PEMUAS RANJANG NONA MUDA

PEMUAS RANJANG NONA MUDA
MENERIMA AJAKAN SAMUEL


__ADS_3

Aku takut...aku takut tidak bisa mengobati luka mu. Dan aku terluka", ucap Calista sambil menundukkan wajahnya. Entahlah kali ini Calista begitu sedih saat menyampaikan isi hatinya pada Samuel. Kata-kata yang keluar dari bibirnya adalah perasaan yang ada di palung hatinya terdalam.


Samuel terdiam. Kedua matanya menatap Calista. "Aku ingin kau bersama ku saat pembukaan pameran lukisan ku, Cali", ucap Samuel terdengar begitu lembut di telinga Calista.


"Aku ingin memperkenalkan mu pada semua orang bahwa kau istri ku".


Jujur, ucapan Samuel membuat perasaan Calista berbunga-bunga, ia senang mendengarnya. "Istri ku.."


Tapi...bukankah Samuel tidak mencintainya. Ia hanya menyukai saja. Sementara Calista pun masih bingung dengan perasaan yang di milikinya.


Sejak ia memberikan sepenuhnya dirinya pada Samuel pada malam itu, Calista merasakan perasaan mendalam pada Samuel. Samuel yang pertama menyentuhnya, tentu sangat spesial bagi Calista.


Meskipun setelahnya Calista menampik rasa itu namun yang sebenarnya terjadi sejak malam mereka bercinta, Calista tidak bisa menghapus Samuel dari pikirannya. Ia selalu mengingat sentuhan lembut laki-laki itu pada setiap jengkal tubuh nya. Walaupun Calista belum yakin, apakah sudah bisa dikatakan cinta?


"Untuk apa kau melakukannya Sam. Kita hanya saling menyukai".

__ADS_1


"Hm... Bisa kau bayangkan bagaimana perasaan ku jadinya jika aku benar-benar jatuh cinta pada mu dan kau belum bisa melupakan Amber tunangan mu? Aku tidak mau bertepuk sebelah tangan", ucap Calista melebarkan kedua matanya dengan nada guyonan, meskipun sesungguhnya perkataannya itu adalah ungkapan perasaan yang sebenarnya. Perasaan yang dirasakannya saat ini.


"Makanya kau ikut bersama ku ke Madrid. Di sana nanti aku akan mengajari mu melukis yang benar. Aku juga ingin melukis mu", ucap Samuel sambil mengusap ujung bibir Calista yang terdapat saus yang menempel.


Sebenarnya jawaban Samuel tidak menegaskan apapun. Sejujurnya Samuel pun tidak tahu harus menjawab apa. Ia juga tidak tahu perasaan yang di milikinya untuk Calista saat ini apa namanya. Amber masih memenuhi pikiran nya tapi ia sangat menyukai Calista, Calista membuat perasaan nya berbeda. Saat bercinta dengan istrinya itu, bahkan tak sekalipun Samuel mengingat Amber. Calista mengalihkan semuanya, Samuel akan fokus padanya seorang. Namun setelahnya Samuel akan kembali menjadi dirinya lagi. Ingat Amber dan masa lalunya.


"Benarkah kau akan melukis ku, Sammy?", ujar Calista sumringah. "Sama seperti kau melukis Amber?", tanya Calista lagi menatap lekat wajah tampan Samuel yang begitu dekat dengan nya.


"Tentu saja berbeda". Samuel menjawab dengan tegas.


Mendengar jawaban Samuel, seketika wajah Calista murung. Bahkan ia mengumpati pertanyaan bodohnya beberapa saat yang lalu. "Iya, maafkan aku. Tentu saja akan berbeda".


"Berapa hari kita berada di Madrid?"


"Satu minggu. Jika kurang kita bisa memperpanjang honey moon kita", jawab Samuel tersenyum.

__ADS_1


Calista berpikir sejenak. Seutas senyuman menghiasi wajahnya. "Aku akan ikut dengan mu ke Madrid. Semoga perjalanan yang menyenangkan".


*


"Katty apa kau sudah mendapatkan informasi yang aku minta?"


"Belum nona. Tapi saya sedang mengumpulkan kepingan-kepingan informasi tentang kecelakaan yang nona alami. Saya yakin nona akan segera mendapatkan informasi yang nona inginkan", jawab Katty.


"Kau masih memiliki banyak waktu. Sore nanti aku dan suamiku akan ke Madrid untuk berbulan madu. Aku ingin saat aku kembali nanti semua yang aku minta sudah ada dengan lengkap informasinya", tegas Calista tanpa menatap asisten nya itu. Ia sedang memandangi berkas-berkas penting yang dibutuhkan segera.


"Kau juga harus mengabari ku tentang perusahaan saat aku tidak ada di sini. Aku tetap ingin mengetahui kondisi perusahaan ku saat aku pergi".


"Baik nona. Nona Calista tenang saja dan nikmatilah perjalanan bersama tuan Samuel. Karena nona selalu sibuk bekerja, bahkan tak sekalipun mengambil cuti untuk sekedar memanjakan diri nona... liburan misalnya", ucap Katty dengan hati-hati sekali ketika berbicara. Tentu saja ia masih membutuhkan pekerjaan nya.


Calista menghentikan pekerjaannya. Ia menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi. "Kau benar. Beberapa tahun belakangan ini aku hanya sibuk dengan bekerja dan bekerja. Hm...hidupku ternyata benar-benar membosankan sekali". Calista tersenyum mengingat betapa gilanya dirinya ketika bekerja. Bahkan sampai lupa waktu. Dia sendiri tidak tahu untuk apa sebenarnya ia bekerja seperti itu.

__ADS_1


Katty tersenyum melihat bos-nya. "Semoga bulan madu nona berjalan lancar. Dan pulang nanti membawa hasilnya...Nona Calista berbadan dua".


Sontak saja perkataan Katty membuat Calista kaget. Wanita itu berpikir dan terdiam. "Oh my god...bagaimana aku tidak memikirkan nya. Bagaimana kalau aku benar-benar hamil...?!"


__ADS_2