PEMUAS RANJANG NONA MUDA

PEMUAS RANJANG NONA MUDA
BUKTI AKU MERINDUKAN MU


__ADS_3

Calista terpaku melihat yang ada di ruangan luas tersebut. Iris bening itu tidak bisa menahan buliran bening menyentuh wajahnya. Seakan tidak percaya dengan apa yang di lihat di depan matanya.


"Sammy...kau melukis ku sebanyak ini? Bagaimana bisa?"


Calista melihat satu persatu dirinya dalam wujud lukisan. Ia juga merasa suprise dirinya memenuhi ruangan khusus milik suaminya.


"Semua ini membuktikan bahwa aku sangat kehilangan mu. Selama kau pergi meninggalkan aku, aku menyalurkan kerinduan ku padamu melalui coretan di kanvas-kanvas ini", jawab Samuel berdiri di samping istrinya.


"Bahkan, aku sudah berpikir yang tidak-tidak tentang mu. Tentu saja aku sangat ketakutan jika harus kehilangan mu juga, Cali", ucap Samuel mengingat saat itu.


Calista tidak melewatkan satu lukisan pun, ia benar-benar takjub memandang dirinya di kanvas-kanvas itu, menjadi sebuah karya seni yang begitu mengagumkan. Bahkan Samuel melukis nya dalam keadaan polos tanpa satu helai benang pun menutupi tubuhnya. Seakan-akan Calista hendak memakan buah Cherry berwarna merah, sementara tatapan matanya begitu tajam. "Sam...Aku sangat menyukai lukisan ini. Saat kau melukis ku di Madrid, tubuh ku masih tertutup selimut. Yang ini benar-benar polos. Aku menyukainya sayang", ucap Calista sambil memeluk pinggang Samuel.


Samuel mengecup lembut wajah Calista yang nampak lebih berisi dan merona. "Aku sedang membangun galeri di sebelah mansion ini. Sekarang masih tahap pembangunan", ucap Samuel mengajak istrinya ke balkon melihat lahan luas yang sedang dibangun. Nampak banyak pekerja yang sibuk di sana.


"Apa kau akan mengadakan pameran di galeri mu nantinya? Apa kau akan memamerkan lukisan-lukisan tentang aku?"

__ADS_1


“Wah...aku sangat senang, apalagi jika lukisan ku dalam keadaan polos itu ikut ambil bagian pameran mu nanti".


Ekspresi muka Samuel langsung berubah menjadi kaku. Sorot matanya berubah tajam menatap Calista yang terlihat mengebu-gebu menyampaikan isi hatinya.


"Jangan harap! Kau hanya milik ku, Cali! Hanya aku seorang yang boleh melihat mu polos. Aku akan membunuh siapapun yang berani melihat lukisan-lukisan itu tanpa seizin ku, apalagi melihat mu secara langsung dalam keadaan polos...Tidak akan aku biarkan!", Ketus Samuel membingkai wajah istrinya dan mendaratkan bibirnya pada bibir Calista.


"Tapi aku tidak masalah lukisan ku dilihat orang. Lukisan itu kan karya seni. Mereka hanya menikmati art dari lukisan mu itu, bukan menyentuh ku. Kau harus mengesampingkan kecemburuan mu yang tidak mendasar itu, Sammy", cicit Calista mengusap lembut rahang suaminya yang sudah tersulut emosi.


"Jangan membantah ku, Calista. Kataku tidak tetap tidak! Lukisan-lukisan tentang mu hanya koleksi pribadi ku, bukan untuk umum. Yang benar saja, benda favorit ku ini di nikmati orang lain...tidak akan pernah aku izinkan", tungkas Samuel sambil mengusap dada Calista yang semakin membusung menantang.


"Akh–


"Sayang...kita sedang di balkon, nanti ada yang melihat".


"Siapa yang akan melihat, hem? Apa kau tidak lihat... tidak ada bangunan apapun di depan mata mu", ucap Samuel sambil menundukkan kepalanya.

__ADS_1


Samuel tidak tahan melihat mahluk yang sangat mempesona dihadapannya.


Ia mendekat dan memeluk tubuh Calista. Melanjutkan pekerjaannya yang terhenti beberapa saat yang lalu.


Harum parfum aroma vanilla menyeruak dari tubuh Calista, tercium Samuel. Jemari tangan tangannya sudah merambah ke mana-mana, menyusuri tubuh Calista.


Calista ingin protes, tetapi perlakuan Samuel terasa begitu nikmat. "Ah Sammy kau selalu menggoda ku".


Calista meremas rambut suaminya dan menekan kepala Samuel. Laki-laki itu sedang bermain-main di dada Calista yang semakin mengeras. "S-ammy....jangan di sini, aku tidak nyaman".


Samuel menghentikan aktivitasnya dan menatap wajah Calista dengan pandangan berkabut gairah. "Alright, kita lakukan didalam", bisik Samuel dengan suara berat.


Samuel mengangkat tubuh istrinya ala bridal style. Sementara Calista menyembunyikan wajahnya pada pundak Samuel. Seketika adegan panas sudah memenuhi pikiran nya. Sudah dipastikan membutuhkan energi yang banyak, Samuel pasti membuatnya kelelahan. Bahkan setelahnya akan membuat Calista terbangun di keesokan harinya.


...***...

__ADS_1


__ADS_2