PEMUAS RANJANG NONA MUDA

PEMUAS RANJANG NONA MUDA
I LOVE MONDAY


__ADS_3

Katty menelisik penampilannya di depan cermin yang ada di kamarnya. Di sebuah apartemen miliknya. Pagi ini sebelum pergi bekerja ia harus ke rumah sakit melihat ayahnya seperti biasanya. Juga membawakan sarapan untuk Anabelle yang sudah di buatnya tadi pagi. Semalam Anabelle tidur di rumah sakit. Seperti biasa adiknya itu jika hari libur lebih memilih tidur di rumah sakit meskipun ia tidur di ruang terpisah dengan ayahnya. Anabelle juga ingin membuat kakaknya istirahat, setelah sibuk bekerja mencari uang untuk mereka.


Katty menyemprotkan parfum beraroma lembut ke lehernya. Pagi ini gadis itu terlihat lebih segar. Wajahnya ceria seperti biasanya. Katty mengikat rambutnya. Ia memasang blazer berwarna biru muda sebagai luaran kemeja putih yang di pakainya.


Katty menyapukan makeup tipis ke wajahnya. Setelah siap ia melangkahkan kakinya keluar kamar mengambil tote bag yang sudah berisi dua box sarapan pagi. Ia ingin makan bersama adiknya Anabelle sebelum pergi bekerja.


"Selamat pagi nona Katty, sapa security yang berjaga di depan lobby apartemennya.


"Pagi Dany, semoga hari mu menyenangkan", jawab Katty tersenyum.


"Anda juga nona cantik. Anda terlihat sangat bersemangat hari ini".


"Karena aku harus melihat ayahku, Dany. Aku berharap ayahku bisa berkumpul bersama dengan kami", jawab Katty melambaikan tangannya pada Dany yang sudah di kenalnya semenjak tinggal di apartemen itu.


"Semoga tuan Ethan segera sembuh, nona", teriak Dany saat mobil Katty melaju di depannya. Yang di balas lambaian tangan Katty.


Setelah berkendara sekitar tiga puluh menit, Katty memarkirkan mobilnya dengan rapi di tempat parkir yang sudah disediakan di rumah sakit yang khusus menangani penyakit ginjal.


Katty segera turun dari mobil melangkahkan kakinya menuju ruang ICU. Ia mencari Anabelle tapi Katty tidak melihat adiknya itu. Katty melihat kedalam ruangan dari kaca, ternyata Ethan ayahnya pun tidak ada lagi di tempatnya.

__ADS_1


Cepat-cepat Katty menghubungi handphone adiknya tapi handphone Anabelle tidak aktif.


"Hm, sus...ayah saya, pasien ICU bernama Ethan RodrĂ­guez kenapa tidak ada di dalam?", tanya Katty ketika melihat seorang perawat keluar dari ruang ICU. Katty baru sekali itu saja melihat perawat tersebut jadi ia belum mengenalnya.


"Apa nona putrinya?"


"Iya".


"Atas perintah dokter Steven Morgan, semalam ayah nona sudah di pindahkan ke ruang rawat inap yang adik nona tempati", jawab perawat tersebut.


Katty menghembuskan nafas. Terlihat wajahnya lega sekarang. "Huh kenapa Anabelle tidak memberi tahu ku? anak itu benar-benar lalai dalam hal seperti ini", batin Katty.


"Baik. Terimakasih atas informasinya, saya langsung ke kamar ayah saya sekarang", ujar Katty tersenyum ramah.


Tiba di ruang rawat inap ayahnya, Katty terlihat tersenyum menatap Ethan yang sudah bisa duduk bersandar di atas tempat tidurnya. Ethan menunjukkan wajah bahagia melihat Katty yang datang.


Dua orang perawat yang sudah dikenal baik Katty berada di kamar itu. Seorang sedang menyuntikkan obat melalui selang infus. "Halo Katty...kau sudah datang?"


"Iya Gabby. Apa kalian melihat adikku?"

__ADS_1


"Anabelle sudah pulang, ia menitip pesan untuk mu tapi handphone miliknya kehabisan baterai. Katanya ia ada ujian pagi ini, ia lupa memberi tahu mu semalam Katty", jawab Gabby.


"Uhh Anabelle selalu seperti ini, bahkan ia tidak memberitahu ku bahwa ayah ku sudah di pindahkan ke kamar", ucap Katty sambil mengusap lembut wajah ayahnya yang belum bisa banyak bicara. Namun Katty senang ayahnya sudah bisa dipindahkan ke kamar itu, artinya ia dan Anabelle sudah bisa tidur di kamar itu menjaga ayahnya.


"Oh ya Katty, jam sembilan nanti dokter Morgan ingin bicara pada mu", ujar Betty perawat satunya.


"Jam sembilan? Aduh bagaimana ini...Apa aku meminta izin saja dengan nona Calista ya datang ke kantor setelah Anabelle kembali ke rumah sakit. Karena ayahnya sudah di kamar sendirian sekarang tentu saja Katty tidak tega meninggalkan nya sendirian", batin Katty sambil melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul delapan.


*


Satu jam sudah berlalu..


Jam di dinding sudah menunjukkan pukul sembilan pagi. Katty sudah menuju keruangan dokter Arthur yang sekarang menjadi ruangan putranya. Dokter Steven Morgan.


Tiba di depan pintu kedua netra biru itu menatap akrilik plakat bening yang tertempel di pintu. Tertulis nama dokter Steven Morgan di sana. Katty mengetuk pintu itu perlahan.


"Masuk!"


...***...

__ADS_1


To be continue


Tinggalkan jejak kalian dan author akan segera up lagi 🙏


__ADS_2