
“Akh...”
Samuel yang terlelap terjaga begitu mendengar rintihan istrinya. "Cali, ada apa sayang?"
Samuel mengucek matanya. Bahkan ia belum tersadar sepenuhnya.
"Perut ku lapar.."
"Kau mau makan, malam-malam begini?"
Calista yang terduduk di tempat tidur menganggukkan kepalanya pelan.
Samuel yang masih rebahan mengusap lembut perut istrinya. "Daddy akan mengambilkan makanan untuk mu", jawab Samuel mendekatkan mulutnya pada perut Calista.
Samuel hendak menekan tombol intercom yang terhubung langsung ke kamar pelayan namun di cegah Calista. "Anak mu ingin Indonesia food. Nasi goreng spesial yang ada telur mata sapi di atasnya. Hm....dan anakmu ingin daddy nya yang masak untuk nya".
"Aku?"
"No. Sekarang pukul dua malam sayang. Lagian aku tidak bisa membuat... apa itu nasi goreng spesial. Aku tidak pernah memakannya".
Calista mencebikkan bibirnya. "Ya sudah kalau tidak mau. Ayo kita tidur saja. Huhh daddy mu tidak mau memasak untuk mu sayang".
"Bagaimana kalau aku membuat steak dengan rebusan kentang dan asparagus dengan saus lada hitam? Anak kita pasti menyukainya".
"Anak mu mau nasi goreng ala Indonesia, sayang. Apa kau mau, anak mu lahir nanti dengan air liur yang meleleh karena daddy nya tidak mau menuruti keinginannya?".
Samuel menggaruk kepalanya, mendengar perkataan Calista.
__ADS_1
"Baik, daddy akan mengikuti keinginan mu. Aku akan membuat nasi goreng spesial untuk kalian", ucap Samuel bangkit dari tempat tidur.
"Makanan yang kalian inginkan akan segera datang. Kau tunggu saja di sini selagi aku memasak dibawah", ujar Samuel sambil mengecup kening istrinya dan mengusap lembut perut Calista.
"Iya sayang. Terimakasih karena kau sudah mau membuat nya. Kami akan menunggu mu di sini", jawab Calista menahan tawanya sambil merebahkan tubuhnya.
Saat sudah tiba di pantry, Samuel benar-benar menuruti permintaan istrinya. Ia membuka lemari pendingin mencari bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat nasi goreng Indonesia. Samuel mencari tahu di internet bahan dan cara membuatnya.
"Huh Calista ada-ada saja. Malam-malam begini malah menginginkan makanan yang sulit".
"Tuan muda sedang apa di pantry?"
Gema dan salah satu pelayan masuk ke pantry. Gema langsung bangun saat salah satu pelayan memberi tahu bahwa Samuel saat ini berada di pantry.
"Istriku ingin memakan nasi goreng Indonesia, bibi. Aku harus membuatnya sekarang".
Setelah pelayan itu pergi, Gema membantu Samuel memasak nasi terlebih dahulu. Sesuai petunjuk resep masak yang ada di internet.
Bagi masyarakat Inggris, sangat jarang menikmati makanan dengan nasi. Mereka lebih memilih gandum dan kentang, seperti masyarakat Eropa pada umumnya. Namun tetap menyimpan stok beras putih walaupun dalam jumlah tidak banyak.
Saat mendengar Calista ingin Indonesian food, Gema yang sudah berkecimpung hampir selama hidupnya sebagai juru masak pun dibuat kaget. Gema saja harus melihat internet cara memasaknya apalagi Samuel.
Setelah berada di pantry hampir satu jam lamanya, akhirnya makanan khas negara Indonesia pun tersaji dengan sempurna. Samuel sempat mencicipi nasi goreng spesial yang dibuatnya dengan bantuan Gema. "Wow ...ternyata sangat lezat. Ini kali pertama aku memakan nasi seenak ini Gema. Aku harus kembali ke atas, istri ku pasti sudah sangat kelaparan. Terimakasih bantuan mu, Gema.
Gema tersenyum mendengarnya. "Nona Calista mengidam. Memang sebaiknya jika istri sedang mengidam harus di turuti keinginannya", ucap Gema sambil menambahkan susu hangat di atas bedtroy.
"Kau juru masak terbaik", ucap Samuel tersenyum puas. Laki-laki itu melangkahkan kakinya ke lift sambil membawa bedtroy di tangannya.
__ADS_1
*
"Sayang nasi goreng spesial buatan ku sudah selesai. Rasanya sangat enak, kau pasti menyukainya", ucap Samuel masuk ke dalam kamar.
Tapi yang di lihat nya ternyata Calista sudah tidur dengan pulas. Samuel menggelengkan kepalanya menatap wajah istrinya. Ia menaruh bedtroy di atas nakas dan perlahan mengguncang bahu istrinya yang terlelap. Samuel duduk sambil memegang piring.
"Cali, nasi goreng yang kau inginkan sudah selesai aku masak. Ayo bangun, katamu kau lapar".
Tak ada respon apapun dari Calista. Malah tak bergerak sedikitpun.
"Sayang, nanti nasi gorengnya dingin. Ayo bangun, katamu anak kita menginginkan nasi goreng Indonesia. Aku sudah membuatnya".
"Hm...aku mengantuk, Sam. Untuk mu saja", jawab Calista pelan nyaris tak terdengar dengan mata masih terpejam.
Samuel menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Ternyata kau mengerjai suami mu, Cali", seru Samuel menatap wajah polos istrinya yang semakin terlelap. Terdengar nafasnya yang sangat teratur. Samuel menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. "Kau ada-ada saja. Ternyata kau balas dendam karena aku meninggalkan tanda kepemilikan tubuh mu pagi tadi?".
"Hm...kau berhasil mengerjai suami mu", ucap Samuel tersenyum.
"Baiklah, sepertinya nasi goreng spesial ini aku saja yang memakannya. Rasanya sangat enak sekali"
Samuel berdiri dan duduk di sofa. Sambil membuka internet tentang Indonesia. Tempat wisata maupun makanannya. "Banyak sekali tempat indah di negara ini. Pantainya tidak kalah dengan Maldives", ujar Samuel sambil menyuapkan nasi goreng kedalam mulutnya.
"Sepertinya suatu hari nanti aku akan mengajak istriku berkunjung ke negara ini. Hm... Calista tahu dari mana tentang Indonesia, apa ia sudah berkunjung ke sana? Bahkan ia tahu nasi goreng spesial".
Samuel mengalihkan perhatiannya pada istrinya yang bergerak merubah posisi tidurnya. Sambil menikmati nasi goreng di tengah malam. Tepatnya dini hari.
__ADS_1
...***...