
"Baik apa yang kau inginkan dari ku, Anabelle Patricia?", tanya Flamini menatap lekat gadis itu. Saat ini ia hanya berdua saja di ruang kerja Flamini. Sedangkan Sean mengambil cemilan dan membuat minuman yang di minta Flamini di pantry
Flamini menyandarkan punggungnya pada kursi kerjanya sambil mengusap dagunya. Laki-laki itu sudah mengganti pakaian santai rumahan. Training panjang dan kaos oblong berwarna hitam.
"Sebenarnya saya ingin meminta maaf pada tuan, karena sudah salah berucap ketika tadi pagi di ruangan anda tuan Flamini. Saya juga ingin mengambil buku sketsa milik saya, tuan", jawab Anabelle pelan.
"Apa buku itu sebegitu pentingnya bagi mu?"
"Iya. Sketsa-sketsa itu sudah saya kerjakan selama setahun tuan. Karena bukunya hilang maka saya harus mengikuti program magang sebagai syarat untuk lulus kuliah", jawab Anabelle tertunduk.
Flamini menganggukkan kepalanya, masih menatap lekat wajah Anabelle yang tertunduk.
"Kau sangat berbakat Anabelle. Ada beberapa desain mu yang aku sukai", ujar Flamini sambil membuka buku sketsa milik Anabelle. Aku bersedia melanjutkan kerjasama kita, asalkan kau bekerja profesional seperti Verline. Atasan mu itu, sebenarnya teman ku. Kami satu sekolah. Aku sudah langganan mengunakan jasanya, makanya aku tidak ragu-ragu mempekerjakan orang yang sudah di pilih oleh Verline. Tentu ia memiliki penilaian yang baik pada mu kenapa sampai berani menunjuk mu yang belum berpengalaman sama sekali", ucap Flamini.
"Besok datanglah ke kantor ku, aku akan menunjukkan dimana kau akan memulai pekerjaan mu di perusahaan ku. Jika aku puas dengan hasilnya, aku akan kembali memakai jasa mu mengerjakan interior club milik ku di kota Newcastle", ucap Flamini. Kata-kata nya terdengar bersahabat dan hangat.
__ADS_1
Anabelle mengangkat wajahnya membalas tatapan Flamini. Seakan tak percaya apa yang di dengarnya barusan. Gadis itu terlihat sangat cantik dengan senyuman manis menghiasi wajah mulus nya.
"Benarkah tuan, anda akan melanjutkan kerjasama dengan nona Verline? Dan akan memakai jasa ku untuk pekerjaan selanjutnya? Owh... terimakasih tuan Flamini. Saya akan bekerja sebaik mungkin, saya tidak akan mengecewakan anda kali ini, tuan", seru Anabelle tampak begitu bersemangat.
Saking senangnya Anabelle langsung meminum teh hangat yang di suguhkan Sean dihadapannya. "Maaf tuan Flamini, mendadak saya kehausan. Tenggorokan saya mendadak kering", ucap Anabelle tanpa malu-malu, ia tersenyum menatap Flamini ketika menaruh kembali gelasnya keatas meja. Bahkan Anabelle mengusap bibirnya yang basah karena minuman dengan jemari tangannya. Ana lupa ia sedang dimana dan dengan siapa sekarang.
Flamini tidak bisa menahan tawanya melihat tingkah gadis itu. Ia mengambil dua lembar tissue dan memberikan pada Anabelle.
Sementara Sean menggelengkan kepalanya menatap gadis polos itu. Namun ada yang aneh dari sosok atasannya. Sean, jarang sekali melihat Flamini tertawa lepas seperti itu.
Anabelle melihat desain yang di pilih Flamini. "Tidak bisa dipungkiri selera tuan sangat bagus. Desain ini sebenarnya yang paling aku sukai juga. Aku mengerjakannya dalam keadaan terbaik ku", jawab Ana.
"Tapi aku ingin menambahkan kolam renang dan pusat kebugaran serta taman yang bisa aku nikmati di kala penat menghampiri karena seharian dengan rutinitas jadwal yang padat".
"Baik tuan semuanya bisa di atur. Besok saya akan ke kantor tuan. Jika pekerjaan kontraktor sudah selesai saya bisa langsung bekerja menyiapkan interior sesuai yang anda inginkan", ucap Anabelle sambil menatap jam tangan nya yang sudah menyentuh angka sepuluh malam.
__ADS_1
"Baiklah tuan Flamini sekarang saya permisi pulang karena sudah malam. Besok saya akan menemui tuan di perusahaan", ucap Anabelle dengan sopan. Ia mengulurkan tangannya pada laki-laki itu sebagai tanda kesepakatan kerjasama yang terjalin diantara mereka.
Flamini menyambutnya. Menggenggam erat jemari tangan halus Anabelle yang terasa dingin. Senyuman hangat ramah menghiasi wajah tampan itu. Begitu juga Anabelle. Untuk sesaat keduanya bertukar pandang.
"Hem. Sean kau hantarkan Ana pulang. Kau juga pulanglah sekarang sudah malam. Besok kita bertemu di kantor, kau langsung ke perusahaan saja", perintah Flamini beranjak dari tempat duduknya.
"Baik tuan Flamini", jawab Sean mempersilahkan Ana keluar duluan di depannya.
Flamini kembali menyandarkan punggungnya. Tanpa sepengetahuan Anabelle laki-laki itu menatap intens punggung gadis itu sampai hilang dari pandangan matanya.
Flamini mengusap tengkuknya sambil membuang nafas panjang. Kemudian ia mengenadahkan wajah keatas menatap langit-langit ruang kerjanya.
"Aku akan sering bertemu dengan mu Anabelle Patricia. Kau sangat cantik, polos dan pintar. Bicaranya juga ceplas-ceplos, tidak seperti wanita yang sering aku temui terlalu berlebihan dan munafik yang dengan mudahnya bisa diajak ketempat tidur. Ana berbeda dari semuanya. Ia juga sangat sopan bisa menempatkan dirinya dengan baik", ucap Flamini memberikan penilaian pada Anabelle.
...***...
__ADS_1
To be continue