PEMUAS RANJANG NONA MUDA

PEMUAS RANJANG NONA MUDA
KEJUTAN UNTUK SAMUEL DARI CALISTA


__ADS_3

Senja telah berganti malam.


Calista dibantu pelayan dan Katty menyiapkan barbeque party di taman lantai tiga mansion Samuel dan Calista.


Samuel belum pulang karena ada penandatanganan kontrak kerjasama dengan rekan bisnisnya di perusahaan. Ia sempat menghubungi Calista sore tadi dan memberi tahu akan pulang terlambat.


Namun Calista selalu memantau posisi suaminya saat ini, ia berkomunikasi dengan Owen asisten suaminya.


Semua sudah tertata rapi di atas meja panjang yang ada di taman. Untuk menambah serunya acara nanti, Calista mengadakan barbeque.


Mengingat acaranya dadakan, tidak banyak yang di undang Calista untuk memperingati ulang suaminya. Hanya mama Samuel, Justin dan Bianca juga teman dekat Samuel saja Flamini dan Steven.


Tapi Justin berhalangan hadir karena sedang berada di luar kota bersama keluarga nya. Begitupun Aniston ia tidak bisa datang karena kurang enak badan.


"Nona, Owen memberi tahu mereka sudah dekat", ujar Katty memberi tahu Calista yang masih berada di ruang kerja bersama nya.


Calista merapikan buku-buku yang dibacanya.


"Ayo kita turun sekarang, aku sudah tidak sabar membuat kejutan untuk suamiku".


"Apa Flamini dan Steven sudah datang?"


"Belum nona, tidak ada siapa pun dibawah hanya ada pelayan saja", jawab Katty mengikuti langkah Calista.


*


Mobil Samuel yang dikendarai oleh sopirnya sudah memasuki gerbang utama mansion yang di jaga ketat oleh keamanan. Dari gerbang utama cukup jauh untuk sampai ke rumah jika berjalan kaki. Karena mansion berada di tengah-tengah lahan yang sangat luas.

__ADS_1


Sesaat mobil itu berhenti dengan sempurna diparkiran. "Tuan kita sudah sampai", ucap Owen dari bangku depan karena melihat bos-nya itu masih sibuk dengan Ipad-nya.


"Hem". Samuel segera turun dari mobil, namun ia kaget melihat keadaan mansion yang gelap gulita. Bahkan tak nampak satu orang keamanan atau suara pelayan di mansion itu. Begitu sunyi. Tiba-tiba perasaan Samuel tidak enak, melihat situasi seperti itu. Yang ada dipikirannya sesuatu hal buruk telah terjadi, dan ia ingat keselamatan istrinya.,


"Tuan kenapa mansion tuan gelap sekali", ujar Owen nampak panik.


"Hubungi keamanan di gerbang utama!", perintah Samuel sambil berlari masuk kedalam rumah. Keadaan gelap sekali tak nampak sinar sedikitpun karena semua lampu padam sedangan mansion berdiri sendirian di lahan itu. Lampu taman pun mati.


"Sayang...", teriak Samuel meraba-raba sakral lampu yang ada di dekat pintu masuk. Namun sudah berapa kali ia tekan tidak hidup juga.


Tanpa pikir panjang Samuel hendak berlari menuju tangga kelantai atas. Yang ada dipikirannya hanya Calista saja.


Bertepatan dengan lampu menyala menerangi penjuru ruangan. Dan terdengar lagu happy birthday dari orang-orang sambil bertepuk tangan. Samuel menatap istrinya baik-baik saja dan terlihat bergembira diantara Katty dan para pelayan dan keamanan yang biasa berjaga di pintu masuk.


Samuel baru sadar ia sedang di kerjain. Ia yakin pasti itu ide Calista.


Tepuk tangan, tawa canda bergemuruh memenuhi ruangan. Calista mendekati suaminya. Tanpa malu-malu melingkarkan tangannya pada leher Samuel. "Selamat ulangtahun sayang. Aku sengaja membuat kejutan untuk mu, atas bantuan Owen, Katty dan semua pekerja di mansion ini", ucap Calista mengecup lembut rahang Samuel juga bibirnya.


Katty, Gema dan pekerja lainnya tersenyum menyaksikan atasan mereka itu yang selalu romantis dimana pun berada. Gema dan pekerja lain pergi dari ruangan itu, melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing.


"Wah kalian berdua ini seperti sudah lama sekali tidak bertemu", ucap Steven yang datang beriringan dengan Flamini.


Flamini tertawa melihat tingkah Samuel dan Calista, seperti pasangan yang sedang di mabuk cinta. Namun Flamini mengerti temannya itu belum lama menghadapi masalah rumah tangga mereka jadi wajar jika ia terlihat selalu merindukan istrinya.


Samuel mengurai pelukannya, menatap kedua temannya. "Kalian berdua datang juga?"


"Aku yang mengajak Flamini dan Steven, sayang. Aku baru tahu hari ini adalah ulang tahun mu, Gema yang mengingatkan aku. Karena kau pun ternyata lupa bahwa hari ini adalah hari istimewa mu, makanya aku punya rencana membuat kejutan untuk mu", ucap Calista mengusap lembut wajah Samuel.

__ADS_1


Tepat di saat kedua netra Samuel menatap lengan Calista yang terlihat membiru.


"Cali, kenapa lengan mu?", tanya Samuel melihat dengan jelas pergelangan tangan istrinya.


"Oh ini...tidak apa-apa sayang. Kau tidak perlu kuatir, nanti saja aku ceritakan. Sekarang aku tidak mau merusak suasana bahagia ini", jawab Calista sambil melingkarkan tangannya pada pinggang suaminya.


"Katakan sekarang, aku tidak bisa menunggu. Kenapa tangan mu?"


"Katty...!"


Samuel memanggil asisten istrinya yang seharian bersama Calista. Pasti tahu yang terjadi pada istrinya.


Terlihat Katty mendekat. "Iya tuan?"


"Katakan, apa yang terjadi dengan istri ku kenapa lengannya biru seperti ini?", tanya Samuel menatap Katty.


"Sayang..."


"Kejadiannya..


"Aku bertemu Irene, tunangan sepupu mu Nathan saat membeli jam tangan untuk mu di toko langganan ku. Wanita itu menuduh aku sebagai penyebab Nathan membatalkan pertunangan mereka. Ia mencengkram lengan ku, makanya tangan ku menjadi biru begini", jawab Calista menjelaskan. Ia memotong ucapan Katty.


"Kenapa kau tidak menjaga istriku, Katty? Bagaimana kalau wanita itu mencelakai istri ku yang sedang hamil?" ketus Samuel menatap tajam Katty yang terdiam.


"Sayang jangan menyalahkan Katty, ia sudah sangat membantu ku".


"Sam...ada apa? Apa ada yang terluka? Biar aku periksa", ujar Steven sudah berdiri di samping Katty. Steven segera mendekati Samuel ketika mendengar nada bicara temannya itu sedikit keras pada Katty yang terdiam di tempatnya berdiri.

__ADS_1


...***...


To be continue


__ADS_2