PEMUAS RANJANG NONA MUDA

PEMUAS RANJANG NONA MUDA
KESEPIAN


__ADS_3

"Calista tunggu...!"


Calista yang hendak masuk kedalam mobilnya menolehkan kepala menatap wanita yang memanggilnya.


Seketika raut wajah Calista berubah menjadi dingin, tidak bersahabat dan tak berminat meladeni wanita tersebut.


Melihat ada wanita asing hendak menghampiri bos mereka, kedua bodyguard bertubuh kekar segera mendekati wanita tersebut. Memasang badan kekar mereka di hadapan wanita itu.


"Aku tidak ada urusan dengan mu, Irene. Jadi jangan coba-coba menemui ku lagi!", tegas Calista sambil masuk kedalam mobil tanpa perduli pada Irene yang berdiri tidak jauh dari mobilnya. Calista duduk di kursi belakang masih dengan pintu terbuka.


"Silahkan pergi nona sebelum kami mengusir anda. Bos kami tidak mau bertemu anda!", ucap salah satu bodyguard Calista yang berdiri di hadapan Irene.


"Aku hanya ingin bicara sebentar saja dengan bos kalian, aku tidak bermaksud menyakiti nya", jawab Irene.


"Nona sudah mendengar sendiri ucapan bos kami tadi, ia tidak mau bicara dengan anda!"


"Calista aku mohon, beri tahu suami mu jangan menghancurkan karier ku. Aku minta maaf karena sudah menyakiti mu di toko jam waktu itu. Aku mohon Calista!".


Calista mendengar dengan jelas teriakan Irene. Namun ia tidak peduli dan menggubris permintaan Irene. "Ayo kita pergi!", perintah nya pada sopir.


Calista bahkan tidak tahu apa yang sudah Samuel lakukan pada wanita itu. "Aku tidak perduli, karena aku sama sekali tidak ada hubungannya dengan masalah Irene dan Nathan. Sudah sejak lama aku tidak ada hubungan dengan laki-laki itu", batin Calista sambil menyandarkan kepalanya pada kursi mobil.


*


"Huh... Akhirnya selesai juga meeting", batin Katty sambil merapikan semua berkas di hadapannya.

__ADS_1


Ia mewakili Calista di meeting kali ini di kota Leeds.


"Katty, apa kau menginap di hotel ini?", tanya Samuel yang menjadi pimpinan rapat beberapa waktu yang lalu.


"Iya tuan Samuel. Dan nona Calista memberi saya libur selama dua hari. Jadi saya akan menghabiskan dua hari di kota ini", jawab Katty.


Samuel menganggukkan kepalanya. "Iya, kau nikmati lah waktumu sebaik mungkin. Kau juga harus beristirahat dari rutinitas pekerjaan mu".


"Kalau begitu aku dan Owen langsung kembali ke London", ucap Samuel berdiri dari tempat duduknya.


"Iya tuan, semoga penerbangan tuan lancar", ucap Katty sopan. Ia pun berdiri dan mengikuti langkah Samuel dan Owen yang langsung turun ke lobby. Diikuti juga jajaran petinggi hotel yang lainnya.


Saat tiba di lobby, semuanya memberikan salam hormat pada Samuel sebelum menuju mobil yang sudah menunggu di depan pintu masuk.


"Semoga hari mu menyenangkan Katty", ucap Samuel sebelum naik mobil.


*


Katty duduk seorang diri di rooftop hotel berbintang milik atasannya. Sambil menatap jutaan bintang yang memancarkan cahaya dengan sangat indah dimalam itu.


Katty menikmati segelas vodka untuk menghangatkan tubuhnya di malam dingin seperti sekarang ini dan steak domba kesukaannya yang belum di sentuhnya sama sekali.


Katty memilih duduk di kursi yang menjorok ke sudut agar lebih mendapatkan tempat private dan bisa menikmati pemandangan indah kota Leeds dari ketinggian rooftop tempat nya sekarang ini.


Suasana ramai dan bahagia di rooftop karena weekend. Restoran ramai pengunjung namun tidak untuk suasana hati Katty. Ia merasakan kesepian. Sebenarnya saat meeting pun ia tidak bisa berkonsentrasi. Katty juga bingung dengan perasaan nya. Ia tidak tahu apa maunya, yang pasti sejak melihat pigura Steven dan mendiang istrinya ada di meja kerja laki-laki itu, harapan Katty sepertinya pupus. Karena semalaman hatinya berbunga-bunga dan menaruh harapan dari ciuman mesra Steven padanya. Namun semuanya berubah, begitu Katty melihat pigura itu.

__ADS_1


Selama di penerbangan pun Katty berpikir bahwa Steven menciumnya hanya sebagai pelampiasan saja karena laki-laki itu kesepian. Sementara Katty sudah berharap banyak pada perasaan nya yang menghangat karena ciuman yang diberikan Steven padanya.


Hingga kini Katty masih merasa sedih. Sampai-sampai ia tidak bisa menikmati makan malamnya. Gadis itu tak henti hanya meneguk vodka saja. Bahkan sekarang tubuhnya sudah begitu terasa panas. Dan pandangan nya berbayang.


Sesaat netra Katty menatap arlojinya. Sudah menyentuh angka sepuluh malam. "Huh kepala ku mulai pusing. Sebaiknya aku ke kamar saja sekarang sebelum aku lupa segalanya".


Katty berdiri dengan sedikit sempoyongan sambil memegangi kepalanya yang terasa berat. Gadis itu menuju lift.


Ting..


Tidak perlu waktu yang lama untuk sampai kelantai empat puluh dimana kamar Katty berada.


Katty semakin merasakan panas tubuhnya dengan kepala terasa begitu berat.


Katty mengambil card dari saku blazer berwarna krem yang membalut tubuhnya. Dengan tangan gemetaran gadis itu menempelkan card pada tempatnya. Seketika pintu terbuka.


"Huhh...Aku lelah sekali, kepalaku semakin pusing", ucapnya dengan suara bergetar.


Dengan sempoyongan Katty masuk kedalam, ia membuka heels bahkan ia melemparkan map dan tas jinjingnya ke sembarang tempat.


"Ah... minuman sialan, membuat tubuh ku panas begini!"


"Kau mabuk Katty...?"


...***...

__ADS_1


To be continue


__ADS_2