
Massachusetts, USA
"Bibi Loni sedang membuat apa?"
"Nona Ana sudah pulang dari kampus? Bibi memasak makan malam nona. Menu American kesukaan tuan muda. Semoga nona Anabelle menyukainya juga", jawab Loni tersenyum. Nampak wanita itu sedang mengatur panas microwave.
"Oh ya. Apa nama makanan kesukaan kak Flami, bibi? Maukah bibi mengajariku cara membuatnya?"
Loni tersenyum mendengar permintaan Anabelle. "Tentu saja sayang. Bibi membuat Meatloaf hidangan makan malam yang populer bagi orang Amerika. Ini adalah resep yang dipanggang. Resep ini dibuat dengan daging giling, telur, bawang merah, susu, remah roti, garam, gula merah, dan mustard olahan. Adonan dibentuk menjadi roti. Tuan muda Flamini sangat menyukainya", ujar Loni tersenyum.
"Hm sepertinya enak dan mudah membuat nya", ujar Ana tersenyum.
"Hm..Apa bibi sudah lama bekerja di sini?"
"Hampir seumur hidup bibi, merawat tuan Flamini. Bibi di bawa nyonya Ava mama tuan Flamini dari Italia puluhan tahun yang lalu. Ketika itu nyonya Ava baru saja menikah dengan tuan besar Cazandro yang asli Palermo, Italia. Sementara nyonya Ava lahir dan besar di kota ini. Makanya tuan sangat menyukai jika kembali ke kota Massachusetts. Karena memiliki ikatan batin yang mendalam dengan kota ini", ujar Loni.
Anabelle mendengar kan cerita Loni dan menganggukkan kepalanya sambil mengaduk bahan untuk membuat cheesecake sesuai bimbingan Loni. "Bibi...apa kak Flami memiliki saudara?"
"Iya ada, saudara kembar. Nona Naura dan nona Maura yang sedang kuliah di Jerman", jawab Loni. "Seperti nya usia mereka hanya beberapa tahun saja di atas nona".
__ADS_1
"Pasti kak Flami sangat menyayangi Naura dan Maura ya, bi?".
Mendengar pertanyaan Anabelle, Loni menghentikan pekerjaannya. Wanita paruh baya itu tersenyum menatap Ana yang masih mengaduk campuran adonan cheesecake sesuai resep Loni.
"Iya tentu saja. Tuan muda sangat menyayangi adik-adiknya. Apalagi semenjak tuan Cazandro dan nyonya Ava meninggal dunia karena kecelakaan mobil yang dialaminya. Tuan Flamini lah yang mengambil tanggungjawab orang tua nya menjaga adik-adiknya".
"Tuan Flamini laki-laki yang bertanggung jawab pada keluarganya. Bahkan tuan Flamini harus membagi pekerjaan yang ia sukai dengan keinginan mendiang ayahnya, yaitu memegang kendali penuh perusahaan yang di bangun nya".
"Tuan Flamini laki-laki yang baik, tapi tidak beruntung dalam urusan percintaan. Beberapa tahun yang lalu ia di tinggalkan tunangannya pergi dengan laki-laki lain tepat di hari pernikahan mereka. Itulah yang merubah Flamini tidak percaya lagi pada wanita dan tidak mau berkomitmen hingga sekarang", ujar Loni sambil mengolesi cetakan dengan margarin.
Cerita Loni tentang Flamini membuat Ana menghentikan pekerjaannya. Gadis itu terdiam menyerap semua kata-kata Loni. Seketika ia ingat laki-laki itu.
Perasaan Anabelle menghangat mendengar penuturan Loni tentang Flamini. Untuk yang pertama kalinya Ana tahu semua tentang seorang Flamini Cazandro. Di balik kuatnya diri laki-laki itu ternyata ada kepedihan.
*
Anabelle menaiki tangga menuju lantai atas di mana kamar Flamini berada. Ini pertama kalinya selama ia tinggal di penthouse tersebut naik kelantai itu, meskipun pemilik nya sudah mengizinkan Ana sebelum ia pergi ke London, tapi Ana enggan untuk melihat lihat kelantai atas.
Netra Anabelle tak berkedip menatap pemandangan di lantai dua penthouse mewah tersebut, ternyata semua nya benar-benar rana pribadi Flamini.
__ADS_1
Di lantai dua terasa sangat menly sekali. Di dominasi warna monokrom sama seperti warna yang dipilih Ana untuk private room Flamini yang ada di perusahaan nya di London.
Terdapat fitness center lengkap dengan berbagai alat treadmill. Sementara kolam renang dengan taman di sampingnya terlihat jelas karena hanya menggunakan dinding kaca sebagai pembatas dengan ruang fitness.
Anabelle kagum melihat pemandangan itu, Flamini tetap memberikan sentuhan alam meskipun berada di apartemen. Tumbuhan dengan daun lebar berwarna hijau terang membuat begitu sejuk, seakan-akan kita berada di sebuah rumah dengan halaman luas di penuhi berbagai macam tanaman indah.
Ana membalikkan tubuhnya dan membuka satu pintu lagi. Ternyata kamar pribadi Flamini. Seketika aroma tubuh laki-laki yang dirindukannya itu menyeruak begitu pintu terbuka.
Kamar luas dengan tempat tidur ditengahnya. Untuk pertama kalinya Ana melihat ruangan pribadi Flamini di penthouse itu.
Ana duduk ditepi tempat tidur dan mengusap lembut salah satu bantal yang ada di sana. "Sudah satu minggu kak Flamini ke London, tapi tak sekalipun ia menghubungi ku. Aku merindukan nya", lirih Anabelle sambil merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Jemari lentik tangannya mengusap-usap bantal yang ada di sampingnya. "Kak Flamini pasti sangat sibuk dengan pekerjaannya", gumam Anabelle dengan suara kecil sambil memejamkan kedua matanya. "A-tau bisa jadi sibuk dengan wanita itu..."
...***...
To be continue
Hari ini Emily akan up 3-4 bab. Tinggalkan jejak kalian ya biar semangat up-nya 🙏
__ADS_1