
[Chapter 100.]
[Gua misterius.]
[Silahkan Dibaca.]
Pegunungan Avrest, Kohta berjalan menuju ke arah Utara. Perjalanan yang mudah baginya, karena salju yang menghalangi jalannya pasti akan menghilang seketika karena Kohta menyebarkan api miliknya. Pemuda itu benar-benar memanfaatkan api miliknya dengan sangat teratur.
Kohta melakukan hal itu, karena Oda memberitahu bahwa hal tersebut membuat Kohta berlatih mengendalikan Api miliknya ke tingkat yang lebih tinggi. Pemuda itu hanya mengangguk saja, dia benar-benar patuh terhadap Pria tua tersebut.
Kohta berjalan, sampai akhirnya melihat tempat yang penuh akan kristal es dimanapun tempatnya. Kohta menatap ke arah kristal es tersebut dan memegangnya. Apa yang terjadi ialah, dia memerlukan api yang banyak untuk mencairkan kristal es tersebut.
Kohta benar-benar terkejut akan hal itu, dia menilai bahwa kristal es tersebut sangat keras. Kemudian, Kohta melihat terdapat sebuah panel di depannya ketika melihat ke arah kristal es tersebut.
[Kristal Es.]
[Kristal Es adalah Kristal yang terbentuk oleh kumpulan es lancip. Kristal ini sangat keras dan kuat. Kegunaan Kristal ini adalah untuk hiasan. Kristal ini tahan di berbagai suhu, bahkan suhu siang hari dapat di lawan oleh Kristal ini.]
[Manfaat Kristal Es, bahan Material untuk pembuatan pedang bertipe Es. Manfaat lainnya adalah membantu seseorang memperkuat elemen Es mereka.]
Kohta yang melihat hal itu tersenyum senang. Dia benar-benar mendapatkan harta karun untuk Rina. Sekarang tinggal Kansha dan Riana, tapi kedua istrinya tersebut sudah berkata sebelumnya bahwa mereka akan mendapatkan sesuatu di Ibukota Arslan nanti.
‘Rina, keluarlah.’ Kohta berkata ke dalam Dunia kecil miliknya. Para istrinya yang berada di dalam Dunia kecil Kohta terkejut. Mereka mengenali suara itu dan Rina menatap ke arah ke tiga saudarinya yang lain.
“Aku keluar dulu.” Ke-3 istri Kohta mengangguk, kemudian Rina dengan cepat keluar dari Dunia jiwa dan muncul tepat di dekat Kohta. Perempuan itu terkejut ketika merasakan suhu dingin di sekitarnya, akan tetapi tubuhnya sendiri sudah terbiasa dingin.
__ADS_1
“Ada apa, Sayang?” Rina yang berada di dekat Kohta bertanya dengan penuh penasaran. Kohta sendiri terkejut, tapi dia segera sadar dan menyerahkan Kristal Es ke Rina. Sementara itu, perempuan itu memiringkan kepalanya, lalu dia merasakan sesuatu dalam dirinya keluar.
“Wawawa.” Eika keluar dari alam bawah sadar, membuat Kohta dan Rina terkejut. Eika dengan cepat mengambil Kristal Es tersebut, lalu memeluknya dengan erat. Pasangan muda itu terkejut dengan tindakan Eika. Namun, keduanya lebih terkejut dengan apa yang terjadi selanjutnya.
Terlihat Kristal Es perlahan-lahan mulai mengecil, kemudian menghilang sepenuhnya. Eika sendiri bercahaya berwarna biru muda, lalu cahaya tersebut meredup kembali. Hal itu membuat Kohta dan Rina terkejut dengan apa yang terjadi dengan Eika.
Rina sendiri menatap ke arah Kristal Es yang berada di dekatnya. Dia mengambil Kristal Es tersebut, kemudian merasakan sesuatu energi masuk ke dalam tubuhnya. Perempuan itu memejamkan matanya dan mulai mengintegrasikan energi yang berada di dalam Kristal Es tersebut.
Kohta menatap ke arah Rina dan Eika, dia melihat keduanya menatap ke arah gundukan Kristal Es dengan mata yang berbinar-binar. Ibu dan anak itu saling menatap, mereka berdua mengangguk dan mulai melesat ke arah gunung Kristal Es tersebut.
Kohta melihat hal itu, dia dengan cepat berteriak, “Sisakan beberapa dan taruh di Dunia kecil.” Rina dan Eika mengangguk paham. Mereka kemudian melanjutkan menyerap seluruh Kristal Es tersebut. Sementara itu, Kohta sendiri menatap ke arah sebuah gua.
Terlihat Gua dengan pintu yang berbentuk persegi, di kedua sisi gua tersebut terdapat sebuah Tugu dengan lambang yang berbeda. Lambang sisi kiri adalah pusaran, sedangkan Lambang sisi kanan adalah Ice dengan lancip 8.
Oda dan Arthur yang berada di dalam tubuh Kohta sedikit terkejut melihat hal itu, keduanya saling memandang kemudian menjadi serius. “Bagaimana bisa, lambang itu ada disini?” Oda benar-benar penasaran dengan hal itu.
“Itu benar, Pak tua. Lambang itu seharusnya ada di Dunia selepas pejuang.” Arthur benar-benar merasa heran dengan kejadian tersebut. Oda kemudian, berkata, “Aku akan memberitahu bocah itu bahwa yang bisa masuk hanya orang tertentu.” Arthur mengangguk, kemudian Oda keluar dari Alam bawah sadar Kohta.
***
Kohta yang menatap ke arah Gua, dia mendengar suara dari Oda yang berada di sampingnya. “Nak, kusarankan jangan pergi ke sana. Hanya orang-orang tertentu yang boleh masuk kesana.” Kohta terkejut ketika Oda berkata di sampingnya, lalu dia menjadi serius saat mendengarkan kalimat pak tua itu.
“Maksudnya?” tanya Kohta dengan penuh penasaran. Oda menatap ke arah Kohta dan menjawab, “Belum waktunya kau harus tahu, Nak. Karena gua itu seharusnya tidak ada disini.” Pemuda itu terkejut ketika mendengar penjelasan dari Oda.
“Lalu, apakah kita akan membiarkan saja?” Oda mendengar pertanyaan tersebut, dia menggelengkan kepalanya dan berkata, “Rina dan Eika itu bisa masuk ke dalam. Karena apa yang ada di dalam terkait erat dengan keduanya.”
__ADS_1
Kohta lagi-lagi terkejut dengan fakta tersebut. Lalu, dia menghela nafas dan menatap ke arah Istri dan putrinya. “Apakah itu akan berbahaya bagi mereka?” Kohta tidak penasaran kembali, melainkan dia mengkhawatirkan istri dan anaknya jika masuk ke dalam sana.
Oda tersenyum, bagaimanapun juga dia senang Kohta dapat mengendalikan rasa penasaran miliknya. “Ya, mereka akan selamat. Juga mereka akan mendapatkan hal baru yang akan meningkatkan kekuatan mereka.”
Kohta tersenyum senang, akan tetapi sebelum berkata, Oda menyela terlebih dahulu. “Juga panggil Kansha dan Riana, karena Tugu pusaran terkait erat dengan mereka.” Oda memberitahukan hal itu, Kohta tidak terkejut lagi, dia mengangguk paham saja.
Selepas itu, Oda masuk dan Kohta memberitahu Kansha, Riana untuk keluar. Ke-2 istri Kohta tersebut keluar dari Dunia kecil. Mereka muncul tepat di dekat Kohta. “Ada apa, sayang memanggil kami berdua?” tanya Kansha, dia dan Riana sangat penasaran.
Kohta tersenyum mendengar pertanyaan tersebut, kemudian dia menjelaskan terkait Gua yang dia temukan. Lalu, memberitahukan bahwa rohnya berkata Gua itu ada kaitannya dengan kedua istrinya tersebut.
Kansha dan Riana mengangguk paham, kemudian keduanya menatap ke arah Gua yang terdapat Tugu pusaran. Sementara Kohta memanggil Rina dan Eika. Ibu dan anak itu mendengar panggilan Kohta, mereka berdua berhenti menyerap Kristal Es dan melesat ke arah Kohta.
Keduanya penasaran, tapi sebelum bertanya Kohta menjelaskan seperti menjelaskan kepada Kansha dan Riana. Rina dan Eika mengangguk paham dan menatap ke arah Gua yang terdapat Tugu lambang Es lancip 8.
“Kalian berangkatlah, dapatkan kekuatan baru kalian.” Kohta berkata dengan penuh semangat. Keempatnya mengangguk dan mulai berjalan menuju ke arah Gua tersebut. Kohta sendiri berdiam diri dan menatap ke-4 perempuan itu... Kohta merasa ada yang aneh.
“1..2..3..4. tunggu apakah perempuan itu...”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.
__ADS_1