PEMUAS RANJANG NONA MUDA

PEMUAS RANJANG NONA MUDA
KAU PULANG DENGAN KU!


__ADS_3

Katty benar-benar seperti orang linglung. Bahkan ia tidak bisa menikmati makan malamnya. Padahal perutnya beberapa saat yang lalu merasakan lapar namun sekarang mendadak kenyang.


Apalagi beberapa kejadian yang ia alami hari ini, dan sekarang harus berakhir seperti ini duduk dan makan berdekatan dengan Steven. Bahkan laki-laki itu tak sungkan menyeruput minuman dari gelas milik Katty.


"Kau tidak makan, hem?"


Suara Steven membuyarkan lamunan Katty. Katty mengerjapkan kelopak matanya. Netra biru itu menatap sekitar ternyata hanya ia dan Steven saja yang masih duduk di meja itu. Tak nampak Calista. Sedangkan Samuel dan Flamini nampak berbincang sambil berdiri di tepi kolam renang cukup jauh dari mereka. Katty menyadari dirinya benar-benar blank seperti orang linglung yang tidak menyadari keadaan sekitar.


"Aku tidak lapar", gumam Katty pelan nyaris tak terdengar. Katty sulit untuk menghirup oksigen. Jantungnya semakin berdebar kencang menyadari posisi Steven begitu dekat dengannya. Tangan kiri laki-laki itu bertaut pada sandaran kursi Katty, sementara tangan kanannya di atas meja. Tubuh bagian depan laki-laki itu condong sangat dekat padanya.


Steven tersenyum mendengarnya. "Makanlah walau sedikit nanti kau sakit, Katty. Bukankah tadi pagi kau bilang harus menjaga stamina tubuh mu, hem?"


Katty menganggukkan kepalanya. "Pekerjaan ku hari ini sangat banyak, otak ku terkuras. Jadinya aku tidak fokus", jawab Katty sambil menyuapkan potongan daging steak kemulutnya.


Steven menatap gadis itu, ia memang terlihat lelah namun tidak mengurangi kecantikan nya. Bahkan Katty masih memakai pakaian pagi tadi saat bertemu dengannya di rumah sakit. Setelan blazer berwarna biru muda dengan dalaman kemeja putih ketat. Yang membedakan penampilan nya dengan pagi tadi hanya tatanan rambutnya saja. Sekarang rambut panjang bergelombang itu terurai indah.


"Kau membutuhkan vitamin untuk menambah stamina tubuh mu. Besok pagi datang lah keruangan ku, aku akan memberikan vitamin yang kau butuhkan", ucap Steven menatap lekat gadis itu.


Katty menelan salivanya sendiri. Ia nampak gugup, untuk menenangkannya ia meneguk air mineral yang ada di depannya hingga tandas. "Iya dok terimakasih".


Steven menatap lekat wajah Katty yang lebih banyak tertunduk sambil mengaduk makanannya. "Panggil saja Steven. Tidak usah memakai embel-embel apapun".


Katty menganggukkan kepalanya. "Iya".


Steven tersenyum mendengar jawaban singkat gadis itu.


"Katty...aku belum bertanya padamu, apa kau sedang menjalin hubungan dengan seseorang? kekasih atau mungkin kau sudah memiliki suami?"


Katty yang sedang tertunduk mengangkat wajahnya dan membalas tatapan Steven. Lalu menggelengkan kepalanya. "Tidak".


"Huhh.."


Terdengar hembusan nafas Steven. Laki-laki itu menyadarkan punggungnya. Terlukis senyum samar di bibirnya.

__ADS_1


Dari kejauhan Calista tersenyum menyaksikan Katty dan Steven terlihat dekat. Walaupun Calista sangat tahu pasti Katty gugup. Selama menjadi asisten nya Katty tidak pernah terlihat dekat dengan laki-laki maupun. Andai saja Katty dan Steven semakin dekat tentu saja Calista senang. Apalagi Katty sudah dianggap Calista seperti adiknya sendiri.


Beberapa saat kemudian Gema mendekati Calista sambil membawa puding buah kiwi kesukaan Samuel. "Nona, apa puding kesukaan tuan di hidangkan sekarang?"


Calista menolehkan kepalanya.


"Ia Gema, hidangkan sekarang saja. Suamiku pasti sangat menyukainya", jawab Calista kembali mendekati meja makan berukuran panjang.


"Sayang...aku membuat puding buah kiwi kesukaan mu", ujar Calista memberi tahu Samuel yang sedang berbicara serius dengan Flamini.


Samuel menolehkan kepalanya dan mengajak Flamini kembali kemeja makan. Sementara Katty berdiri membantu Calista menata hidangan penutup itu di atas meja.


Dari sudut meja sepasang mata hazel tak berkedip mengawasi Katty. Netra coklat terang milik Steven. Laki-laki itu sedang menyesap teh hangatnya.


"Aku perhatikan Steven selalu menatap mu sepanjang malam ini, Katty", bisik Calista. "Bahkan sekarang pun ia masih menatap mu".


Sekilas Katty menatap Steven. Yang dikatakan Calista memang benar adanya. Cepat-cepat Katty mengalihkan perhatiannya. Rasanya tidak sopan sekali jika ia membalas tatapan itu dengan nyalang. Bisa-bisa Steven salah sangka pada nya.


"Mana dessert kesukaan ku sayang? kenapa kalian berdua malah bicara bisik-bisik begitu?", ujar Samuel menatap Calista dan Katty bergantian.


Calista melingkarkan tangannya pada suaminya. Ia memeluk leher Samuel dari belakang dan mendaratkan sebuah kecupan ringan pada wajah tampan itu.


"Kalian berdua ini sangat romantis sekali. Kalian membuat iri orang yang tidak memiliki pasangan saja", ucap Steven sambil menyesap minumannya.


"Makanya kau segera mencari pengganti Layla, Steve. Lihatlah Sam sebelum bertemu Calista seperti apa dia, sekarang bisa seperti ini", ujar Flamini sambil menikmati puding yang rasanya asam manis itu.


"Wow... siapa yang sedang bicara tentang sebuah hubungan, seorang Flamini Cazandro?", seru Steven bernada ejekan. "Apa kau sudah berubah sekarang?"


"Tidak ada yang salah dengan ucapan ku kan? Kalian tahu, bagaimana aku memandang sebuah pernikahan. Aku tidak mau berkomitmen dalam sebuah pernikahan tapi aku tidak apatis. Aku mendukung orang-orang yang berhasil dalam sebuah ikatan pernikahan seperti kalian, aku juga ikut senang melihat kalian bahagia, teman".


"Mungkin bukan menggantikan, lebih tepatnya membuka diri untuk menerima seseorang di samping kita", balas Calista menanggapi ucapan Flamini pada Steven. "Lebih tepatnya seperti teman kalian ini", ujar Calista lagi sambil menyandarkan kepalanya pada bahu Samuel. Calista tak sungkan untuk bermanja-manja dengan pujaan hatinya itu didepan semuanya. Karena itulah kenyataan yang sebenarnya. Ia dan Samuel selalu saling merindukan.


Seakan membenarkan pernyataan istrinya, Samuel menganggukkan kepalanya dan mengusap lembut wajah Calista yang masih bersandar di bahunya. "Kau benar sekali sayang", balas Samuel sambil mengecup puncak kepala istrinya.

__ADS_1


*


Malam kian kelam, langit hitam nampak begitu pekat. Flamini dan Steven pamit pulang ke tempat masing-masing.


"Sekali lagi aku ucapkan selamat bertambah umur untuk mu Sam", ujar Flamini sambil memeluk teman baiknya itu.


"Terima kasih, teman", jawab Samuel.


"Calista, terimakasih kasih jamuan makan malamnya. Perut ku kenyang", ucap Steven tersenyum.


"Sama-sama, Steve", jawab Calista. Sesaat ia menatap Katty dari kejauhan mengambil tasnya.


"Sepertinya Katty juga mau pulang, sayang. Mobilnya masih di perusahaan, tadi ia pergi bersama ku", ujar Calista pada Samuel yang berdiri di samping Steven.


"Ya sudah, Katty pulang bersama ku saja", ucap Steven spontan. "Karena Flamini pasti mau ke clubnya sekarang, iya kan Flam?", tanya Steven menatap temannya itu.


"Iya. seperti biasanya", jawab Flamini. Kemudian laki-laki itu pamit pulang duluan pada temannya.


Terlihat Katty mendekati Calista. "Nona, sekarang saya harus pulang. Besok saya akan kemari lagi", ucap Katty.


"Katty kau pulang bersama Steven saja", ujar Samuel.


"Oh tidak usah tuan. Saya naik taksi saja, saya sudah memesannya kok", jawab Katty cepat.


"Sekarang sudah pukul 12 malam, tidak baik mu pulang sendirian. Aku akan mengantarmu", tegas Steven sambil menarik tangan Katty menuju mobil. "Samuel-Calista kami pulang", ucap Steven sambil melambaikan tangannya sebelum naik mobilnya.


Samuel dan Calista pun membalasnya. Calista menahan senyumnya melihat wajah Katty yang nampak syok ketika Steven mendorong tubuhnya untuk masuk ke mobil. "Aku yakin kau menyukai duda itu Kat. Pesona Steven pasti mampu meluluhkan hati mu", batin Calista tersenyum.


"Sayang ayo kita masuk, sudah malam. Kau harus menjelaskan semuanya pada ku, tentang Irene dan teman-temannya. Aku tidak akan mendiamkan mereka. Wanita itu sudah berani main-main dengan ku", ketus Samuel sambil memeluk pinggang Calista masuk kedalam rumah.


"Kau mau apa pada mereka, Sam?"


"Yang pasti aku akan membuat mereka jera. Dan tidak akan berani mengusik mu lagi..!"

__ADS_1


...***...


To be continue


__ADS_2