PEMUAS RANJANG NONA MUDA

PEMUAS RANJANG NONA MUDA
WHO?


__ADS_3

Flamini memarkirkan mobilnya di parkiran rumah sakit tempat kerja Steven. Laki-laki itu ingin menemui Steven memeriksa dirinya yang tadi pagi merasakan tidak enak badan.


Flamini melangkahkan kakinya dari tempat parkir menuju lobby rumah sakit dimana Steven bekerja sambil berbicara dengan Sean asistennya. Sean memberi tahu bahwa sedang berada di lokasi bakal tempat club baru milik nya kota Newcastle.


Seharusnya Flamini pergi dengan Sean namun saat bangun tidur pagi tadi ia merasakan kepalanya begitu berat padahal semalam ia tidak meneguk minuman keras apalagi sampai mabuk. Flamini ingat ia hanya minum berapa teguk saja wine saat makan malam yang diadakan Calista.


"Kau kirimkan foto lokasi dan bangunan yang akan di renovasi itu ke email ku sekarang. Aku tunggu..."


"Brukkk..!"


"Brugh...!"


"Shitt! Kau punya mata tidak hah!! Kenapa kau menabrak ku? Lihat akibatnya!"


Flamini berkacak pinggang menatap wanita yang berjongkok dilantai mengambil handphone nya yang terjatuh seketika akibat ada yang menubruk tubuh nya, sedangkan Flamini juga tidak fokus melihat ke depan karena sedang menerima telepon. Rahang Flamini mengeras.


"Oh my God handphone nya pecah", ucap wanita muda belia berdiri dihadapan Flamini sambil memberikan handphone itu pada pemiliknya. Netra bening milik gadis itu menatap Flamini dengan sorot mata bersalah dan menyesal. Kemudian ia mengambil kartu nama di dalam tasnya. "Maafkan saya paman, saya terburu-buru karena ada ujian. Saya akan mengganti handphone mu. Ini kartu nama saya dan tanda pengenal saya paman. Saya pasti akan mengganti handphone milik mu yang rusak".

__ADS_1


Flamini tidak bergeming ia menatap lekat gadis itu sambil menggenggam kartu nama dan tanda pengenal gadis itu.


"Maaf paman, saya harus pergi kuliah karena ada jadwal ujian", ujar gadis itu tanpa menunggu jawaban Flamini ia membalikkan badannya dan berlari ke parkiran.


Flamini menatap punggung gadis tersebut hingga hilang dari pandangan matanya.


"Tuan, buku mu jatuh". Seorang laki-laki memberikan binder berwarna merah pada Flamini. Flamini mengambil nya. "Terimakasih", ucap Flamini singkat.


Flamini membuka binder berwarna merah tersebut, ternyata berisi sketsa desain interior rumah dan perkantoran tema minimalis. Cukup banyak sketsa. "Ternyata dia gadis yang berbakat"


"Flamini...kau sedang apa di rumah sakit?"


"Kau sakit? Tapi kau terlihat baik-baik saja. Sekarang aku mau ke kantor Samuel ada yang ingin aku bicarakan dengan nya", ucap Steven. "Kalau kau mau, aku memeriksa mu di sana saja".


"Ayo kita pergi", jawab Flamini. "Kita pergi dengan mobil masing-masing saja Steve".


"Iya".

__ADS_1


*


Jam di dinding sudah menunjukkan pukul tiga sore. Calista berdiri dari tempat duduknya. "Semua berkas yang sudah aku tandatangani aku setuju, bisa kau antar sekarang ke divisi masing-masing", ujar Calista.


"Sekarang aku harus pulang, Bella".


"Baik nona. Jangan kuatir jika ada hal yang harus nona tahu pasti langsung saya kabari nona", jawab Bella sekertaris Calista. Karena Katty sedang sedang berada di kota Leeds.


"Iya. Segera kabari aku".


"Baik nona".


Calista meninggalkan ruangannya bersama Bella.


Saat di lobby Calista langsung menuju mobil yang sudah menunggunya di depan pintu lobby. Terlihat dua orang bodyguard sudah berjaga-jaga, melihat kedatangan bos mereka keduanya langsung berdiri memberi salam.


"Kita pulang ke mansion sekarang", perintah Calista hendak masuk kedalam mobil.

__ADS_1


"Calista...tunggu!"


...***...


__ADS_2