di kamar".


Calista menghentikan pekerjaannya menatap Katty. Ia tersenyum. Aku senang mendengarnya Katty, semoga keadaan ayahmu bisa lebih baik lagi", ujar Calista.


"Nona, dokter ayah saya sekarang yaitu dokter Steven Morgan teman tuan Samuel. Ternyata dokter Steven anak dokter Arthur, dokter yang selama ini merawat sakit ayah saya".


"Oh ya? Jadi kalian akan lebih sering bertemu Katty. Steven tampan ya?"


Calista menatap asisten nya yang nampak salah tingkah. Ia sengaja menggoda asistennya itu. "Kau juga harus memikirkan diri mu Katty, usia mu sudah cukup untuk menjalin hubungan serius. Oh ya yang aku tahu Steven adalah seorang duda, istrinya meninggal empat bulan yang lalu. Pernikahan ia dan istrinya belum di karuniai keturunan. Sepertinya kau punya kesempatan mendekati dokter ayah mu itu Katty", cicit Calista.


"Wow...kalian sudah sedekat itu, makan bersama masakan mu? ehem, aku yakin Steven akan merindukan masakan mu Katty", jawab Calista cepat.


"Nona Calista ada-ada saja, mana ada orang langsung jatuh cinta hanya karena makan seperti itu. Lagian

__ADS_1


tuan Steven juga mana mau dengan orang seperti saya. Ia sangat tampan, punya karier sangat bagus. Keluarganya juga kaya, saya tahu dokter Arthur bukanlah orang sembarangan ia dokter senior yang sangat disegani, istrinya juga seorang dokter anak yang sangat terkenal", ucap Katty dengan rinci.


"Wow, ternyata kau sangat mengenal keluarga itu Katty. Hm.... sepertinya sebentar lagi aku akan mendengar kabar baik dari mu dan Steven".


Katty tidak bisa berkata-kata lagi mendengar penuturan bos-nya itu, yang membuat dirinya semakin salah tingkah saja.


"Kau tenang saja, pulang ini aku akan bertanya-tanya tentang Steven pada suamiku. Tentu saja aku mendukung jika kau dan Steven memiliki hubungan. Steven juga pasti kesepian karena kepergian istrinya, iya kan?".


"Hentikan Calista jangan meledek ku terus...Oh, maaf maksud ku nona Calista", ujar Katty melebarkan kedua matanya. Katty benar-benar salah tingkah menghadapi bos-nya itu, apalagi jika sudah membawa suaminya. Bisa-bisa Katty sangat malu saat bertemu Steven.


"Sebaiknya saya melanjutkan pekerjaan saya, nona. Karena sudah banyak email yang masuk". Katty menghindari pembicaraan dengan atasannya itu yang semakin membuatnya terlihat gugup dan tak berkutik.


"Nanti saja kau bekerja Katty, sekarang temani aku mencari kado untuk suami ku yang ulang tahun hari ini. Samuel sangat sibuk, ia bahkan lupa hari istimewa nya. Aku ingin membuat kejutan untuk nya. Kau wajib datang malam ini, aku pastikan kau dan Steven akan bertemu yang keempat kalinya", ujar Calista lagi-lagi menggoda Katty yang melebarkan kedua matanya tanpa membalas sepatah katapun.

__ADS_1


...***...


To be continue


__ADS_2